Lupakan Gerai HP Kaku dan Membosankan, Oppo Flagship Store Ajak Pengunjung Ngopi Bareng Robot Penari
Selasa, 16 Desember 2025 - 18:00 WIB
loading...
Bukan sekadar toko ponsel, Oppo Flagship Store Gandaria City hadirkan revolusi retail dengan robot penari, kafe, dan area hangout yang memanusiakan teknologi. Foto: Oppo Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Lupakan kesan kaku etalase kaca yang dingin atau desakan pramuniaga yang berburu transaksi.
Di Gandaria City, Oppo justru menyulap gerai ponsel menjadi ruang tamu futuristik, di mana robot menari menyambut tamu dan aroma kopi menggantikan bau kardus gawai baru.
Di tengah gempuran belanja daring yang kian masif, Oppo mengambil langkah berani dengan meredefinisi ulang konsep toko fisik lewat Oppo Flagship Store Gandaria City.
Mengusung filosofi "Technology & Humanity", gerai ini tidak lagi sekadar tempat jual-beli, melainkan bertransformasi menjadi "ruang hidup ketiga"— destinasi sosial bagi kaum urban untuk singgah, berinteraksi, dan merayakan teknologi dengan cara yang hangat.
Pergeseran dari Transaksi ke Interaksi
Langkah Oppo ini merupakan respons cerdas terhadap kejenuhan pasar retail konvensional. Konsumen modern, khususnya Generasi Z dan Milenial, tak lagi mencari produk semata, melainkan pengalaman (experience).
Patrick Owen, Vice President Oppo Indonesia, menegaskan visi ini. "Di sini, teknologi tidak berdiri sendiri, tetapi hadir berdampingan dengan sisi humanis yang membuat orang ingin berlama-lama," ujarnya.
Strategi ini terlihat jelas dari penyediaan fasilitas non-transaksional seperti area lounge luas, co-working space, hingga Finders Café. Oppo seolah ingin menyampaikan pesan: silakan datang, duduk, bekerja, dan nikmati kopi, tanpa tekanan untuk membeli.
Primadona Humanoid dan Personalisasi 3D
Daya tarik utama toko ini terletak pada sesosok pemandu yang tak biasa: robot humanoid.
Bukan sekadar pajangan, robot ini dibekali spesifikasi 43 degrees of freedom (derajat kebebasan gerak).
Angka teknis ini bermakna robot tersebut memiliki keluesan sendi yang luar biasa, memungkinkannya menari lincah mengikuti irama musik yang dikendalikan via perangkat Oppo, serta berinteraksi dengan pengunjung. Ini adalah simbolisasi bagaimana teknologi masa depan dapat tampil bersahabat dan menghibur.
Tak hanya robot, Oppo juga memanjakan hasrat personalisasi anak muda lewat fasilitas 3D printing canggih.
Di sini, pengunjung tak hanya membeli aksesori jadi, tetapi bisa merancang sendiri, menambahkan nama, dan menyaksikan langsung proses pencetakannya. Perpaduan antara inovasi teknologi dan ekspresi jati diri.
Sentuhan Lokal
Meski sarat teknologi, Oppo tak melupakan akar budaya. Desain interior toko secara apik mengawinkan elemen modern dengan kearifan lokal.
Anyaman rotan menghiasi area coffee bar, sementara bagian belakang toko dipercantik dengan "Jakarta Green Wall".
Dinding hijau ini memadukan tanaman asli dan material alami, menciptakan oase visual yang merefleksikan karakter kota Jakarta yang dinamis namun tetap merindukan alam.
Kenyamanan pengunjung dijaga detail demi detail, mulai dari fasilitas pengisian daya gratis (free charging) hingga kehadiran maskot ikonik "Ollie" dalam ukuran raksasa di pintu masuk yang siap menyambut dengan nuansa ceria.
"Kami ingin menunjukkan bahwa masa depan retail bukan hanya tentang produk canggih, tetapi bagaimana teknologi bisa hadir lebih hangat dan bermakna," tutup Patrick Owen.
Di Gandaria City, Oppo justru menyulap gerai ponsel menjadi ruang tamu futuristik, di mana robot menari menyambut tamu dan aroma kopi menggantikan bau kardus gawai baru.
Di tengah gempuran belanja daring yang kian masif, Oppo mengambil langkah berani dengan meredefinisi ulang konsep toko fisik lewat Oppo Flagship Store Gandaria City.
Mengusung filosofi "Technology & Humanity", gerai ini tidak lagi sekadar tempat jual-beli, melainkan bertransformasi menjadi "ruang hidup ketiga"— destinasi sosial bagi kaum urban untuk singgah, berinteraksi, dan merayakan teknologi dengan cara yang hangat.
Pergeseran dari Transaksi ke Interaksi
![Lupakan Gerai HP Kaku dan Membosankan, Oppo Flagship Store Ajak Pengunjung Ngopi Bareng Robot Penari]()
Langkah Oppo ini merupakan respons cerdas terhadap kejenuhan pasar retail konvensional. Konsumen modern, khususnya Generasi Z dan Milenial, tak lagi mencari produk semata, melainkan pengalaman (experience).
Patrick Owen, Vice President Oppo Indonesia, menegaskan visi ini. "Di sini, teknologi tidak berdiri sendiri, tetapi hadir berdampingan dengan sisi humanis yang membuat orang ingin berlama-lama," ujarnya.
Strategi ini terlihat jelas dari penyediaan fasilitas non-transaksional seperti area lounge luas, co-working space, hingga Finders Café. Oppo seolah ingin menyampaikan pesan: silakan datang, duduk, bekerja, dan nikmati kopi, tanpa tekanan untuk membeli.
Primadona Humanoid dan Personalisasi 3D
![Lupakan Gerai HP Kaku dan Membosankan, Oppo Flagship Store Ajak Pengunjung Ngopi Bareng Robot Penari]()
Daya tarik utama toko ini terletak pada sesosok pemandu yang tak biasa: robot humanoid.
Bukan sekadar pajangan, robot ini dibekali spesifikasi 43 degrees of freedom (derajat kebebasan gerak).
Angka teknis ini bermakna robot tersebut memiliki keluesan sendi yang luar biasa, memungkinkannya menari lincah mengikuti irama musik yang dikendalikan via perangkat Oppo, serta berinteraksi dengan pengunjung. Ini adalah simbolisasi bagaimana teknologi masa depan dapat tampil bersahabat dan menghibur.
Tak hanya robot, Oppo juga memanjakan hasrat personalisasi anak muda lewat fasilitas 3D printing canggih.
Di sini, pengunjung tak hanya membeli aksesori jadi, tetapi bisa merancang sendiri, menambahkan nama, dan menyaksikan langsung proses pencetakannya. Perpaduan antara inovasi teknologi dan ekspresi jati diri.
Sentuhan Lokal
![Lupakan Gerai HP Kaku dan Membosankan, Oppo Flagship Store Ajak Pengunjung Ngopi Bareng Robot Penari]()
Meski sarat teknologi, Oppo tak melupakan akar budaya. Desain interior toko secara apik mengawinkan elemen modern dengan kearifan lokal.
Anyaman rotan menghiasi area coffee bar, sementara bagian belakang toko dipercantik dengan "Jakarta Green Wall".
Dinding hijau ini memadukan tanaman asli dan material alami, menciptakan oase visual yang merefleksikan karakter kota Jakarta yang dinamis namun tetap merindukan alam.
Kenyamanan pengunjung dijaga detail demi detail, mulai dari fasilitas pengisian daya gratis (free charging) hingga kehadiran maskot ikonik "Ollie" dalam ukuran raksasa di pintu masuk yang siap menyambut dengan nuansa ceria.
"Kami ingin menunjukkan bahwa masa depan retail bukan hanya tentang produk canggih, tetapi bagaimana teknologi bisa hadir lebih hangat dan bermakna," tutup Patrick Owen.
(dan)
Lihat Juga :