NASA Dikaitkan dengan Rumor Gravitasi Bumi Akan Hilang Tahun Ini
Kamis, 22 Januari 2026 - 20:53 WIB
loading...
Gravitasi bumi dirumorkan akan hilan. FOTO/ SindoNews
A
A
A
LONDON - Rumor tentang Bumi kehilangan gravitasinya tahun ini beredar di internet. Bahkan fenomena menakutkan ini ikut menyeret NASA.
Seperti dilansir dari Wion News, klaim tersebut menyatakan bahwa dua lubang hitam akan menyebabkan sistem gravitasi Bumi runtuh pada 12 Agustus 2026.
Namun, fenomena tersebut secara ilmiah tidak mungkin dan hanya dapat terjadi jika seluruh sistem Bumi kehilangan massanya.
Kekhawatiran tentang Bumi kehilangan gravitasi selama 7 detik pada 12 Agustus kini menjadi viral.
Orang-orang mulai panik memikirkan apa yang mungkin terjadi pada hari itu.
Meskipun banyak orang menganggapnya hanya sebagai teori konspirasi dan mengatakan itu tidak mungkin terjadi, beberapa orang merasa takut.
Nama Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) juga dikaitkan dengan masalah ini.
Beberapa unggahan mengklaim bahwa NASA telah mengetahui masalah ini sejak lama dan sedang mengerjakan 'Proyek Anchor' sebagai persiapan.
Meskipun NASA belum mengeluarkan pernyataan resmi, seorang juru bicara mengatakan kepada situs pengecekan fakta Snopes: “Bumi tidak akan kehilangan gravitasi pada 12 Agustus 2026.”
Ia mengatakan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi karena alasan yang diberikan sama sekali tidak dapat memengaruhi gravitasi planet.
“Gravitasi Bumi, atau gaya gravitasi total, ditentukan oleh massanya. Satu-satunya cara agar Bumi kehilangan gravitasi adalah jika sistem Bumi termasuk inti, mantel, kerak, lautan, daratan, dan atmosfer semuanya kehilangan massanya,” kata juru bicara tersebut.
Sebelumnya, rumor telah menyebar bahwa dua lubang hitam akan bertabrakan dan melepaskan gelombang gravitasi yang akan menyebabkan Bumi kehilangan gravitasinya.
Tidak jelas dari mana laporan ini berasal, meskipun sekarang ada banyak postingan yang membahas kejadian tersebut.
Dikatakan bahwa pada 12 Agustus 2026, Bumi akan kehilangan gravitasi selama tepat tujuh detik pada pukul 14.33 (UTC).
Kekacauan akan terjadi karena semua objek yang tidak terikat akan melayang selama tujuh detik sebelum jatuh kembali.
Postingan tersebut juga mengklaim bahwa NASA telah mengalokasikan anggaran sebesar USD89 miliar untuk memastikan kelangsungan hidup dan membangun bunker bawah tanah bagi 'personel penting'.
Faktanya, ada klaim tak berdasar bahwa 40 hingga 60 juta orang bisa meninggal.
Klaim liar ini tidak memiliki bukti kuat dan tidak ada pihak resmi yang mengkonfirmasinya.
Gravitasi dihasilkan oleh massa, yaitu, semakin besar massa suatu objek, semakin kuat gaya gravitasinya.
Misalnya, Jupiter dan Matahari memiliki gaya gravitasi yang lebih kuat karena massanya yang besar.
Interaksi lubang hitam atau peristiwa kosmik lainnya tidak akan memengaruhi gravitasi Bumi.
Seperti dilansir dari Wion News, klaim tersebut menyatakan bahwa dua lubang hitam akan menyebabkan sistem gravitasi Bumi runtuh pada 12 Agustus 2026.
Namun, fenomena tersebut secara ilmiah tidak mungkin dan hanya dapat terjadi jika seluruh sistem Bumi kehilangan massanya.
Kekhawatiran tentang Bumi kehilangan gravitasi selama 7 detik pada 12 Agustus kini menjadi viral.
Orang-orang mulai panik memikirkan apa yang mungkin terjadi pada hari itu.
Meskipun banyak orang menganggapnya hanya sebagai teori konspirasi dan mengatakan itu tidak mungkin terjadi, beberapa orang merasa takut.
Nama Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) juga dikaitkan dengan masalah ini.
Beberapa unggahan mengklaim bahwa NASA telah mengetahui masalah ini sejak lama dan sedang mengerjakan 'Proyek Anchor' sebagai persiapan.
Meskipun NASA belum mengeluarkan pernyataan resmi, seorang juru bicara mengatakan kepada situs pengecekan fakta Snopes: “Bumi tidak akan kehilangan gravitasi pada 12 Agustus 2026.”
Ia mengatakan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi karena alasan yang diberikan sama sekali tidak dapat memengaruhi gravitasi planet.
“Gravitasi Bumi, atau gaya gravitasi total, ditentukan oleh massanya. Satu-satunya cara agar Bumi kehilangan gravitasi adalah jika sistem Bumi termasuk inti, mantel, kerak, lautan, daratan, dan atmosfer semuanya kehilangan massanya,” kata juru bicara tersebut.
Sebelumnya, rumor telah menyebar bahwa dua lubang hitam akan bertabrakan dan melepaskan gelombang gravitasi yang akan menyebabkan Bumi kehilangan gravitasinya.
Tidak jelas dari mana laporan ini berasal, meskipun sekarang ada banyak postingan yang membahas kejadian tersebut.
Dikatakan bahwa pada 12 Agustus 2026, Bumi akan kehilangan gravitasi selama tepat tujuh detik pada pukul 14.33 (UTC).
Kekacauan akan terjadi karena semua objek yang tidak terikat akan melayang selama tujuh detik sebelum jatuh kembali.
Postingan tersebut juga mengklaim bahwa NASA telah mengalokasikan anggaran sebesar USD89 miliar untuk memastikan kelangsungan hidup dan membangun bunker bawah tanah bagi 'personel penting'.
Faktanya, ada klaim tak berdasar bahwa 40 hingga 60 juta orang bisa meninggal.
Klaim liar ini tidak memiliki bukti kuat dan tidak ada pihak resmi yang mengkonfirmasinya.
Gravitasi dihasilkan oleh massa, yaitu, semakin besar massa suatu objek, semakin kuat gaya gravitasinya.
Misalnya, Jupiter dan Matahari memiliki gaya gravitasi yang lebih kuat karena massanya yang besar.
Interaksi lubang hitam atau peristiwa kosmik lainnya tidak akan memengaruhi gravitasi Bumi.
(wbs)
Lihat Juga :