TikTok Jatuh ke Pelukan Sahabat Benjamin Netanyahu: Waspada Israelisasi Algoritma dan Pembungkaman Suara Palestina
Jum'at, 19 Desember 2025 - 20:46 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pertemuan dengan para influencer di New York baru-baru ini, Netanyahu tanpa tedeng aling-aling menyebut media sosial sebagai "senjata" untuk mengamankan basis dukungan Israel.
Ia secara spesifik menunjuk TikTok sebagai "pembelian paling penting yang sedang terjadi saat ini." Baginya, penguasaan atas platform ini akan memberikan dampak yang sangat "konsekuensial" bagi kelangsungan narasi Israel.
"Jika kita bisa mengamankan pengaruh atas media sosial, kita akan mendapatkan banyak hal," ujar Netanyahu.
Fenomena yang disebut sebagai "Israelisasi" TikTok ini memicu ketakutan bahwa konten-konten yang menyuarakan penderitaan rakyat Palestina atau mengkritik kebijakan militer Israel akan ditekan (suppressed) oleh sistem, sementara narasi pro-Zionis akan diamplifikasi.
Selama konflik Gaza, TikTok menjadi salah satu platform utama di mana realitas kekejaman perang terekspos tanpa filter media massa konvensional.
Penguasaan Ellison atas TikTok berpotensi mengubah lanskap ini secara drastis. Algoritma yang seharusnya netral kini berada di bawah pengawasan perusahaan yang pendirinya menyumbang jutaan dolar untuk militer yang sedang disorot dunia karena dugaan kejahatan perang.
Bagi demokrasi, ini adalah preseden buruk. Ketika platform publik dikuasai oleh oligarki dengan agenda politik spesifik yang terafiliasi dengan negara asing, kebebasan berekspresi menjadi taruhannya.
Di tangan Ellison dan di bawah bayang-bayang Netanyahu, TikTok berisiko berubah dari ruang kreativitas menjadi alat propaganda canggih yang menyetir persepsi dunia sesuai keinginan Tel Aviv.
Ia secara spesifik menunjuk TikTok sebagai "pembelian paling penting yang sedang terjadi saat ini." Baginya, penguasaan atas platform ini akan memberikan dampak yang sangat "konsekuensial" bagi kelangsungan narasi Israel.
"Jika kita bisa mengamankan pengaruh atas media sosial, kita akan mendapatkan banyak hal," ujar Netanyahu.
Dampak Israelisasi: Pembungkaman Suara Palestina?
Dengan kendali algoritma yang kini berada di tangan Oracle, risiko manipulasi konten menjadi ancaman nyata.Fenomena yang disebut sebagai "Israelisasi" TikTok ini memicu ketakutan bahwa konten-konten yang menyuarakan penderitaan rakyat Palestina atau mengkritik kebijakan militer Israel akan ditekan (suppressed) oleh sistem, sementara narasi pro-Zionis akan diamplifikasi.
Selama konflik Gaza, TikTok menjadi salah satu platform utama di mana realitas kekejaman perang terekspos tanpa filter media massa konvensional.
Penguasaan Ellison atas TikTok berpotensi mengubah lanskap ini secara drastis. Algoritma yang seharusnya netral kini berada di bawah pengawasan perusahaan yang pendirinya menyumbang jutaan dolar untuk militer yang sedang disorot dunia karena dugaan kejahatan perang.
Bagi demokrasi, ini adalah preseden buruk. Ketika platform publik dikuasai oleh oligarki dengan agenda politik spesifik yang terafiliasi dengan negara asing, kebebasan berekspresi menjadi taruhannya.
Di tangan Ellison dan di bawah bayang-bayang Netanyahu, TikTok berisiko berubah dari ruang kreativitas menjadi alat propaganda canggih yang menyetir persepsi dunia sesuai keinginan Tel Aviv.
(dan)
Lihat Juga :