Mengapa Afrika Memiliki Banyak Hewan Darat Terbesar di Dunia?

Selasa, 18 November 2025 - 07:34 WIB
loading...
Mengapa Afrika Memiliki...
Hewan-hewan berukuran besar di Afrika. FOTO/ IFL Science
A A A
CAPE TOWN - Meskipun Eropa dan Amerika Utara mungkin merupakan rumah bagi beruang dan serigala, mereka kekurangan spesies yang bahkan lebih besar yang hidup di seluruh benua Afrika.



Bahkan Asia dan Australasia, dengan marsupial mereka yang tampak aneh, tidak dapat menandingi ukuran dan volume hewan darat terbesar di dunia. Namun, mengapa ada begitu banyak di Afrika? Mari kita telaah lebih lanjut.

Afrika memiliki hewan darat terbesar yang masih hidup, yaitu gajah semak Afrika, burung terbesar, yaitu burungunta, dan primata terbesar, yaitu gorila timur.

Afrika juga memiliki hewan darat tertinggi, jerapah, serta badak dankuda nil, yang keduanya memiliki berat lebih dari satu ton. Namun, semua ini merupakan pencapaian yang relatif baru jika mempertimbangkan sejarah panjang makhluk-makhluk di Bumi.

Salah satu hewan darat terbesar yang pernah hidup, jika bukanyangterbesar, adalahPatagotitan mayorum, sauropoda raksasa yang hidup sekitar 100 juta tahun yang lalu di wilayah yang sekarang disebut Argentina.

Burung terbesar yang pernah hidup adalah burung gajahraksasayang berkeliaran di Madagaskar sebelum punah sekitar 1.000 tahun yang lalu.

Jadi, mengapa Afrika berakhir dengan semua raksasa modern? Nah, Afrika, meskipun terdampak kepunahan massal megafauna, tingkat kepunahannya tidak sama dengan bagian lain dunia.

SeiringHomo sapiensmuncul di akhir periode Kuarter, ia mulai memusnahkan sejumlah besar megafauna di seluruh dunia. Namun, megafauna Afrika berevolusi bersama nenek moyang manusia purba, dan hal itu mungkin yang membuat perbedaan besar.

Hewan di Paleotropik (Afrika Sub-Sahara dan Asia tropis) ditemukan memiliki insiden kepunahan yang lebih rendah dibandingkan dengan megafauna di tempat lain, menurut sebuah studi yang diterbitkan padatahun 2024.

Spesies di tempat lain yang lebih dekat hubungannya dengan spesies Paleotropik tersebut juga memiliki tingkat kepunahan yang lebih rendah.

Namun, spesies yang ditemukan di pulau-pulau, yang bertubuh besar, dan spesies berkaki datar, semuanya ditemukan memiliki tingkat kepunahan yang jauh lebih tinggi seiring denganpenyebaran manusia purba dari Afrika.

“Kepunahan yang lebih tua, yang disebabkan oleh hominin di Paleotropik (sebelum Pleistosen Akhir) mungkin telah menyaring spesies dengan kombinasi sifat yang rentan, membuat spesies Paleotropik dan kerabat non-Paleotropik mereka lebih tahan terhadap dampak manusia di kemudian hari,” jelas para penulis.

Koevolusi manusia dan megafauna Afrika memberikan keuntungan bagi mereka, membuat hewan lebih berhati-hati terhadapmanusia purbadan lebih mampu beradaptasi untuk menghindar dari manusia, membantu mereka berevolusi menjadi spesies yang bertahan hidup saat ini.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
PPATK Minta Tambahan...
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp516,4 M untuk Perkuat Pemberantasan TPPU
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved