Ilmuwan Temukan Kehidupan dalam Sampel Asteroid Bennu
Minggu, 07 Desember 2025 - 21:44 WIB
loading...
Asteroid Bennu. FOTO/ Times of india
A
A
A
LONDON - Misi OSIRIS-REx berhasil mengumpulkan sampel asteroid 101955 Bennu pada tahun 2016 dan kembali ke Bumi pada tahun 2023.
Penemuan senyawa gula dalam sampel Bennu, termasuk ribosa dan glukosa, mendukung hipotesis bahwa tumbukan asteroid dapat memicu kehidupan di Bumi.
Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa asteroid mengandung unsur-unsur dasar kehidupan, sehingga meningkatkan kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi.
Sampel tersebut akan kembali ke Bumi dengan selamat pada tahun 2023.
Ketua tim ilmuwan dari Universitas Tohoku, Yoshihiro Furukawa, mengumumkan bahwa mereka telah menemukan senyawa gula yang merupakan unsur dasar kehidupan dalam sampel tersebut.
Di antara senyawa yang terdeteksi terdapat ribosa, yang dibutuhkan untuk pembentukan RNA, dan glukosa, yang digunakan oleh kehidupan di Bumi.
Penemuan ini tidak membuktikan keberadaan kehidupan ekstraterestrial, tetapi mendukung hipotesis bahwa tumbukan asteroid miliaran tahun yang lalu mungkin memicu kehidupan di Bumi.
Dengan miliaran asteroid yang mengandung unsur-unsur dasar organisme, kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi tidak lagi nol.
Sampel Bennu yang diteliti bebas dari kontaminasi karena diambil langsung dari asteroid sebelum tiba di Bumi.
Tim Tohoku menganalisis 600 miligram debu Bennu menggunakan air dan asam untuk mengekstrak gula, sebelum mendeteksi keberadaan ribosa, glukosa, dan gula lainnya menggunakan peralatan laboratorium.
Tim yang sama kini berfokus pada studi sampel dari asteroid Ryugu yang dikembalikan ke Bumi pada tahun 2020 oleh misi Hayabusa2.
Studi ini diperkirakan akan lebih menantang karena hanya 100 miligram sampel Ryugu yang berhasil dikumpulkan. Hasil studi ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience.
Penemuan senyawa gula dalam sampel Bennu, termasuk ribosa dan glukosa, mendukung hipotesis bahwa tumbukan asteroid dapat memicu kehidupan di Bumi.
Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa asteroid mengandung unsur-unsur dasar kehidupan, sehingga meningkatkan kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi.
Sampel tersebut akan kembali ke Bumi dengan selamat pada tahun 2023.
Ketua tim ilmuwan dari Universitas Tohoku, Yoshihiro Furukawa, mengumumkan bahwa mereka telah menemukan senyawa gula yang merupakan unsur dasar kehidupan dalam sampel tersebut.
Di antara senyawa yang terdeteksi terdapat ribosa, yang dibutuhkan untuk pembentukan RNA, dan glukosa, yang digunakan oleh kehidupan di Bumi.
Penemuan ini tidak membuktikan keberadaan kehidupan ekstraterestrial, tetapi mendukung hipotesis bahwa tumbukan asteroid miliaran tahun yang lalu mungkin memicu kehidupan di Bumi.
Dengan miliaran asteroid yang mengandung unsur-unsur dasar organisme, kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi tidak lagi nol.
Sampel Bennu yang diteliti bebas dari kontaminasi karena diambil langsung dari asteroid sebelum tiba di Bumi.
Tim Tohoku menganalisis 600 miligram debu Bennu menggunakan air dan asam untuk mengekstrak gula, sebelum mendeteksi keberadaan ribosa, glukosa, dan gula lainnya menggunakan peralatan laboratorium.
Tim yang sama kini berfokus pada studi sampel dari asteroid Ryugu yang dikembalikan ke Bumi pada tahun 2020 oleh misi Hayabusa2.
Studi ini diperkirakan akan lebih menantang karena hanya 100 miligram sampel Ryugu yang berhasil dikumpulkan. Hasil studi ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience.
(wbs)
Lihat Juga :