Ada Peluang Fintech Bantu Para Pekerja Independen Atasi COVID-19
Senin, 14 September 2020 - 22:39 WIB
loading...
A
A
A
Hampir 40% berencana untuk mencari pekerjaan baru dalam bulan-bulan mendatang. Peluang bagi fintech, meskipun secara langsung khawatir tentang krisis COVID-19, para pekerja independen di Indonesia juga fokus pada masa depan.
"Menabung demi masa depan merupakan tujuan nomor satu jangka pendek dan jangka panjang pekerja independen atau gig worker. 81% responden sangat mengkhawatirkan kemampuan mereka menabung untuk usia tua nanti," tuturnya.
Keamanan yang terutama –secara spesifik, risiko tidak mampu bekerja. Sebagian besar responden sangat khawatir tentang bagaimana jika mereka tidak mampu bekerja apabila jatuh sakit atau terlibat dalam kecelakaan (66%), atau jika telepon atau mobil mereka rusak (59%).
Pekerja independen lebih gelisah tentang kebutuhan uang tunai jangka pendek daripada pendanaan jangka panjang. 63% responden sangat khawatir tentang apakah mereka memiliki cukup banyak uang tunai untuk melakukan pekerjaannya, dibandingkan hanya 32% yang khawatir tentang akses ke pendanaan aset.
“Pandemi menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pekerja independen atau gig worker di Indonesia, serta kemampuan beradaptasi mereka dan dorongan kewirausahaan mereka dalam menghadapi kesulitan,” ujar Smita Aggarwal, Global Investments Advisor Flourish.
Walaupun pekerja independen menunjukkan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi krisis ini, pihaknya percaya terdapat peluang yang berarti untuk platform kerja independendan fintech guna memenuhi kebutuhan finansial pekerja yang belum terpenuhi. Sekaligus membantu likuiditas jangka pendek, perlindungan penghasilan, serta resiliensi jangka panjang. (Baca juga: Pesawat NirAwak Karya Anak Bangsa Ini Sudah Jalani Misi Militer dan Sipil )
"Menabung demi masa depan merupakan tujuan nomor satu jangka pendek dan jangka panjang pekerja independen atau gig worker. 81% responden sangat mengkhawatirkan kemampuan mereka menabung untuk usia tua nanti," tuturnya.
Keamanan yang terutama –secara spesifik, risiko tidak mampu bekerja. Sebagian besar responden sangat khawatir tentang bagaimana jika mereka tidak mampu bekerja apabila jatuh sakit atau terlibat dalam kecelakaan (66%), atau jika telepon atau mobil mereka rusak (59%).
Pekerja independen lebih gelisah tentang kebutuhan uang tunai jangka pendek daripada pendanaan jangka panjang. 63% responden sangat khawatir tentang apakah mereka memiliki cukup banyak uang tunai untuk melakukan pekerjaannya, dibandingkan hanya 32% yang khawatir tentang akses ke pendanaan aset.
“Pandemi menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pekerja independen atau gig worker di Indonesia, serta kemampuan beradaptasi mereka dan dorongan kewirausahaan mereka dalam menghadapi kesulitan,” ujar Smita Aggarwal, Global Investments Advisor Flourish.
Walaupun pekerja independen menunjukkan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi krisis ini, pihaknya percaya terdapat peluang yang berarti untuk platform kerja independendan fintech guna memenuhi kebutuhan finansial pekerja yang belum terpenuhi. Sekaligus membantu likuiditas jangka pendek, perlindungan penghasilan, serta resiliensi jangka panjang. (Baca juga: Pesawat NirAwak Karya Anak Bangsa Ini Sudah Jalani Misi Militer dan Sipil )
(iqb)
Lihat Juga :