NVIDIA Akan Mengurangi Chip Grafik Gaming Tahun Depan
Minggu, 21 Desember 2025 - 08:24 WIB
loading...
Chip NVIIDIA GAME. FOTO/ THE VERGE
A
A
A
LONDON - Harga ponsel pintar, tablet, dan komputer diperkirakan akan naik tahun depan karena kekurangan chip memori akibat tingginya permintaan dari sektor pusat data kecerdasan buatan (AI).
Kekurangan chip memori diprediksi akan meningkatkan harga ponsel pintar, tablet, dan komputer tahun depan karena tingginya permintaan dari sektor pusat data kecerdasan buatan (AI).
NVIDIA diperkirakan akan mengurangi produksi kartu grafis gaming hingga 40 persen pada tahun 2026 karena masalah pasokan memori yang sebelumnya telah memengaruhi penjualan kartu grafis kepada pelanggan GPU mereka.
Meskipun pengurangan produksi NVIDIA diperkirakan tidak akan berdampak pada keuntungan perusahaan, hal ini memberi AMD dan Intel kesempatan untuk menarik komunitas game dengan mengambil alih pasar kartu grafis gaming global yang sebelumnya didominasi oleh NVIDIA.
Situasi ini kini memengaruhi industri game ketika NVIDIA dilaporkan mengurangi produksi kartu grafis hingga 40 persen pada tahun 2026.
Menurut laporan PCGamer yang mengutip forum Board Channels di Tiongkok, produksi kartu grafis gaming NVIDIA diperkirakan akan menurun antara 30 dan 40 persen dibandingkan dengan total produksi pada tahun 2025.
Hal ini menyusul masalah pasokan memori yang sama yang sebelumnya menyebabkan NVIDIA tidak menjual kartu grafis dengan komponen memori kepada pelanggan GPU mereka.
Sejak muncul sebagai pemimpin dalam chip AI, NVIDIA telah menjadi perusahaan paling berharga di dunia, sementara bisnis GPU gaming bukan lagi fokus utama.
Segmen ini hanya menyumbang 8,7 persen dari pendapatan perusahaan tahun lalu.
Pengurangan produksi ini diperkirakan tidak akan memengaruhi keuntungan NVIDIA, tetapi membuka peluang bagi AMD dan Intel untuk menarik perhatian komunitas game.
Pada kuartal ketiga tahun 2025, NVIDIA menguasai 92 persen pasar kartu grafis gaming global. -
Kekurangan chip memori diprediksi akan meningkatkan harga ponsel pintar, tablet, dan komputer tahun depan karena tingginya permintaan dari sektor pusat data kecerdasan buatan (AI).
NVIDIA diperkirakan akan mengurangi produksi kartu grafis gaming hingga 40 persen pada tahun 2026 karena masalah pasokan memori yang sebelumnya telah memengaruhi penjualan kartu grafis kepada pelanggan GPU mereka.
Meskipun pengurangan produksi NVIDIA diperkirakan tidak akan berdampak pada keuntungan perusahaan, hal ini memberi AMD dan Intel kesempatan untuk menarik komunitas game dengan mengambil alih pasar kartu grafis gaming global yang sebelumnya didominasi oleh NVIDIA.
Situasi ini kini memengaruhi industri game ketika NVIDIA dilaporkan mengurangi produksi kartu grafis hingga 40 persen pada tahun 2026.
Menurut laporan PCGamer yang mengutip forum Board Channels di Tiongkok, produksi kartu grafis gaming NVIDIA diperkirakan akan menurun antara 30 dan 40 persen dibandingkan dengan total produksi pada tahun 2025.
Hal ini menyusul masalah pasokan memori yang sama yang sebelumnya menyebabkan NVIDIA tidak menjual kartu grafis dengan komponen memori kepada pelanggan GPU mereka.
Sejak muncul sebagai pemimpin dalam chip AI, NVIDIA telah menjadi perusahaan paling berharga di dunia, sementara bisnis GPU gaming bukan lagi fokus utama.
Segmen ini hanya menyumbang 8,7 persen dari pendapatan perusahaan tahun lalu.
Pengurangan produksi ini diperkirakan tidak akan memengaruhi keuntungan NVIDIA, tetapi membuka peluang bagi AMD dan Intel untuk menarik perhatian komunitas game.
Pada kuartal ketiga tahun 2025, NVIDIA menguasai 92 persen pasar kartu grafis gaming global. -
(wbs)
Lihat Juga :