ANA Kembali Izinkan Airbus A320 Terbang setelah Sistem Navigasi Diganti
Senin, 01 Desember 2025 - 08:21 WIB
loading...
Pesawat Airbus A320. FOTO/ Dok ANA
A
A
A
TOKYO - All Nippon Airways Co. (ANA) mengatakan pada hari Minggu bahwa pesawat Airbus SE yang di-grounded karena masalah perangkat lunak telah kembali beroperasi setelah maskapai menyelesaikan pembaruan perangkat lunak.
Seperti dilansir dari Kyodo, eskipun layanan telah kembali beroperasi, ANA membatalkan enam penerbangan pada hari Minggu sesuai rencana, di samping 95 penerbangan yang dibatalkan sehari sebelumnya.
Sebanyak 13.730 penumpang terdampak.
Airbus mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah mendeteksi radiasi matahari berintensitas tinggi yang dapat merusak data penting untuk fungsi kontrol penerbangan dan bahwa "sejumlah besar" pesawat A320-nya kemungkinan akan terdampak.
Masalah perangkat lunak ini memengaruhi 6.000 pesawat di seluruh dunia, menurut laporan media.
Sebelumnya, ANA, bersama afiliasinya, Peach Aviation, adalah operator pesawat Airbus lorong tunggal terbesar di Jepang, termasuk A320.
Pesawat-pesawat ini merupakan tulang punggung operasi jarak pendek maskapai, terutama pada rute domestik frekuensi tinggi.
Sebaliknya, pesaing utama ANA, Japan Airlines (JAL), tidak terdampak karena sebagian besar armadanya menggunakan pesawat Boeing dan tidak mengoperasikan model A320.
Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi penumpang yang memilih JAL untuk perjalanan mereka.
Menurut laporan industri, penarikan skala besar ini memengaruhi lebih dari separuh armada global keluarga pesawat Airbus A320, yang merupakan jantung penerbangan jarak pendek di Asia, khususnya di Tiongkok dan India.
Gangguan ini diperkirakan akan berdampak langsung pada jadwal penerbangan di seluruh kawasan.
Saat ini terdapat sekitar 11.300 pesawat lorong tunggal yang beroperasi di seluruh dunia, termasuk 6.440 unit A320.
Proses perbaikan melibatkan pengembalian perangkat lunak sebelumnya untuk memastikan keselamatan operasional, dan harus diselesaikan sebelum pesawat dapat terbang kembali.
Seperti dilansir dari Kyodo, eskipun layanan telah kembali beroperasi, ANA membatalkan enam penerbangan pada hari Minggu sesuai rencana, di samping 95 penerbangan yang dibatalkan sehari sebelumnya.
Sebanyak 13.730 penumpang terdampak.
Airbus mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah mendeteksi radiasi matahari berintensitas tinggi yang dapat merusak data penting untuk fungsi kontrol penerbangan dan bahwa "sejumlah besar" pesawat A320-nya kemungkinan akan terdampak.
Masalah perangkat lunak ini memengaruhi 6.000 pesawat di seluruh dunia, menurut laporan media.
Sebelumnya, ANA, bersama afiliasinya, Peach Aviation, adalah operator pesawat Airbus lorong tunggal terbesar di Jepang, termasuk A320.
Pesawat-pesawat ini merupakan tulang punggung operasi jarak pendek maskapai, terutama pada rute domestik frekuensi tinggi.
Sebaliknya, pesaing utama ANA, Japan Airlines (JAL), tidak terdampak karena sebagian besar armadanya menggunakan pesawat Boeing dan tidak mengoperasikan model A320.
Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi penumpang yang memilih JAL untuk perjalanan mereka.
Menurut laporan industri, penarikan skala besar ini memengaruhi lebih dari separuh armada global keluarga pesawat Airbus A320, yang merupakan jantung penerbangan jarak pendek di Asia, khususnya di Tiongkok dan India.
Gangguan ini diperkirakan akan berdampak langsung pada jadwal penerbangan di seluruh kawasan.
Saat ini terdapat sekitar 11.300 pesawat lorong tunggal yang beroperasi di seluruh dunia, termasuk 6.440 unit A320.
Proses perbaikan melibatkan pengembalian perangkat lunak sebelumnya untuk memastikan keselamatan operasional, dan harus diselesaikan sebelum pesawat dapat terbang kembali.
(wbs)
Lihat Juga :