Bangun Rumah Rp1,76 Triliun Selama 8 Tahun, Zuckerberg Bagikan Headphone dan Donat ke Tetangga yang Protes
Jum'at, 26 Desember 2025 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Di bawah permukaan tanah Palo Alto, Zuckerberg menambahkan ruang bawah tanah seluas 7.000 kaki persegi (sekitar 650 meter persegi).
Bagi warga sekitar, struktur masif ini lebih menyerupai sebuah "bunker" atau "Bat Cave" milik miliarder ketimbang ruang utilitas biasa.
Luas ini bahkan melampaui struktur bawah tanah seluas 5.000 kaki persegi (sekitar 464 meter persegi) yang ia bangun di perkebunan seluas 2.300 hektar miliknya di Kauai, Hawaii, yang juga sempat memicu kontroversi lokal.
Dalam upaya meredam gejolak sosial ini, staf Zuckerberg tidak hanya membagikan headphone. Ia juga mengirimkan botol-botol sparkling wine dan kotak-kotak donat Krispy Kreme saat periode konstruksi sedang berada di puncak kebisingannya.
Namun, gestur manis ini dinilai tidak efektif menutupi transformasi negatif lingkungan mereka.
Warga mengeluhkan ketidakhadiran pemilik (absentee ownership), barikade privasi yang kaku, serta kehadiran keamanan yang berlebihan, termasuk kamera pengintai yang mengarah ke properti tetangga dan patroli rutin penjaga keamanan swasta.
Bagi warga sekitar, struktur masif ini lebih menyerupai sebuah "bunker" atau "Bat Cave" milik miliarder ketimbang ruang utilitas biasa.
Luas ini bahkan melampaui struktur bawah tanah seluas 5.000 kaki persegi (sekitar 464 meter persegi) yang ia bangun di perkebunan seluas 2.300 hektar miliknya di Kauai, Hawaii, yang juga sempat memicu kontroversi lokal.
Delapan Tahun Kebisingan
Ketidakpuasan warga memuncak akibat durasi pengerjaan yang seolah tanpa akhir. Selama hampir delapan tahun, tetangga dipaksa hidup berdampingan dengan blokade jalan, puing-puing debu, dan kebisingan yang tiada henti.Dalam upaya meredam gejolak sosial ini, staf Zuckerberg tidak hanya membagikan headphone. Ia juga mengirimkan botol-botol sparkling wine dan kotak-kotak donat Krispy Kreme saat periode konstruksi sedang berada di puncak kebisingannya.
Namun, gestur manis ini dinilai tidak efektif menutupi transformasi negatif lingkungan mereka.
Warga mengeluhkan ketidakhadiran pemilik (absentee ownership), barikade privasi yang kaku, serta kehadiran keamanan yang berlebihan, termasuk kamera pengintai yang mengarah ke properti tetangga dan patroli rutin penjaga keamanan swasta.
Lihat Juga :