ITSEC Asia Tutup 2025 dengan Agresif: AI Jadi Senjata Utama, Akademi Siber Jadi Kunci
Selasa, 30 Desember 2025 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
“Tahun 2025 adalah mengenai eksekusi dan relevansi,” ujar Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Dannacher.
“Kami memperkuat layanan dan kinerja keuangan, sekaligus berfokus pada AI, bukan hanya sebagai jargon, tetapi sebagai kemampuan nyata yang dapat membantu organisasi mendeteksi ancaman lebih cepat, merespons dengan lebih cerdas dan mengukur tingkat keamanan.”
Pertama, penerapan Agentic AI untuk percepatan siklus. Teknologi ini mampu mengubah sinyal bahaya (alert) menjadi tindakan prioritas secara otonom, memangkas waktu dari deteksi hingga pengambilan keputusan.
Kedua, peningkatan akurasi deteksi. Analisis AI yang lebih cerdas digunakan untuk membaca pola ancaman yang terus berevolusi, yang mungkin luput dari pemantauan konvensional.
Ketiga, efisiensi Security Operations Center (SOC). ITSEC melakukan otomatisasi ekstensif pada alur kerja keamanan siber, memungkinkan tim keamanan manusia bekerja lebih efisien tanpa terbebani tugas repetitif.
Keempat, tata kelola AI. Perusahaan mendukung penggunaan AI yang aman dan patuh standar industri terdepan, memastikan teknologi ini tidak menjadi "senjata makan tuan".
“Kami memperkuat layanan dan kinerja keuangan, sekaligus berfokus pada AI, bukan hanya sebagai jargon, tetapi sebagai kemampuan nyata yang dapat membantu organisasi mendeteksi ancaman lebih cepat, merespons dengan lebih cerdas dan mengukur tingkat keamanan.”
AI Sebagai "Force Multiplier": dari Sinyal Menjadi Keputusan
Poin paling menonjol dalam laporan kinerja 2025 ini adalah transformasi teknologi yang dilakukan ITSEC. Di saat banyak perusahaan teknologi masih meraba-raba pemanfaatan AI, ITSEC Asia mengklaim menanamkan kecerdasan buatan sebagai force multiplier atau pengali kekuatan yang praktis dalam ekosistem keamanannya.Pertama, penerapan Agentic AI untuk percepatan siklus. Teknologi ini mampu mengubah sinyal bahaya (alert) menjadi tindakan prioritas secara otonom, memangkas waktu dari deteksi hingga pengambilan keputusan.
Kedua, peningkatan akurasi deteksi. Analisis AI yang lebih cerdas digunakan untuk membaca pola ancaman yang terus berevolusi, yang mungkin luput dari pemantauan konvensional.
Ketiga, efisiensi Security Operations Center (SOC). ITSEC melakukan otomatisasi ekstensif pada alur kerja keamanan siber, memungkinkan tim keamanan manusia bekerja lebih efisien tanpa terbebani tugas repetitif.
Keempat, tata kelola AI. Perusahaan mendukung penggunaan AI yang aman dan patuh standar industri terdepan, memastikan teknologi ini tidak menjadi "senjata makan tuan".
Lihat Juga :