Kripto Berdarah: Bitcoin Terkapar di Level Rp1,47 Miliar, Suku Bunga Jepang Kembali Menghantui Pasar
Senin, 15 Desember 2025 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Kritik tajam patut dilayangkan pada kerapuhan struktur pasar kripto saat ini. Narasi "Bitcoin sebagai lindung nilai" seolah runtuh seketika ketika keran uang murah dari Jepang (Yen Carry Trade) terancam ditutup.
Sejarah mencatat, kenaikan suku bunga BOJ pada Maret, Juli 2024, dan Januari 2025 selalu memicu selloff (aksi jual massal) karena likuiditas global yang selama ini memompa aset berisiko ditarik pulang ke Negeri Sakura.
Bitcoin, ironisnya, masih berperilaku seperti aset spekulatif yang manja akan likuiditas fiat, bukan sebagai antitesis sistem keuangan.
Di sisi lain, pasar Amerika Serikat (AS) juga menyumbang ketidakpastian. Indikator tenaga kerja dan inflasi yang akan rilis menjadi penentu arah kebijakan The Fed, menambah beban ganda bagi pundak investor ritel yang cemas.
Di tengah tekanan pada Bitcoin, pasar altcoin justru mempertontonkan wajah aslinya sebagai arena judi . Volatilitas ekstrem masih menjadi raja.
Sejarah mencatat, kenaikan suku bunga BOJ pada Maret, Juli 2024, dan Januari 2025 selalu memicu selloff (aksi jual massal) karena likuiditas global yang selama ini memompa aset berisiko ditarik pulang ke Negeri Sakura.
Bitcoin, ironisnya, masih berperilaku seperti aset spekulatif yang manja akan likuiditas fiat, bukan sebagai antitesis sistem keuangan.
Di sisi lain, pasar Amerika Serikat (AS) juga menyumbang ketidakpastian. Indikator tenaga kerja dan inflasi yang akan rilis menjadi penentu arah kebijakan The Fed, menambah beban ganda bagi pundak investor ritel yang cemas.
Di tengah tekanan pada Bitcoin, pasar altcoin justru mempertontonkan wajah aslinya sebagai arena judi . Volatilitas ekstrem masih menjadi raja.
Lihat Juga :