Keamanan Siber: Saat Ancaman AI Global Ditangkis Inovasi Lokal Indonesia

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:31 WIB
loading...
Keamanan Siber: Saat...
Patrick Dannacher, Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, dalam sebuah sesi diskusi mengenai ketahanan digital yang kini menjadi tulang punggung infrastruktur kritikal di kawasan Asia Pasifik. Foto: ITSEC
A A A
JAKARTA - Di tengah eskalasi serangan siber yang kian canggih, industri keamanan digital Indonesia mencatat pencapaian penting di kancah regional.

Patrick Dannacher, Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk (kode saham: CYBR), dianugerahi penghargaan CEO of the Year APAC dalam kategori Solution Provider pada ajang The Fast Mode Awards 2025 yang dihelat 6 Februari 2026 kemarin.

Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi personal, melainkan refleksi dari pergeseran logika bisnis keamanan siber di Asia Tenggara.

Di bawah kepemimpinan Dannacher, ITSEC Asia melakukan transformasi radikal dari sekadar penyedia solusi produk terpisah menjadi perusahaan berbasis platform terpadu.

Strategi ini merespons kebutuhan pasar yang mulai jenuh dengan produk instan dan beralih mencari ekosistem keamanan yang memiliki skalabilitas setara operasional perusahaan telekomunikasi (kelas telko).

Secara manajerial, Dannacher berhasil memperluas skala organisasi dengan memimpin lebih dari 400 profesional yang tersebar di lima lokasi strategis: Indonesia, Singapura, Australia, Mauritius, dan Dubai.

Data ini menunjukkan bahwa ekspansi internasional menjadi kunci bagi emiten berkode CYBR untuk tetap relevan dalam lanskap teknologi global yang bergerak sangat cepat.

Ketahanan siber nasional kini bergantung pada kemandirian teknologi. ITSEC Asia menjawab tantangan tersebut melalui komersialisasi seri solusi IntelliBroń. Produk ini diklaim sebagai solusi keamanan siber pertama yang sepenuhnya dikembangkan di Indonesia dengan mengintegrasikan analitik ancaman berbasis kecerdasan buatan (AI) serta kapabilitas keamanan Operational Technology (OT).

Fokus pada perlindungan infrastruktur kritikal dan UMKM menjadi langkah strategis untuk mengamankan fondasi ekonomi digital nasional.

"Kepemimpinan di bidang keamanan siber bukan hanya tentang teknologi. Ini tentang kepercayaan, disiplin, dan akuntabilitas dalam skala besar," ujar Patrick Dannacher.

Lulusan University of Applied Sciences Basel ini membawa pengalaman lebih dari dua dekade dari sektor keuangan dan private equity untuk memperkuat layanan inti Managed Security Services (MSS).

Layanan ini kini mencakup pemantauan kontinu 24 jam dengan penekanan pada percepatan deteksi dan penurunan eskalasi insiden. Secara operasional, disiplin yang diadopsi dari sektor keuangan diterapkan untuk memastikan setiap insiden siber memiliki jalur evaluasi yang transparan dan efektif.

Lebih jauh lagi, perusahaan ini mulai mengarahkan risetnya pada bidang kriptografi pasca-kuantum. Ini adalah langkah antisipatif untuk melindungi organisasi dari risiko teknologi di masa depan yang diprediksi mampu memecahkan enkripsi standar saat ini.

Kontribusi ini memposisikan ITSEC Asia bukan hanya sebagai pemadam kebakaran digital, melainkan sebagai arsitek ketahanan jangka panjang bagi sektor-sektor strategis Indonesia.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Rekomendasi
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Berita Terkini
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Infografis
Ternyata Keamanan Data...
Ternyata Keamanan Data Indonesia Pakai Windows Defender
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved