Ilmuwan Klaim Sinar dalam Tubuh Manusia Menghilang ketika Sudah Mati
Kamis, 08 Januari 2026 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
Empat tikus yang telah diimobilisasi ditempatkan secara terpisah dalam kotak gelap dan diimajing selama satu jam, sebelum kemudian di-eutanasia dan diimajing lagi selama satu jam. Mereka dihangatkan hingga suhu tubuh bahkan setelah mati, untuk mencegah panas menjadi variabel.
Para peneliti menemukan bahwa mereka dapat menangkap foton individual dalam pita cahaya tampak yang keluar dari sel-sel tikus sebelum dan sesudah kematian. Perbedaan jumlah foton ini jelas terlihat, dengan penurunan UPE yang signifikan pada periode pengukuran setelah tikus tersebut di-eutanasia.
Suatu proses yang dilakukan pada daunArabidopsis thalianadanHeptapleurum arboricolamengungkapkan hasil yang sama-sama mencolok. Pemberian tekanan pada tanaman dengan cedera fisik dan agen kimia memberikan bukti kuat bahwa spesies oksigen reaktif memang bisa menjadi penyebab cahaya redup tersebut.
"Hasil kami menunjukkan bahwa bagian yang terluka pada semua daun secara signifikan lebih terang daripada bagian daun yang tidak terluka selama 16 jam pengambilan gambar,"laporpara peneliti .
Percobaan ini mendorong spekulasi bahwa cahaya samar yang dihasilkan oleh sel-sel yang stres mungkin suatu hari nanti dapat memberi tahu kita apakah kita dalam kondisi kesehatan yang prima.
Para peneliti menemukan bahwa mereka dapat menangkap foton individual dalam pita cahaya tampak yang keluar dari sel-sel tikus sebelum dan sesudah kematian. Perbedaan jumlah foton ini jelas terlihat, dengan penurunan UPE yang signifikan pada periode pengukuran setelah tikus tersebut di-eutanasia.
Suatu proses yang dilakukan pada daunArabidopsis thalianadanHeptapleurum arboricolamengungkapkan hasil yang sama-sama mencolok. Pemberian tekanan pada tanaman dengan cedera fisik dan agen kimia memberikan bukti kuat bahwa spesies oksigen reaktif memang bisa menjadi penyebab cahaya redup tersebut.
"Hasil kami menunjukkan bahwa bagian yang terluka pada semua daun secara signifikan lebih terang daripada bagian daun yang tidak terluka selama 16 jam pengambilan gambar,"laporpara peneliti .
Percobaan ini mendorong spekulasi bahwa cahaya samar yang dihasilkan oleh sel-sel yang stres mungkin suatu hari nanti dapat memberi tahu kita apakah kita dalam kondisi kesehatan yang prima.
(wbs)
Lihat Juga :