Meta Hapus Akun Anak-anak di Instagram dan Facebook
Kamis, 04 Desember 2025 - 18:22 WIB
loading...
Meta akun Anak-anak di Instagram dan Facebook. FOT0/ The Verge
A
A
A
Raksasa teknologi Meta telah mulai memblokir anak-anak di bawah 13 tahun di Australia dari penggunaan platform media sosialnya, termasuk Instagram dan Facebook, sebagai bagian dari upaya untuk mematuhi peraturan perlindungan data dan keselamatan anak yang lebih ketat.
.
Perusahaan ini kini menggunakan sistem deteksi usia yang lebih ketat, termasuk teknologi kecerdasan buatan (AI) dan laporan pengguna, untuk mengidentifikasi dan menutup akun individu di bawah usia minimum yang diizinkan.
Langkah ini disambut baik oleh Komisi Keamanan Elektronik Australia, tetapi akan terus memantau dan menuntut transparansi dalam implementasinya untuk memastikan keamanan digital anak-anak terjamin.
Langkah ini menyusul tekanan dari pemerintah dan regulator Australia untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam melindungi pengguna muda dari konten berbahaya dan eksploitasi daring.
Menurut pernyataan dari Meta, perusahaan tersebut kini menggunakan sistem deteksi usia yang lebih ketat, termasuk teknologi kecerdasan buatan (AI) dan laporan pengguna, untuk mengidentifikasi dan menutup akun yang dioperasikan oleh individu di bawah usia minimum yang diizinkan.
“Kami berkomitmen untuk menciptakan pengalaman daring yang aman bagi remaja dan anak-anak. Akun yang teridentifikasi melanggar kebijakan usia kami akan segera diblokir,” ujar juru bicara Meta.
Di Australia, undang-undang menyatakan bahwa anak-anak di bawah usia 13 tahun tidak diperbolehkan memiliki akun media sosial tanpa izin orang tua.
Namun, laporan menunjukkan bahwa banyak yang berhasil mendaftar menggunakan informasi palsu.
Langkah Meta disambut baik oleh Komisi Keamanan Elektronik Australia, yang sebelumnya mengkritik perusahaan teknologi karena gagal menegakkan kebijakan usia secara efektif.
“Ini adalah awal yang baik, tetapi kami akan terus memantau dan menuntut transparansi dalam implementasinya,” kata Komisioner Keamanan Elektronik Julie Inman Grant.
Meta juga menyatakan bahwa mereka akan memperluas penggunaan teknologi deteksi usia ini ke negara lain dalam waktu dekat, sejalan dengan komitmen global terhadap keselamatan digital anak-anak.
.
Perusahaan ini kini menggunakan sistem deteksi usia yang lebih ketat, termasuk teknologi kecerdasan buatan (AI) dan laporan pengguna, untuk mengidentifikasi dan menutup akun individu di bawah usia minimum yang diizinkan.
Langkah ini disambut baik oleh Komisi Keamanan Elektronik Australia, tetapi akan terus memantau dan menuntut transparansi dalam implementasinya untuk memastikan keamanan digital anak-anak terjamin.
Langkah ini menyusul tekanan dari pemerintah dan regulator Australia untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam melindungi pengguna muda dari konten berbahaya dan eksploitasi daring.
Menurut pernyataan dari Meta, perusahaan tersebut kini menggunakan sistem deteksi usia yang lebih ketat, termasuk teknologi kecerdasan buatan (AI) dan laporan pengguna, untuk mengidentifikasi dan menutup akun yang dioperasikan oleh individu di bawah usia minimum yang diizinkan.
“Kami berkomitmen untuk menciptakan pengalaman daring yang aman bagi remaja dan anak-anak. Akun yang teridentifikasi melanggar kebijakan usia kami akan segera diblokir,” ujar juru bicara Meta.
Di Australia, undang-undang menyatakan bahwa anak-anak di bawah usia 13 tahun tidak diperbolehkan memiliki akun media sosial tanpa izin orang tua.
Namun, laporan menunjukkan bahwa banyak yang berhasil mendaftar menggunakan informasi palsu.
Langkah Meta disambut baik oleh Komisi Keamanan Elektronik Australia, yang sebelumnya mengkritik perusahaan teknologi karena gagal menegakkan kebijakan usia secara efektif.
“Ini adalah awal yang baik, tetapi kami akan terus memantau dan menuntut transparansi dalam implementasinya,” kata Komisioner Keamanan Elektronik Julie Inman Grant.
Meta juga menyatakan bahwa mereka akan memperluas penggunaan teknologi deteksi usia ini ke negara lain dalam waktu dekat, sejalan dengan komitmen global terhadap keselamatan digital anak-anak.
(wbs)
Lihat Juga :