China Ciptakan Kulit Buatan Supaya Robot bisa Merasakan Nyeri dan Kesakitan

Jum'at, 02 Januari 2026 - 10:39 WIB
loading...
China Ciptakan Kulit...
Ilustrasi struktur kulit elektronik neuromorfik pada tangan robot; teknologi ini memungkinkan mesin merespons rangsangan nyeri dengan refleks cepat tanpa melalui pemrosesan data di otak utama. Foto: ist
A A A
BEIJING - Imajinasi fiksi ilmiah tentang robot yang bisa merasakan sakit kini bukan lagi sekadar khayalan. Di pengujung 2025, para peneliti di China berhasil menembus batas teknologi dengan menciptakan kulit elektronik neuromorfik (Neuromorphic Robotic E-Skin atau NRE-skin).

Inovasi ini memungkinkan robot humanoid memiliki refleks biologis layaknya manusia: menarik diri seketika saat menyentuh benda tajam atau berbahaya, bahkan sebelum "otak" digital mereka sempat memproses apa yang terjadi.
Terobosan yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences ini menjawab tantangan terbesar dalam evolusi robotika modern.

Selama ini, robot adalah entitas yang "bebal"; ketika sensor mereka mendeteksi tekanan berlebih, data harus dikirim ke unit pemrosesan pusat (CPU), dianalisis, baru kemudian perintah motorik dikirim balik untuk bergerak.

Jeda waktu atau latensi ini, meski hanya sepersekian detik, seringkali fatal dan menyebabkan kerusakan pada robot maupun manusia di sekitarnya.

Mimikri Sistem Saraf Manusia

Kulit elektronik baru ini bekerja dengan memotong birokrasi data tersebut. Alih-alih bergantung pada pemrosesan terpusat yang lambat, NRE-skin meniru arsitektur sistem saraf manusia.

Sama seperti saat tangan manusia menyentuh panci panas, saraf sensorik langsung mengirim sinyal ke sumsum tulang belakang untuk memicu refleks tarik tangan—bahkan sebelum otak sadar akan rasa sakit itu—kulit robot ini pun demikian.

Ia menggunakan arsitektur hierarkis yang terinspirasi dari jaringan saraf biologis untuk mengubah input sentuhan menjadi rangkaian pulsa listrik.

Secara spesifikasi, kulit canggih ini dibangun dari empat lapisan. Lapisan terluar bertindak sebagai epidermis pelindung, sementara di bawahnya tertanam sensor dan sirkuit yang berperilaku layaknya saraf sensorik. Sistem ini secara konstan memantau tekanan, gaya, dan integritas struktural robot.

Mekanisme "Rasa Sakit" dan Refleks Kilat

Dalam kondisi normal tanpa sentuhan, kulit ini mengirimkan pulsa listrik periodik ke prosesor pusat, sebuah sinyal "detak jantung" yang memberitahu sistem bahwa kondisi fisik robot aman dan berfungsi normal.

Namun, ketika terjadi kontak fisik yang berbahaya—misalnya tusukan atau tekanan ekstrem yang melampaui ambang batas—mekanisme pertahanan aktif. Sistem akan langsung mengirimkan sinyal bertegangan tinggi (high-voltage signal) langsung ke motor penggerak robot. Sinyal ini memintas (bypass) prosesor pusat, memicu refleks instan seperti menarik lengan atau menghindar.

Jika kulit mengalami kerusakan atau sobek, pulsa listrik periodik akan berhenti total. Hal ini memungkinkan robot untuk segera menyadari adanya "luka" dan mengidentifikasi lokasi spesifik kerusakan tersebut secara presisi.

Masa Depan Robot Layanan

Pengembangan ini memiliki implikasi pasar yang masif, terutama di tahun 2026 di mana robot humanoid mulai bermigrasi dari pabrik tertutup menuju ruang publik, rumah sakit, dan rumah tangga.

"Desain ini secara signifikan meningkatkan kemampuan sentuhan robot, keselamatan, dan interaksi manusia-robot yang intuitif untuk robot layanan yang empatik," tulis tim peneliti dalam laporannya.

Dengan kemampuan mendeteksi cedera dan bereaksi terhadap rasa sakit, robot menjadi lebih aman beroperasi di dekat manusia. Risiko tabrakan tak sengaja yang melukai orang atau merusak komponen mahal robot dapat diminimalisasi secara drastis.

Selain itu, efisiensi perawatan juga menjadi sorotan. Kulit ini dirancang dengan sistem tambalan modular bermagnet. Artinya, jika ada bagian kulit yang rusak parah, teknisi tidak perlu membongkar seluruh lengan robot. Bagian yang "luka" cukup dilepas dan diganti dengan modul baru dalam hitungan detik, mirip seperti mengganti plester luka, namun pada mesin berteknologi tinggi.

Saat ini, tim peneliti sedang berfokus meningkatkan sensitivitas sistem agar mampu memproses banyak titik sentuhan secara bersamaan (multiple simultaneous touch points). Jika ini tercapai, robot masa depan tidak hanya akan pintar secara kognitif, tetapi juga peka secara fisik, mengaburkan batas antara mesin dan organisme hidup.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Hyundai Motor Siap Menjual...
Hyundai Motor Siap Menjual Bebas Robot Humanoid
Mengapa Robot Bisa Bikin...
Mengapa Robot Bisa Bikin Perang Semakin Menjadi Lebih Dahsyat?
Atur Lalu Lintas, China...
Atur Lalu Lintas, China Resmi Terjunkan Robot Polisi di Jalan
AS Siap Beri Pelajaran...
AS Siap Beri Pelajaran Robot-robot Canggih Buatan China
BYD Umumkan Akan Jualan...
BYD Umumkan Akan Jualan Robot Humanoid lewat Dealer Mobil
5 Keunggulan Robot...
5 Keunggulan Robot Humanoid MK-1 yang Dijuluki Prajurit Super AS
Robot BMW Umumkan Pensiun...
Robot BMW Umumkan Pensiun setelah 11 Bulan Produksi 30 Ribu Mobil
Rekomendasi
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved