Bocoran iPhone Fold 2026: Bodi Tipis 4,5 mm, Harga Rp40 Juta, dan Desain Engsel Logam Cair
Rabu, 31 Desember 2025 - 11:41 WIB
loading...
Bocoran terbaru ungkap desain iPhone Fold 2026 yang mengusung layar bebas lipatan berkat engsel liquid metal, bodi super tipis 4,5 mm, kembalinya Touch IDE. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Desas-desus mengenai perangkat lipat (foldable) pertama dari Apple kini bukan lagi sekadar isapan jempol belaka. Menjelang pergantian tahun, bocoran paling signifikan mengenai "iPhone Fold" akhirnya mencuat ke permukaan, memberikan gambaran utuh tentang pertaruhan terbesar Apple di dekade ini.
Bocoran terbaru dari analis teknologi, Jon Prosser, tidak hanya menampilkan desain visual yang memukau, tetapi juga spesifikasi kunci yang berpotensi mengubah peta persaingan ponsel lipat global.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube FrontPageTech miliknya, Prosser—sosok yang pernah digugat Apple pada Juli lalu terkait kebocoran iOS 26 dan Liquid Glass—memamerkan rendernya dalam bentuk 3D.
Jika klaim ini akurat, iPhone Fold dijadwalkan meluncur pada musim gugur tahun depan, bersamaan dengan peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Secara komparatif, ukuran ini memang sedikit lebih kecil dibandingkan rival utamanya, Samsung Galaxy Z Fold 7 dan Google Pixel 10 Pro Fold, yang masing-masing menawarkan layar dalam 8 inci.
Namun, Apple tampaknya tidak bermain di ranah ukuran, melainkan kualitas. Mengamini laporan dari analis Bloomberg Mark Gurman dan analis Apple Ming-Chi Kuo, Prosser menyebut bahwa Apple telah berhasil mengatasi titik nyeri (pain point) terbesar dari ponsel lipat saat ini: garis lipatan di tengah layar.
Apple dilaporkan menggunakan teknologi engsel revolusioner yang memanfaatkan pelat logam khusus untuk menyebarkan tekanan saat layar ditekuk, dipadukan dengan material logam cair (liquid metal) pada mekanismenya.
Hasilnya adalah layar yang benar-benar mulus tanpa "parit" atau crease yang selama ini mengganggu estetika dan pengalaman pengguna ponsel lipat Android.
Bocoran lain yang tak kalah menarik adalah konfigurasi kamera dan keamanan. Ponsel ini akan dibekali empat kamera canggih dan modem C2 terbaru yang diklaim mampu mengoptimalkan daya tahan baterai, sebuah isu krusial bagi perangkat berlayar ganda.
Menariknya, Apple dikabarkan akan menghidupkan kembali fitur Touch ID. Fitur pemindai sidik jari yang absen di jajaran iPhone flagship modern ini akan diintegrasikan kembali pada tombol daya (power button) di bagian atas ponsel, memberikan opsi biometrik alternatif selain Face ID.
Rentang harga ini menempatkan iPhone Fold di puncak piramida harga ponsel pintar, setara atau bahkan lebih mahal dibandingkan Samsung Galaxy Z Fold 7 yang dijual mulai USD1.999 (Rp 32 juta) dan Google Pixel 10 Pro Fold seharga USD1.800 (Rp28,8 juta).
Harga setinggi ini berpotensi menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, Apple memiliki basis pengguna loyal yang mendambakan integrasi ekosistem iOS dalam format lipat. Namun, di sisi lain, kompetitor seperti Samsung telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam menyempurnakan produk lipat mereka dengan harga yang kini relatif lebih "terjangkau".
Tersedia dalam dua pilihan warna klasik, hitam dan putih, iPhone Fold tampaknya diposisikan sebagai perangkat ultra-premium yang mengutamakan elegansi dan fungsionalitas tanpa kompromi.
Kita harus menunggu hingga September 2026 untuk membuktikan apakah render visual dan janji layar tanpa lipatan ini benar-benar mewujud nyata, atau sekadar angan-angan teknologi.
Bocoran terbaru dari analis teknologi, Jon Prosser, tidak hanya menampilkan desain visual yang memukau, tetapi juga spesifikasi kunci yang berpotensi mengubah peta persaingan ponsel lipat global.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube FrontPageTech miliknya, Prosser—sosok yang pernah digugat Apple pada Juli lalu terkait kebocoran iOS 26 dan Liquid Glass—memamerkan rendernya dalam bentuk 3D.
Jika klaim ini akurat, iPhone Fold dijadwalkan meluncur pada musim gugur tahun depan, bersamaan dengan peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Mengusir "Hantu" Lipatan Layar
Spesifikasi layar menjadi sorotan utama. iPhone Fold dikabarkan mengusung layar penutup (cover display) berukuran 5,5 inci dan layar utama bagian dalam seluas 7,8 inci yang menyerupai iPad saat dibentangkan.Secara komparatif, ukuran ini memang sedikit lebih kecil dibandingkan rival utamanya, Samsung Galaxy Z Fold 7 dan Google Pixel 10 Pro Fold, yang masing-masing menawarkan layar dalam 8 inci.
Namun, Apple tampaknya tidak bermain di ranah ukuran, melainkan kualitas. Mengamini laporan dari analis Bloomberg Mark Gurman dan analis Apple Ming-Chi Kuo, Prosser menyebut bahwa Apple telah berhasil mengatasi titik nyeri (pain point) terbesar dari ponsel lipat saat ini: garis lipatan di tengah layar.
Apple dilaporkan menggunakan teknologi engsel revolusioner yang memanfaatkan pelat logam khusus untuk menyebarkan tekanan saat layar ditekuk, dipadukan dengan material logam cair (liquid metal) pada mekanismenya.
Hasilnya adalah layar yang benar-benar mulus tanpa "parit" atau crease yang selama ini mengganggu estetika dan pengalaman pengguna ponsel lipat Android.
Rekayasa Dimensi dan Kembalinya Fitur Klasik
Dari segi fisik, iPhone Fold dirancang untuk menjadi keajaiban teknik. Ketebalannya hanya 9 milimeter (mm) saat tertutup dan menipis drastis menjadi 4,5 mm saat terbuka. Angka ini bahkan lebih tipis dibandingkan iPhone Air yang memiliki ketebalan 5,6 mm, serta bersaing ketat dengan Galaxy Z Fold 7 yang memiliki ketebalan 4,2 mm saat terbuka dan 8,9 mm saat tertutup.Bocoran lain yang tak kalah menarik adalah konfigurasi kamera dan keamanan. Ponsel ini akan dibekali empat kamera canggih dan modem C2 terbaru yang diklaim mampu mengoptimalkan daya tahan baterai, sebuah isu krusial bagi perangkat berlayar ganda.
Menariknya, Apple dikabarkan akan menghidupkan kembali fitur Touch ID. Fitur pemindai sidik jari yang absen di jajaran iPhone flagship modern ini akan diintegrasikan kembali pada tombol daya (power button) di bagian atas ponsel, memberikan opsi biometrik alternatif selain Face ID.
Harga Premium
Dengan segala kecanggihan tersebut, Apple mematok harga yang tidak main-main. Prosser memperkirakan iPhone Fold akan dibanderol di kisaran USD2.000-USD2.500 (Rp32 juta hingga Rp40 juta). Di Indonesia, bisa saja tambus Rp50 jutaan.Rentang harga ini menempatkan iPhone Fold di puncak piramida harga ponsel pintar, setara atau bahkan lebih mahal dibandingkan Samsung Galaxy Z Fold 7 yang dijual mulai USD1.999 (Rp 32 juta) dan Google Pixel 10 Pro Fold seharga USD1.800 (Rp28,8 juta).
Harga setinggi ini berpotensi menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, Apple memiliki basis pengguna loyal yang mendambakan integrasi ekosistem iOS dalam format lipat. Namun, di sisi lain, kompetitor seperti Samsung telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam menyempurnakan produk lipat mereka dengan harga yang kini relatif lebih "terjangkau".
Tersedia dalam dua pilihan warna klasik, hitam dan putih, iPhone Fold tampaknya diposisikan sebagai perangkat ultra-premium yang mengutamakan elegansi dan fungsionalitas tanpa kompromi.
Kita harus menunggu hingga September 2026 untuk membuktikan apakah render visual dan janji layar tanpa lipatan ini benar-benar mewujud nyata, atau sekadar angan-angan teknologi.
(dan)
Lihat Juga :