Samsung Pamer Layar Ajaib Tanpa Lipatan di CES 2026, Siap Dipakai iPhone Fold?
Rabu, 07 Januari 2026 - 09:40 WIB
loading...
Samsung Display memamerkan teknologi layar lipat tanpa bekas lipatan (crease) di CES 2026, yang diprediksi kuat akan menjadi komponen utama iPhone Fold seharga Rp38 juta yang rilis September mendatang. Foto: ist
A
A
A
LAS VEGAS - Salah satu "dosa besar" teknologi ponsel lipat akhirnya terhapuskan di lantai pameran Consumer Electronics Show (CES) 2026. Samsung Display, divisi layar dari raksasa teknologi Korea Selatan, memamerkan panel layar lipat terbaru yang diklaim sepenuhnya menghilangkan garis lipatan atau crease yang selama ini menjadi momok visual bagi pengguna.
Ironisnya, teknologi revolusioner yang dipamerkan Samsung ini diprediksi kuat bukan untuk Galaxy Z Fold seri terbaru mereka. Tapi, menjadi karpet merah bagi debut perangkat lipat perdana Apple: iPhone Fold.
Pembocor teknologi, Ice Universe, memperlihatkan panel layar yang tetap mulus seperti kaca datar meski dilihat dari sudut miring sekalipun. Penemuan ini mengubah peta persaingan.
Jika selama ini pengguna ponsel lipat dipaksa "memaklumi" parit kecil di tengah layar, teknologi baru yang menggunakan pelat logam yang dibor laser (laser-drilled metal plate) ini menawarkan estetika paripurna yang sesuai dengan standar perfeksionisme Apple.
Penantian Apple dan Strategi "Mulus"
Langkah Apple menunda masuk ke pasar ponsel lipat selama bertahun-tahun kini mulai masuk akal. Perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu tampaknya enggan merilis produk setengah matang yang masih memiliki cacat visual.
Laporan industri menyebutkan bahwa Apple telah lama bereksperimen dengan berbagai solusi untuk menghilangkan garis vertikal yang mengganggu tersebut.
Kehadiran layar tanpa lipatan di booth Samsung di CES 2026 menjadi konfirmasi tidak langsung bahwa rantai pasok telah siap.
Apple diprediksi akan meluncurkan iPhone Fold pada September 2026, berbarengan dengan peluncuran lini iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Air 2.
Teknologi ini juga mengadopsi kamera bawah layar (under-display camera), fitur yang memungkinkan layar tampil penuh tanpa gangguan lubang kamera (punch hole) atau takik (notch).
Ice Universe menilai kualitas panel ini "luar biasa", pujian yang jarang terlontar untuk teknologi yang masih dalam tahap purwarupa.
Menariknya, demi mengakomodasi desain yang kompleks, Apple dikabarkan akan membuang fitur andalannya, Face ID, pada perangkat ini.
Sebagai gantinya, sensor biometrik Touch ID akan "dibangkitkan dari kubur" dan diintegrasikan pada tombol daya, serupa dengan mekanisme pada iPad Air dan iPad mini.
Untuk menopang layar besar tersebut, Apple menyematkan baterai berkapasitas jumbo antara 5.400 mAh hingga 5.800 mAh.
Sektor fotografi juga tidak main-main, dengan rumor penggunaan kamera bawah layar 24 MP untuk bagian dalam, serta kamera depan hole-punch dan konfigurasi lensa ganda 48 MP di bagian belakang.
Harga ini menempatkan iPhone Fold jauh di atas segmen pasar flagship biasa, masuk ke kategori barang mewah (luxury goods).
Apple tampaknya bertaruh bahwa konsumen rela membayar mahal demi mendapatkan ponsel lipat yang "sempurna" tanpa cacat visual.
Ice Universe mencatat bahwa teknologi layar tanpa lipatan ini bisa saja digunakan oleh Samsung untuk produk Wide Fold mereka sendiri, namun hanya jika divisi seluler Samsung bersedia membayar harga premium untuk panel tersebut.
Ada kemungkinan besar teknologi terbaik ini justru debut duluan di iPhone Fold karena Apple berani membayar lebih mahal untuk mengamankan pasokan eksklusif.
Analis ternama Ming-Chi Kuo memproyeksikan dimensi iPhone Fold akan memiliki ketebalan 9mm–9,5mm saat ditutup dan 4,5mm–4,8mm saat dibuka.
Secara komparatif, ini membuatnya sedikit lebih tebal dari Galaxy Z Fold 7, namun lebih tipis dibandingkan Pixel 10 Pro Fold.
Tahun 2026 akan menjadi medan pembuktian: apakah layar tanpa lipatan ini cukup untuk membuat pengguna Android beralih, atau harga Rp38 juta akan menjadi tembok penghalang yang terlalu tinggi bahkan bagi "Apple Fanboy" sekalipun.
Ironisnya, teknologi revolusioner yang dipamerkan Samsung ini diprediksi kuat bukan untuk Galaxy Z Fold seri terbaru mereka. Tapi, menjadi karpet merah bagi debut perangkat lipat perdana Apple: iPhone Fold.
Pembocor teknologi, Ice Universe, memperlihatkan panel layar yang tetap mulus seperti kaca datar meski dilihat dari sudut miring sekalipun. Penemuan ini mengubah peta persaingan.
Jika selama ini pengguna ponsel lipat dipaksa "memaklumi" parit kecil di tengah layar, teknologi baru yang menggunakan pelat logam yang dibor laser (laser-drilled metal plate) ini menawarkan estetika paripurna yang sesuai dengan standar perfeksionisme Apple.
Penantian Apple dan Strategi "Mulus"
![Samsung Pamer Layar Ajaib Tanpa Lipatan di CES 2026, Siap Dipakai iPhone Fold?]()
Langkah Apple menunda masuk ke pasar ponsel lipat selama bertahun-tahun kini mulai masuk akal. Perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu tampaknya enggan merilis produk setengah matang yang masih memiliki cacat visual.
Laporan industri menyebutkan bahwa Apple telah lama bereksperimen dengan berbagai solusi untuk menghilangkan garis vertikal yang mengganggu tersebut.
Kehadiran layar tanpa lipatan di booth Samsung di CES 2026 menjadi konfirmasi tidak langsung bahwa rantai pasok telah siap.
Apple diprediksi akan meluncurkan iPhone Fold pada September 2026, berbarengan dengan peluncuran lini iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Air 2.
Teknologi ini juga mengadopsi kamera bawah layar (under-display camera), fitur yang memungkinkan layar tampil penuh tanpa gangguan lubang kamera (punch hole) atau takik (notch).
Ice Universe menilai kualitas panel ini "luar biasa", pujian yang jarang terlontar untuk teknologi yang masih dalam tahap purwarupa.
Spesifikasi "Monster" dan Kembalinya Touch ID
Analisis terhadap spesifikasi yang beredar menunjukkan bahwa iPhone Fold akan menjadi perangkat ultra-premium. Perangkat ini dikabarkan memiliki layar penutup (cover screen) berukuran 5,5 inci dan layar internal raksasa seluas 7,8 inci saat dibentangkan.Menariknya, demi mengakomodasi desain yang kompleks, Apple dikabarkan akan membuang fitur andalannya, Face ID, pada perangkat ini.
Sebagai gantinya, sensor biometrik Touch ID akan "dibangkitkan dari kubur" dan diintegrasikan pada tombol daya, serupa dengan mekanisme pada iPad Air dan iPad mini.
Untuk menopang layar besar tersebut, Apple menyematkan baterai berkapasitas jumbo antara 5.400 mAh hingga 5.800 mAh.
Sektor fotografi juga tidak main-main, dengan rumor penggunaan kamera bawah layar 24 MP untuk bagian dalam, serta kamera depan hole-punch dan konfigurasi lensa ganda 48 MP di bagian belakang.
Harga Selangit: Siapkan Dana Rp38 Juta!
Inovasi layar tanpa lipatan ini datang dengan harga yang sangat mahal. iPhone Fold diprediksi akan dibanderol mulai dari USD2.400 atau setara Rp38,4 juta.Harga ini menempatkan iPhone Fold jauh di atas segmen pasar flagship biasa, masuk ke kategori barang mewah (luxury goods).
Apple tampaknya bertaruh bahwa konsumen rela membayar mahal demi mendapatkan ponsel lipat yang "sempurna" tanpa cacat visual.
Hubungan Benci-Rindu Samsung dan Apple
Fenomena ini kembali menyoroti hubungan simbiosis mutualisme yang unik antara Samsung dan Apple. Di satu sisi, Samsung Mobile Experience (MX) adalah kompetitor terberat Apple. Namun di sisi lain, Samsung Display adalah pemasok utama layar bagi iPhone.Ice Universe mencatat bahwa teknologi layar tanpa lipatan ini bisa saja digunakan oleh Samsung untuk produk Wide Fold mereka sendiri, namun hanya jika divisi seluler Samsung bersedia membayar harga premium untuk panel tersebut.
Ada kemungkinan besar teknologi terbaik ini justru debut duluan di iPhone Fold karena Apple berani membayar lebih mahal untuk mengamankan pasokan eksklusif.
Analis ternama Ming-Chi Kuo memproyeksikan dimensi iPhone Fold akan memiliki ketebalan 9mm–9,5mm saat ditutup dan 4,5mm–4,8mm saat dibuka.
Secara komparatif, ini membuatnya sedikit lebih tebal dari Galaxy Z Fold 7, namun lebih tipis dibandingkan Pixel 10 Pro Fold.
Tahun 2026 akan menjadi medan pembuktian: apakah layar tanpa lipatan ini cukup untuk membuat pengguna Android beralih, atau harga Rp38 juta akan menjadi tembok penghalang yang terlalu tinggi bahkan bagi "Apple Fanboy" sekalipun.
(dan)
Lihat Juga :