Amazon Memperkenalkan Teknologi AI, Gaming, dan Coding dari Usia Dini
Jum'at, 13 Februari 2026 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
Program ini meliputi sesi inspiratif dari para women tech leader terkemuka seperti Riris Marpaung (CEO & Founder GameChanger Studio, Co-Founder Indonesia Women in Game), dan Cecilia Astrid Maharani (VP Data & AI di Mekari). Kegiatan ini juga menghadirkan lokakarya dalam AI, gaming, robotika, dan coding untuk membangun minat terhadap berbagai keterampilan yang penting bagi para perempuan di masa depan.
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, mengapresiasi kolaborasi antara Amazon dan PJI dalam menyiapkan talenta digital perempuan sejak dini.
“Di Kementerian Komunikasi dan Digital, target kami pada tahun 2030 adalah membangun 9 juta talenta digital. Angka tersebut masih belum cukup, dan kami akan meningkatkan target menjadi 12 juta pada 2030. Saya percaya kita perlu mendorong perempuan muda, seperti mereka yang hadir di Girls’ Tech Day, untuk menjadi bagian dari talenta digital masa depan kita.”
Kehadiran program ini semakin relevan di tengah pesatnya transformasi dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan buatan. Berdasarkan laporan terbaru AWS dan Strand Partners, lebih dari 18 juta pelaku usaha di Indonesia (28%) telah mengadopsi AI, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 47% pada tahun 2025. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, 57% bisnis di Indonesia masih menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan digital, yang menunjukkan pentingnya persiapan talenta sejak usia sekolah.
Indonesia Regional Manager of Data Center Operations Amazon Web Services (AWS), Winu Adiarto, mengungkapkan, “Amazon senantiasa berkomitmen untuk membantu membimbing dan melatih talenta generasi masa depan. Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam proses adopsi AI, dan kami mengadaptasi program tahun ini untuk meliputi AI dan teknologi serupa lainnya, sembari memperluas cakupan ke siswi SD. Tujuan kami adalah untuk memicu minat dan membangun rasa percaya diri dalam hal teknologi.”
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, mengapresiasi kolaborasi antara Amazon dan PJI dalam menyiapkan talenta digital perempuan sejak dini.
“Di Kementerian Komunikasi dan Digital, target kami pada tahun 2030 adalah membangun 9 juta talenta digital. Angka tersebut masih belum cukup, dan kami akan meningkatkan target menjadi 12 juta pada 2030. Saya percaya kita perlu mendorong perempuan muda, seperti mereka yang hadir di Girls’ Tech Day, untuk menjadi bagian dari talenta digital masa depan kita.”
Kehadiran program ini semakin relevan di tengah pesatnya transformasi dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan buatan. Berdasarkan laporan terbaru AWS dan Strand Partners, lebih dari 18 juta pelaku usaha di Indonesia (28%) telah mengadopsi AI, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 47% pada tahun 2025. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, 57% bisnis di Indonesia masih menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan digital, yang menunjukkan pentingnya persiapan talenta sejak usia sekolah.
Indonesia Regional Manager of Data Center Operations Amazon Web Services (AWS), Winu Adiarto, mengungkapkan, “Amazon senantiasa berkomitmen untuk membantu membimbing dan melatih talenta generasi masa depan. Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam proses adopsi AI, dan kami mengadaptasi program tahun ini untuk meliputi AI dan teknologi serupa lainnya, sembari memperluas cakupan ke siswi SD. Tujuan kami adalah untuk memicu minat dan membangun rasa percaya diri dalam hal teknologi.”
Lihat Juga :