Dari 30 Hari Jadi 3 Hari: Pabrik Sawit Koperasi Suntik Digital SAP, Margin Laba Petani Naik hingga 4 Persen!
Minggu, 23 November 2025 - 23:02 WIB
loading...
Pabrik kelapa sawit berbasis koperasi PT Batu Gunung Mulia Putra Agro (BGMPA) berhasil memangkas siklus pelaporan bulanan melalui digitalisasi GROW with SAP. Foto: ist
A
A
A
KALIMANTAN - Di balik dinamika harga komoditas kelapa sawit yang bergejolak, PT Batu Gunung Mulia Putra Agro (PT. BGMPA) — pabrik pengolahan kelapa sawit berbasis koperasi di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan — meluncurkan transformasi fundamental.
Perusahaan ini, yang mengemban misi keadilan harga bagi petani lokal, telah berhasil mengimplementasikan solusi GROW with SAP, menanggalkan belenggu sistem ERP lama yang usang.
Sebelumnya, lambatnya sistem ibarat tali pengikat yang membatasi gerak BGMPA. Siklus penutupan laporan akhir bulan memakan waktu hingga 30 hari. Angka ini bukan sekadar statistik administratif, melainkan penghambat krusial yang menumpulkan ketajaman respons perusahaan terhadap fluktuasi pasar, dan paling vital, menurunkan akurasi penetapan harga tandan buah segar (TBS) bagi para petani.
Kini, dengan kehadiran SAP Public Cloud, efisiensi waktu tersebut seolah dipangkas dengan pedang samurai. BGMPA mampu menyelesaikan siklus pelaporan hanya dalam tiga hari, menyajikan insight real-time krusial bagi pengambilan keputusan.
Profitabilitas Petani Terjamin
BGMPA kini mampu menetapkan harga beli dan harga jual komoditas dengan jauh lebih presisi. Dampak langsungnya sangat signifikan dan terukur:
• Peningkatan Margin Keuntungan: Total margin keuntungan perusahaan terkerek sebesar 2–4%.
• Kenaikan Margin Pengadaan: Margin pengadaan, yang merupakan indikator value bagi petani, meningkat dramatis dari 3% menjadi 5–7%.
Kenaikan margin ini secara langsung menstabilkan harga TBS dan mendukung pendapatan yang lebih konsisten bagi petani di Tanah Laut. Digitalisasi terbukti menjadi kunci bagi pertumbuhan etis.
"Transformasi kami dengan GROW with SAP telah mengubah cara kami bekerja secara fundamental. Kami menjadi lebih cepat, lebih lincah, dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan,” ungkap Angga Yudha Prasetya, Presiden Direktur PT. BGMPA.
Kecepatan Implementasi dan Integrasi Lokal
Yang menarik, implementasi solusi ERP cloud modern ini diselesaikan hanya dalam kurun waktu empat bulan.
Keberhasilan kilat ini tak lepas dari peran TMS Consulting, SAP Silver Partner di Indonesia.
TMS Consulting bertindak sebagai katalis perubahan budaya, memandu BGMPA beralih dari pola pikir manual ke budaya kerja berbasis data.
Liher Urbizu, President and Managing Director SAP Southeast Asia, melihat kesuksesan ini sebagai contoh sempurna bagi perusahaan yang ingin berkembang pesat.
"Dengan memanfaatkan Public Cloud SAP, PT. BGMPA telah membangun fondasi digital yang tangguh untuk meningkatkan kelincahan operasional, memperkuat tata kelola keuangan, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam sektor kelapa sawit yang vital bagi Indonesia,” ujar Liher Urbizu.
Ke depan, BGMPA berencana memperluas sayap digitalnya dengan SAP Analytics Cloud. Perangkat ini akan menyediakan insight prediktif terkait harga komoditas, kinerja operasional, hingga indikatorkeberlanjutan.
Perusahaan ini, yang mengemban misi keadilan harga bagi petani lokal, telah berhasil mengimplementasikan solusi GROW with SAP, menanggalkan belenggu sistem ERP lama yang usang.
Sebelumnya, lambatnya sistem ibarat tali pengikat yang membatasi gerak BGMPA. Siklus penutupan laporan akhir bulan memakan waktu hingga 30 hari. Angka ini bukan sekadar statistik administratif, melainkan penghambat krusial yang menumpulkan ketajaman respons perusahaan terhadap fluktuasi pasar, dan paling vital, menurunkan akurasi penetapan harga tandan buah segar (TBS) bagi para petani.
Kini, dengan kehadiran SAP Public Cloud, efisiensi waktu tersebut seolah dipangkas dengan pedang samurai. BGMPA mampu menyelesaikan siklus pelaporan hanya dalam tiga hari, menyajikan insight real-time krusial bagi pengambilan keputusan.
Profitabilitas Petani Terjamin
![Dari 30 Hari Jadi 3 Hari: Pabrik Sawit Koperasi Suntik Digital SAP, Margin Laba Petani Naik hingga 4 Persen!]()
BGMPA kini mampu menetapkan harga beli dan harga jual komoditas dengan jauh lebih presisi. Dampak langsungnya sangat signifikan dan terukur:
• Peningkatan Margin Keuntungan: Total margin keuntungan perusahaan terkerek sebesar 2–4%.
• Kenaikan Margin Pengadaan: Margin pengadaan, yang merupakan indikator value bagi petani, meningkat dramatis dari 3% menjadi 5–7%.
Kenaikan margin ini secara langsung menstabilkan harga TBS dan mendukung pendapatan yang lebih konsisten bagi petani di Tanah Laut. Digitalisasi terbukti menjadi kunci bagi pertumbuhan etis.
"Transformasi kami dengan GROW with SAP telah mengubah cara kami bekerja secara fundamental. Kami menjadi lebih cepat, lebih lincah, dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan,” ungkap Angga Yudha Prasetya, Presiden Direktur PT. BGMPA.
Kecepatan Implementasi dan Integrasi Lokal
![Dari 30 Hari Jadi 3 Hari: Pabrik Sawit Koperasi Suntik Digital SAP, Margin Laba Petani Naik hingga 4 Persen!]()
Yang menarik, implementasi solusi ERP cloud modern ini diselesaikan hanya dalam kurun waktu empat bulan.
Keberhasilan kilat ini tak lepas dari peran TMS Consulting, SAP Silver Partner di Indonesia.
TMS Consulting bertindak sebagai katalis perubahan budaya, memandu BGMPA beralih dari pola pikir manual ke budaya kerja berbasis data.
Liher Urbizu, President and Managing Director SAP Southeast Asia, melihat kesuksesan ini sebagai contoh sempurna bagi perusahaan yang ingin berkembang pesat.
"Dengan memanfaatkan Public Cloud SAP, PT. BGMPA telah membangun fondasi digital yang tangguh untuk meningkatkan kelincahan operasional, memperkuat tata kelola keuangan, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam sektor kelapa sawit yang vital bagi Indonesia,” ujar Liher Urbizu.
Ke depan, BGMPA berencana memperluas sayap digitalnya dengan SAP Analytics Cloud. Perangkat ini akan menyediakan insight prediktif terkait harga komoditas, kinerja operasional, hingga indikatorkeberlanjutan.
(dan)
Lihat Juga :