Inovasi Digital Jadi Standar Kesehatan Hewan Peliharaan
Jum'at, 16 Januari 2026 - 16:17 WIB
loading...
Hewan peliharaan. FOTO/DAILY
A
A
A
JAKARTA - Pemanfaatan teknologi di sektor kesehatan terus meluas, termasuk pada layanan kesehatan hewan peliharaan.
Di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sebuah fasilitas kesehatan hewan baru hadir dengan pendekatan yang mengandalkan perangkat medis dan sistem digital untuk menunjang proses perawatan.
Fasilitas tersebut mengadopsi sejumlah teknologi diagnostik yang selama ini lebih dikenal di layanan kesehatan manusia, seperti CT Scan, USG, X-ray, dan endoskopi, untuk membantu proses pemeriksaan dan penanganan medis hewan secara lebih presisi.
Pendekatan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan hewan yang lebih terstandarisasi, seiring dengan perubahan pola kepemilikan hewan peliharaan di wilayah perkotaan.
Selain perangkat diagnostik, pemanfaatan teknologi juga terlihat pada sistem layanan berbasis aplikasi. Melalui platform digital, pemilik hewan dapat menjadwalkan konsultasi, mengakses informasi layanan, hingga memantau riwayat perawatan.
Digitalisasi ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mempermudah interaksi antara dokter hewan dan pemilik hewan.
Teknologi rehabilitasi juga mulai digunakan dalam perawatan hewan, salah satunya melalui underwater treadmill yang umum dimanfaatkan untuk pemulihan pascaoperasi atau gangguan otot dan sendi.
Metode ini menunjukkan bagaimana teknologi terapi yang sebelumnya terbatas kini semakin luas penerapannya.
CEO Modernvet, Dea Gendyna, menilai pemanfaatan teknologi dalam layanan kesehatan hewan merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat urban.
“Peran teknologi menjadi penting untuk membantu proses diagnosis dan pengambilan keputusan medis, sekaligus memberikan kejelasan bagi pemilik hewan mengenai kondisi peliharaannya,” ujarnya.
Hadirnya fasilitas kesehatan hewan dengan pendekatan berbasis teknologi ini menandai pergeseran layanan pet healthcare di Indonesia, dari sekadar klinik konvensional menuju sistem yang lebih terintegrasi, digital, dan berbasis data.
Tren ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan.
Di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sebuah fasilitas kesehatan hewan baru hadir dengan pendekatan yang mengandalkan perangkat medis dan sistem digital untuk menunjang proses perawatan.
Fasilitas tersebut mengadopsi sejumlah teknologi diagnostik yang selama ini lebih dikenal di layanan kesehatan manusia, seperti CT Scan, USG, X-ray, dan endoskopi, untuk membantu proses pemeriksaan dan penanganan medis hewan secara lebih presisi.
Pendekatan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan hewan yang lebih terstandarisasi, seiring dengan perubahan pola kepemilikan hewan peliharaan di wilayah perkotaan.
Selain perangkat diagnostik, pemanfaatan teknologi juga terlihat pada sistem layanan berbasis aplikasi. Melalui platform digital, pemilik hewan dapat menjadwalkan konsultasi, mengakses informasi layanan, hingga memantau riwayat perawatan.
Digitalisasi ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mempermudah interaksi antara dokter hewan dan pemilik hewan.
Teknologi rehabilitasi juga mulai digunakan dalam perawatan hewan, salah satunya melalui underwater treadmill yang umum dimanfaatkan untuk pemulihan pascaoperasi atau gangguan otot dan sendi.
Metode ini menunjukkan bagaimana teknologi terapi yang sebelumnya terbatas kini semakin luas penerapannya.
CEO Modernvet, Dea Gendyna, menilai pemanfaatan teknologi dalam layanan kesehatan hewan merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat urban.
“Peran teknologi menjadi penting untuk membantu proses diagnosis dan pengambilan keputusan medis, sekaligus memberikan kejelasan bagi pemilik hewan mengenai kondisi peliharaannya,” ujarnya.
Hadirnya fasilitas kesehatan hewan dengan pendekatan berbasis teknologi ini menandai pergeseran layanan pet healthcare di Indonesia, dari sekadar klinik konvensional menuju sistem yang lebih terintegrasi, digital, dan berbasis data.
Tren ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan.
(wbs)
Lihat Juga :