Siasat Bittime Melawan Volatilitas: Obral 100 Ribu USDT Demi Kunci Loyalitas Investor

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:49 WIB
loading...
Siasat Bittime Melawan...
Bittime mencoba menarik investor lewat strategi poin, yang diharapkan bisa mendorong keinginan orang bertransaksi ditengah pasar kripto yang menurun. Foto: Sindonews/Gemini
A A A
JAKARTA - Ketika fluktuasi pasar aset kripto sering kali menguras kantong investor akibat biaya transaksi, platform bursa kripto Bittime mencoba menyodorkan strategi beda.

Platform yang telah berizin dan diawasi di Indonesia ini memperkenalkan program "Bittime Mining-Points" dengan total kolam hadiah (prize pool) mencapai 100.000 $USDT untuk merombak cara pandang masyarakat terhadap istilah penambangan aset digital.

Secara teknis, istilah "mining" atau penambangan dalam industri kripto global telah mengalami pergeseran makna. Jika sebelumnya aktivitas ini identik dengan pemrosesan teknis blockchain yang membutuhkan perangkat keras berkekuatan tinggi, kini Bittime mengadopsinya sebagai skema insentif berbasis partisipasi.

Mereka klaim, setiap aktivitas perdagangan (trading) dan rujukan (referral) bisa jadi poin yang dapat diakumulasi secara otomatis dan real-time.

Biaya transaksi neto (net trading fee) sering kali menjadi hambatan psikologis bagi investor untuk aktif bertransaksi.

Nah, Bittime mengambil langkah dengan mengembalikan 100 persen biaya transaksi neto dari aktivitas yang memenuhi syarat kembali kepada investor dalam bentuk poin selama periode program berlangsung.

Setiap transaksi yang dilakukan pengguna akan berkontribusi pada perolehan poin sesuai mekanisme perhitungan tertentu.

Tak hanya dari aktivitas mandiri, investor juga bisa memperoleh 2.000 poin dari setiap referral yang berhasil mengajak pengguna baru bergabung. Akumulasi poin-poin ini nantinya akan dikonversi dan dibagikan sebagai imbalan (rewards) dalam bentuk aset kripto Palapa ($PLPA).

"Melalui Bittime Mining Points, Bittime menegaskan komitmen untuk menghadirkan program insentif yang selaras dengan prinsip kehati-hatian dan transparansi," tulis pernyataan resmi platform tersebut.

Pendekatan ini dinilai lebih terstruktur dibandingkan dengan program loyalitas jangka pendek atau promosi terbatas yang selama ini jamak ditemui pada platform aset kripto di Indonesia.

Namun, di balik iming-iming hadiah tersebut, ada realitas risiko yang tetap membayangi. Investasi aset kripto secara inheren mengandung risiko tinggi, mulai fluktuasi harga yang ekstrem, risiko likuiditas, hingga celah teknologi dan perubahan regulasi yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

Strategi Bittime dengan "Mining-Points" ini tampaknya merupakan upaya untuk membangun ekosistem yang lebih padat aktivitas,sebagai pilar dalam ekosistem mereka.

Bagi investor, skema pengembalian biaya transaksi ini bisa menjadi angin segar untuk menekan biaya modal, asalkan tetap dibarengi dengan riset mendalam dan kesadaran akan risiko kehilangan modal yang sewaktu-waktu dapat terjadi di pasar digital yang liar ini.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Platform Crypto Terbaik...
5 Platform Crypto Terbaik 2026
7 Platform Crypto Futures...
7 Platform Crypto Futures Indonesia, Aman dan Resmi di 2026
Token Lokal Rasa Global:...
Token Lokal Rasa Global: Masuk Indodax hingga Bitrue, Palapa Kini Bidik Integrasi Hotel dan Gim
5 Aplikasi Crypto Terbaik...
5 Aplikasi Crypto Terbaik di Indonesia untuk Investasi Aman dan Mudah
5 Aplikasi Trading Deposit...
5 Aplikasi Trading Deposit Kecil Cocok untuk Pemula
5 Aplikasi Crypto Futures...
5 Aplikasi Crypto Futures Paling Aman untuk Trading
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Rekomendasi
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Berita Terkini
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved