China Ciptakan Kulit Buatan Supaya Robot bisa Merasakan Nyeri dan Kesakitan

Jum'at, 02 Januari 2026 - 10:39 WIB
loading...
A A A
Ia menggunakan arsitektur hierarkis yang terinspirasi dari jaringan saraf biologis untuk mengubah input sentuhan menjadi rangkaian pulsa listrik.

Secara spesifikasi, kulit canggih ini dibangun dari empat lapisan. Lapisan terluar bertindak sebagai epidermis pelindung, sementara di bawahnya tertanam sensor dan sirkuit yang berperilaku layaknya saraf sensorik. Sistem ini secara konstan memantau tekanan, gaya, dan integritas struktural robot.

Mekanisme "Rasa Sakit" dan Refleks Kilat

Dalam kondisi normal tanpa sentuhan, kulit ini mengirimkan pulsa listrik periodik ke prosesor pusat, sebuah sinyal "detak jantung" yang memberitahu sistem bahwa kondisi fisik robot aman dan berfungsi normal.

Namun, ketika terjadi kontak fisik yang berbahaya—misalnya tusukan atau tekanan ekstrem yang melampaui ambang batas—mekanisme pertahanan aktif. Sistem akan langsung mengirimkan sinyal bertegangan tinggi (high-voltage signal) langsung ke motor penggerak robot. Sinyal ini memintas (bypass) prosesor pusat, memicu refleks instan seperti menarik lengan atau menghindar.

Jika kulit mengalami kerusakan atau sobek, pulsa listrik periodik akan berhenti total. Hal ini memungkinkan robot untuk segera menyadari adanya "luka" dan mengidentifikasi lokasi spesifik kerusakan tersebut secara presisi.

Masa Depan Robot Layanan

Pengembangan ini memiliki implikasi pasar yang masif, terutama di tahun 2026 di mana robot humanoid mulai bermigrasi dari pabrik tertutup menuju ruang publik, rumah sakit, dan rumah tangga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Hyundai Motor Siap Menjual...
Hyundai Motor Siap Menjual Bebas Robot Humanoid
Mengapa Robot Bisa Bikin...
Mengapa Robot Bisa Bikin Perang Semakin Menjadi Lebih Dahsyat?
Atur Lalu Lintas, China...
Atur Lalu Lintas, China Resmi Terjunkan Robot Polisi di Jalan
AS Siap Beri Pelajaran...
AS Siap Beri Pelajaran Robot-robot Canggih Buatan China
BYD Umumkan Akan Jualan...
BYD Umumkan Akan Jualan Robot Humanoid lewat Dealer Mobil
5 Keunggulan Robot...
5 Keunggulan Robot Humanoid MK-1 yang Dijuluki Prajurit Super AS
Robot BMW Umumkan Pensiun...
Robot BMW Umumkan Pensiun setelah 11 Bulan Produksi 30 Ribu Mobil
Rekomendasi
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
BMW Bedah M Concept...
BMW Bedah M Concept Neue Klasse, Sedan Listrik Tulen Berdesain Agresif
Berita Terkini
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved