Terhubung dengan Teknologi SCP, Fasilitas Palmeera Lounge Tunjang Keamanan Bandara
Rabu, 10 Desember 2025 - 10:15 WIB
loading...
Teknologi security check airport bandara. FOTO/ Science Alert
A
A
A
BANTEN - Dalam perjalanan penumpang di bandara, proses pemeriksaan keamanan biasanya dianggap sebagai salah satu titik paling menegangkan.
Dengan harus melepas sepatu, ikat pinggang, dan perhiasan, memisahkan barang bawaan ke dalam nampan, serta mengeluarkan barang elektronik dan cairan dari tas, antrean cenderung panjang, dan begitu pula ketidaksabaran penumpang.
Karena alasan ini, penerapan teknologi canggih di titik pemeriksaan telah menjadi prioritas bagi bandara dalam upaya untuk menciptakan atau mempertahankan keunggulan kompetitif.
Di sinilah tomografi komputer (CT) berperan. Biasanya digunakan di sektor medis, teknologi CT menghasilkan gambar sinar-X volumetrik 3D. Dalam konteks keamanan bandara, pemindai CT memungkinkan petugas keamanan untuk memeriksa bagasi dari setiap sudut.
Algoritma deteksi bahan peledak otomatis dan perangkat lunak pengenalan objek otomatis, yang dapat mendeteksi barang-barang terlarang seperti senjata, mendukung petugas dalam membuat keputusan yang cepat dan akurat. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga hasil keamanan.
Meningkatnya adopsi teknologi ini di seluruh dunia merupakan kabar baik bagi penumpang, karena pemindai CT menghilangkan kebutuhan untuk mengeluarkan cairan dan perangkat elektronik dari bagasi, secara drastis mengurangi waktu antrean, dan menciptakan pengalaman yang lebih lancar di pos pemeriksaan.
-Guna memberikan pengalaman yang tak terlupakan kepada jamaah yang ingin menjalankan ibadah Umroh dan Haji, Palmeera Lounge, sebagai layanan tempat tunggu waktu keberangkatan di Terminal 2F Gate 6 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kota Banten, memiliki sejumlah fasilitas premium layaknya hotel bintang lima.
“Kita tahu bahwa saat ini sebagian penerbangan untuk Umroh dan Haji dialokasikan melalui Terminal 2F gate 6 ini. Dengan adanya regulasi baru tersebut, kami Palmeera lounge hadir sebagai gerbang kelas dunia yang memberikan pelayanan yang terbaik dan inklusif bagi seluruh jamaaah diindonesia dan ini sebagai wujud penghormatan tertinggi kepada bangsa,” ungkap Tomi Isnawan, Managing Director Palmeera Lounge.
Lebih dari itu, untuk mereka yang memulai perjalanan melalui Palmeera Lounge, akan lebih mudah untuk mencapai pesawat, dikarenakan kami satu satunya Lounge di Terminal 2F yang memiliki area SCP ( Security Check Point ) dan langsung terhubung dengan TPI ( Tempat Pemeriksaan Imigrasi ), sehingga jamaah tidak harus berjalan kaki dengan jarak yang jauh.
Sejak diperkenalkan pada Juli 2024 lalu, Palmeera Lounge saat ini telah melakukan kolaborasi dengan berbagai Travel Agent yang biasa menangani jamaah Umroh dan Haji.
Adapun dua maskapai yang telah menuruti kehendak pemerintah Indonesia dalam hal perubahan terminal keberangkatan, yakni Lion Air dan Garuda Indonesia.
Sementara Saudi Airlines, hingga saat ini belum melakukan penyesuaian tersebut meskipun secara regulasi telah diminta oleh pemerintah untuk memindahkan keberangkatan jemaah Umroh dan Haji melalui Terminal 2F Gate 6.
“ Kami tentunya menyambut baik apabila Saudia Airlines segera bergabung dengan dua maskapai lainnya di Terminal 2F Gate 6. Hal tersebut tentu sejalan dengan keinginan dari pemerintah yang ingin melakukan sentralisasi urusan Umroh dan Haji melalui Terminal 2F Gate 6,” pungkas Tomi Isnawan.
Dengan harus melepas sepatu, ikat pinggang, dan perhiasan, memisahkan barang bawaan ke dalam nampan, serta mengeluarkan barang elektronik dan cairan dari tas, antrean cenderung panjang, dan begitu pula ketidaksabaran penumpang.
Karena alasan ini, penerapan teknologi canggih di titik pemeriksaan telah menjadi prioritas bagi bandara dalam upaya untuk menciptakan atau mempertahankan keunggulan kompetitif.
Di sinilah tomografi komputer (CT) berperan. Biasanya digunakan di sektor medis, teknologi CT menghasilkan gambar sinar-X volumetrik 3D. Dalam konteks keamanan bandara, pemindai CT memungkinkan petugas keamanan untuk memeriksa bagasi dari setiap sudut.
Algoritma deteksi bahan peledak otomatis dan perangkat lunak pengenalan objek otomatis, yang dapat mendeteksi barang-barang terlarang seperti senjata, mendukung petugas dalam membuat keputusan yang cepat dan akurat. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga hasil keamanan.
Meningkatnya adopsi teknologi ini di seluruh dunia merupakan kabar baik bagi penumpang, karena pemindai CT menghilangkan kebutuhan untuk mengeluarkan cairan dan perangkat elektronik dari bagasi, secara drastis mengurangi waktu antrean, dan menciptakan pengalaman yang lebih lancar di pos pemeriksaan.
-Guna memberikan pengalaman yang tak terlupakan kepada jamaah yang ingin menjalankan ibadah Umroh dan Haji, Palmeera Lounge, sebagai layanan tempat tunggu waktu keberangkatan di Terminal 2F Gate 6 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kota Banten, memiliki sejumlah fasilitas premium layaknya hotel bintang lima.
“Kita tahu bahwa saat ini sebagian penerbangan untuk Umroh dan Haji dialokasikan melalui Terminal 2F gate 6 ini. Dengan adanya regulasi baru tersebut, kami Palmeera lounge hadir sebagai gerbang kelas dunia yang memberikan pelayanan yang terbaik dan inklusif bagi seluruh jamaaah diindonesia dan ini sebagai wujud penghormatan tertinggi kepada bangsa,” ungkap Tomi Isnawan, Managing Director Palmeera Lounge.
Lebih dari itu, untuk mereka yang memulai perjalanan melalui Palmeera Lounge, akan lebih mudah untuk mencapai pesawat, dikarenakan kami satu satunya Lounge di Terminal 2F yang memiliki area SCP ( Security Check Point ) dan langsung terhubung dengan TPI ( Tempat Pemeriksaan Imigrasi ), sehingga jamaah tidak harus berjalan kaki dengan jarak yang jauh.
Sejak diperkenalkan pada Juli 2024 lalu, Palmeera Lounge saat ini telah melakukan kolaborasi dengan berbagai Travel Agent yang biasa menangani jamaah Umroh dan Haji.
Adapun dua maskapai yang telah menuruti kehendak pemerintah Indonesia dalam hal perubahan terminal keberangkatan, yakni Lion Air dan Garuda Indonesia.
Sementara Saudi Airlines, hingga saat ini belum melakukan penyesuaian tersebut meskipun secara regulasi telah diminta oleh pemerintah untuk memindahkan keberangkatan jemaah Umroh dan Haji melalui Terminal 2F Gate 6.
“ Kami tentunya menyambut baik apabila Saudia Airlines segera bergabung dengan dua maskapai lainnya di Terminal 2F Gate 6. Hal tersebut tentu sejalan dengan keinginan dari pemerintah yang ingin melakukan sentralisasi urusan Umroh dan Haji melalui Terminal 2F Gate 6,” pungkas Tomi Isnawan.
(wbs)
Lihat Juga :