Richard Putra, Lulusan SMP yang Sukses Bangun Bisnis Digital Marketing Al hingga Beli Ferrari
Selasa, 03 Februari 2026 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Melihat potensi besar Al dalam dunia bisnis, Richard mendirikan Akademi Master Online Al, sebuah institusi edukasi yang fokus pada pengembangan skill Al Digital Marketing untuk entrepreneur Indonesia. Akademi ini menargetkan untuk mendukung lebih dari 1 juta pengusaha Indonesia agar mampu go digital dan memanfaatkan Al dalam operasional bisnis mereka.
"Visi saya sederhana: kalau UMKM dan entrepreneur Indonesia pakai Al, kita bisa bersaing secara global. Akademi ini saya bangun supaya Al tidak cuma dipakai perusahaan besar, tapi juga pengusaha kecil," ujar Richard.
Richard juga baru meluncurkan dua buku terbaru berjudul Master Secrets TikTok GMV Max dan Master Secrets Meta CPAS Shopee Ads. Seluruh keuntungan penjualan buku tersebut disalurkan untuk kegiatan sosial, khususnya panti asuhan dan anak yatim piatu. Hingga saat ini, total donasi yang telah disalurkan tercatat lebih dari Rp300 juta. "Ilmu bisnis itu harus berdampak. Kalau cuma bikin kaya diri sendiri, itu biasa. Tapi kalau bisa bantu orang lain, itu baru meaningful," katanya.
Perjalanan Richard Putra menjadi contoh bahwa keterbatasan pendidikan formal dan ekonomi bukan penghalang untuk membangun bisnis digital berskala besar. Dengan pemanfaatan teknologi, sistem digital marketing, dan Al, Richard kini membangun ekosistem edukasi dan bisnis yang berdampak nasional.
"Kunci saya cuma tiga: belajar cepat, eksekusi brutal, dan pakai teknologi sebagai leverage. Indonesia punya potensi entrepreneur digital terbesar di Asia Tenggara, tinggal kita siap atau tidak," tutup Richard.
"Visi saya sederhana: kalau UMKM dan entrepreneur Indonesia pakai Al, kita bisa bersaing secara global. Akademi ini saya bangun supaya Al tidak cuma dipakai perusahaan besar, tapi juga pengusaha kecil," ujar Richard.
Richard juga baru meluncurkan dua buku terbaru berjudul Master Secrets TikTok GMV Max dan Master Secrets Meta CPAS Shopee Ads. Seluruh keuntungan penjualan buku tersebut disalurkan untuk kegiatan sosial, khususnya panti asuhan dan anak yatim piatu. Hingga saat ini, total donasi yang telah disalurkan tercatat lebih dari Rp300 juta. "Ilmu bisnis itu harus berdampak. Kalau cuma bikin kaya diri sendiri, itu biasa. Tapi kalau bisa bantu orang lain, itu baru meaningful," katanya.
Perjalanan Richard Putra menjadi contoh bahwa keterbatasan pendidikan formal dan ekonomi bukan penghalang untuk membangun bisnis digital berskala besar. Dengan pemanfaatan teknologi, sistem digital marketing, dan Al, Richard kini membangun ekosistem edukasi dan bisnis yang berdampak nasional.
"Kunci saya cuma tiga: belajar cepat, eksekusi brutal, dan pakai teknologi sebagai leverage. Indonesia punya potensi entrepreneur digital terbesar di Asia Tenggara, tinggal kita siap atau tidak," tutup Richard.
(unt)
Lihat Juga :