Perkuat Benteng Digital Indonesia, Hypernet Technologies dan Fortinet Resmi Hadirkan SOC as a Service
Rabu, 10 Desember 2025 - 21:51 WIB
loading...
Chief Executive Officer Hypernet Technologies Sudianto Oei, bersama Country Director Fortinet Indonesia Edwin Lim, dan CTO Hypernet Technologies Sudino Oei. (Foto: dok Hypernet Technologies)
A
A
A
JAKARTA - Sebagai langkah strategis untuk mendukung terciptanya industri digital yang tangguh, aman, dan sehat, Hypernet Technologies dan raksasa keamanan siber global, Fortinet, hari ini secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menghadirkan layanan Security Operation Center (SOC) as a Service di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya kolektif memperkuat pertahanan siber bagi perusahaan-perusahaan di seluruh negeri.
Penandatanganan yang berlangsung di Sudirman 7.8 Building Tower 1 ini menandai bersatunya pemahaman lokal mendalam dari Hypernet dengan keunggulan teknologi keamanan siber kelas dunia dari Fortinet.
CTO Hypernet Technologies, Sudino Oei, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari evolusi layanan perusahaan. “Kolaborasi ini merupakan langkah strategis bagi Hypernet Technologies dalam meningkatkan kualitas layanan dan memperluas portofolio solusi teknologi kami. Dengan dukungan teknologi Fortinet, kami siap memberikan layanan keamanan siber yang lebih optimal dan efisien bagi para klien,” ujarnya.
Solusi End-to-End: Dari Eksternal Hingga Internal
Menanggapi cepatnya ancaman siber yang selalu mengintai, CEO Hypernet Technologies, Sudianto Oei, menjelaskan mengapa layanan SOC ini menjadi sangat krusial. Menurutnya, sebagai penyedia infrastruktur jaringan, Hypernet biasanya hanya mampu melindungi pelanggan dari ancaman eksternal sebelum koneksi masuk ke jaringan internal.
“Nah, itu harus dilakukan proteksi dari internal. Jadi, perlindungan service duty yang kita offer ke pelanggan itu memang banyak solusi end-to-end, eksternal dan internal,” ucap Sudianto.
![Perkuat Benteng Digital Indonesia, Hypernet Technologies dan Fortinet Resmi Hadirkan SOC as a Service]()
Jajaran Direksi Hypernet Technologies, Defend IT360, dan Fortinet. (Foto: dok iNews Media Group)
Sementara itu, Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim, menyambut antusias kemitraan ini. “Kombinasi antara pengalaman global Fortinet dan pemahaman lokal Hypernet Technologies memungkinkan kami untuk memberikan layanan yang tepat sasaran dengan kebutuhan bisnis di Indonesia,” jelas Edwin, menyoroti relevansi solusi ini bagi pasar domestik.
Keamanan Siber yang Lebih Terjangkau
Salah satu hambatan terbesar bagi perusahaan, terutama Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dalam mengimplementasikan keamanan siber adalah tingginya biaya investasi awal. Sudianto Oei memaparkan bahwa investasi cyber security tradisional seperti server dan network cukup tinggi, sehingga diperlukan solusi yang memiliki skala ekonomi yang lebih baik.
Inilah misi utama di balik SOC as a Service ini. Dengan mensentralisasi Security Operation Center di pusat data dan operasional Hypernet, dan didukung teknologi Fortinet, perusahaan dapat melakukan sharing cost.
“User tadi tidak perlu investasi semua 100 persen. Tapi secara benefit protection-nya sama persis seperti yang investasi sendiri dalam ekosistem ini,” tegasnya.
Solusi ini mencakup pengawasan keamanan 24/7, analisis ancaman secara real-time, serta rekomendasi remediasi yang cepat dan efektif. Ini memungkinkan perusahaan tetap fokus pada bisnis inti mereka tanpa harus terbebani oleh risiko keamanan yang kompleks. Untuk memastikan eksekusi yang optimal, Hypernet Technologies menunjuk Defend IT360 sebagai strategic partner pelaksana yang memiliki tim ahli tersertifikasi dalam layanan ini.
Layanan SOC as a Service ini akan memanfaatkan sederet teknologi unggulan Fortinet, termasuk FortiAnalyzer (untuk pelaporan mendalam), FortiSIEM (manajemen peristiwa keamanan terintegrasi), FortiRecon (pemantauan risiko aset digital), FortiGate (Next Gen Firewall), FortiWeb (keamanan aplikasi web), FortiMail (perlindungan email), dan FortiClient (keamanan endpoint).
Inisiatif ini menegaskan komitmen kedua perusahaan dalam mendukung visi nasional untuk menciptakan lingkungan bisnis yang aman dan terpercaya, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan Indonesia sebagai pilar utama ekonomi digital.
Penandatanganan yang berlangsung di Sudirman 7.8 Building Tower 1 ini menandai bersatunya pemahaman lokal mendalam dari Hypernet dengan keunggulan teknologi keamanan siber kelas dunia dari Fortinet.
CTO Hypernet Technologies, Sudino Oei, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari evolusi layanan perusahaan. “Kolaborasi ini merupakan langkah strategis bagi Hypernet Technologies dalam meningkatkan kualitas layanan dan memperluas portofolio solusi teknologi kami. Dengan dukungan teknologi Fortinet, kami siap memberikan layanan keamanan siber yang lebih optimal dan efisien bagi para klien,” ujarnya.
Solusi End-to-End: Dari Eksternal Hingga Internal
Menanggapi cepatnya ancaman siber yang selalu mengintai, CEO Hypernet Technologies, Sudianto Oei, menjelaskan mengapa layanan SOC ini menjadi sangat krusial. Menurutnya, sebagai penyedia infrastruktur jaringan, Hypernet biasanya hanya mampu melindungi pelanggan dari ancaman eksternal sebelum koneksi masuk ke jaringan internal.
“Nah, itu harus dilakukan proteksi dari internal. Jadi, perlindungan service duty yang kita offer ke pelanggan itu memang banyak solusi end-to-end, eksternal dan internal,” ucap Sudianto.

Jajaran Direksi Hypernet Technologies, Defend IT360, dan Fortinet. (Foto: dok iNews Media Group)
Sementara itu, Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim, menyambut antusias kemitraan ini. “Kombinasi antara pengalaman global Fortinet dan pemahaman lokal Hypernet Technologies memungkinkan kami untuk memberikan layanan yang tepat sasaran dengan kebutuhan bisnis di Indonesia,” jelas Edwin, menyoroti relevansi solusi ini bagi pasar domestik.
Keamanan Siber yang Lebih Terjangkau
Salah satu hambatan terbesar bagi perusahaan, terutama Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dalam mengimplementasikan keamanan siber adalah tingginya biaya investasi awal. Sudianto Oei memaparkan bahwa investasi cyber security tradisional seperti server dan network cukup tinggi, sehingga diperlukan solusi yang memiliki skala ekonomi yang lebih baik.
Inilah misi utama di balik SOC as a Service ini. Dengan mensentralisasi Security Operation Center di pusat data dan operasional Hypernet, dan didukung teknologi Fortinet, perusahaan dapat melakukan sharing cost.
“User tadi tidak perlu investasi semua 100 persen. Tapi secara benefit protection-nya sama persis seperti yang investasi sendiri dalam ekosistem ini,” tegasnya.
Solusi ini mencakup pengawasan keamanan 24/7, analisis ancaman secara real-time, serta rekomendasi remediasi yang cepat dan efektif. Ini memungkinkan perusahaan tetap fokus pada bisnis inti mereka tanpa harus terbebani oleh risiko keamanan yang kompleks. Untuk memastikan eksekusi yang optimal, Hypernet Technologies menunjuk Defend IT360 sebagai strategic partner pelaksana yang memiliki tim ahli tersertifikasi dalam layanan ini.
Layanan SOC as a Service ini akan memanfaatkan sederet teknologi unggulan Fortinet, termasuk FortiAnalyzer (untuk pelaporan mendalam), FortiSIEM (manajemen peristiwa keamanan terintegrasi), FortiRecon (pemantauan risiko aset digital), FortiGate (Next Gen Firewall), FortiWeb (keamanan aplikasi web), FortiMail (perlindungan email), dan FortiClient (keamanan endpoint).
Inisiatif ini menegaskan komitmen kedua perusahaan dalam mendukung visi nasional untuk menciptakan lingkungan bisnis yang aman dan terpercaya, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan Indonesia sebagai pilar utama ekonomi digital.
(unt)
Lihat Juga :