Fosil Berusia 55 Juta Tahun Ungkap Rahasia Buaya Pemanjat
Jum'at, 14 November 2025 - 21:39 WIB
loading...
ilustrasi Buaya Pemanjat. FOTO/ IFL Science
A
A
A
SIDNEY - Para ilmuwan Australia menemukan cangkang telur buaya berusia 55 juta tahun yang diyakini milik spesies purba yang disebut 'drop crocs', sejenis buaya Mekosuchine yang mampu memanjat pohon dan menyerang mangsa dari atas.
Penemuan penting ini ditemukan di halaman belakang seorang peternak domba di Murgon, sebelum dianalisis dan dipublikasikan di Journal of Vertebrate Paleontology baru-baru ini.
Penelitian ini mengonfirmasi bahwa telur tersebut berasal dari Mekosuchine, buaya darat yang hidup ketika Australia masih terhubung dengan Antartika dan Amerika Selatan.
Menurut Paleontolog, Profesor Michael Archer dari University of New South Wales, teori buaya pemanjat pohon mungkin terdengar aneh, tetapi bukti fosil menunjukkan bahwa beberapa spesies Mekosuchine berburu seperti macan tutul, menunggu di dahan sebelum menerkam mangsanya.
Spesies ini diyakini dapat tumbuh hingga lima meter dan hidup jutaan tahun sebelum munculnya buaya modern di daerah tersebut.
Penemuan sebelumnya yang melibatkan fosil Mekosuchine berusia 25 juta tahun juga menunjukkan tanda-tanda kehidupan semi-akuatik, sehingga memperkuat keberadaan buaya pemanjat dalam sejarah evolusi Australia.
Situs fosil Murgon, yang digali sejak awal 1980-an, kini diakui sebagai salah satu situs paleontologi tertua di negara ini.
Daerah ini telah mencatat beberapa penemuan penting, termasuk burung 'bernyanyi' tertua di dunia, spesies katak dan ular Australia awal, kelelawar purba, dan mamalia kecil yang berkerabat dengan fauna Amerika Selatan.
Profesor Archer juga menceritakan bagaimana proyek penelitian ini dimulai pada tahun 1983, hanya dengan mengetuk pintu seorang pemilik peternakan dan meminta izin untuk menggali peternakan mereka.
Sejak saat itu, lebih dari empat dekade kerja konservasi telah berhasil membuka babak baru dalam sejarah kehidupan purba Australia, dengan para ilmuwan yakin bahwa banyak spesies unik masih menunggu untuk ditemukan.
Penemuan penting ini ditemukan di halaman belakang seorang peternak domba di Murgon, sebelum dianalisis dan dipublikasikan di Journal of Vertebrate Paleontology baru-baru ini.
Penelitian ini mengonfirmasi bahwa telur tersebut berasal dari Mekosuchine, buaya darat yang hidup ketika Australia masih terhubung dengan Antartika dan Amerika Selatan.
Menurut Paleontolog, Profesor Michael Archer dari University of New South Wales, teori buaya pemanjat pohon mungkin terdengar aneh, tetapi bukti fosil menunjukkan bahwa beberapa spesies Mekosuchine berburu seperti macan tutul, menunggu di dahan sebelum menerkam mangsanya.
Spesies ini diyakini dapat tumbuh hingga lima meter dan hidup jutaan tahun sebelum munculnya buaya modern di daerah tersebut.
Penemuan sebelumnya yang melibatkan fosil Mekosuchine berusia 25 juta tahun juga menunjukkan tanda-tanda kehidupan semi-akuatik, sehingga memperkuat keberadaan buaya pemanjat dalam sejarah evolusi Australia.
Situs fosil Murgon, yang digali sejak awal 1980-an, kini diakui sebagai salah satu situs paleontologi tertua di negara ini.
Daerah ini telah mencatat beberapa penemuan penting, termasuk burung 'bernyanyi' tertua di dunia, spesies katak dan ular Australia awal, kelelawar purba, dan mamalia kecil yang berkerabat dengan fauna Amerika Selatan.
Profesor Archer juga menceritakan bagaimana proyek penelitian ini dimulai pada tahun 1983, hanya dengan mengetuk pintu seorang pemilik peternakan dan meminta izin untuk menggali peternakan mereka.
Sejak saat itu, lebih dari empat dekade kerja konservasi telah berhasil membuka babak baru dalam sejarah kehidupan purba Australia, dengan para ilmuwan yakin bahwa banyak spesies unik masih menunggu untuk ditemukan.
(wbs)
Lihat Juga :