Data Kemkomdigi: Era Banjir Informasi Paksa Ekosistem Digital Rombak Strategi, Kredibilitas Lebih Mahal dari Sensasi!
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
"Media sosial memberi kecepatan dan kedekatan, sedangkan media mainstream memberi kedalaman dan kredibilitas," ujar Fifi. "Kalau dua kekuatan ini disatukan, kita bisa punya ekosistem informasi yang disukai sekaligus dipercaya."
"Masalahnya sekarang bukan siapa yang paling cepat menyebar, tapi siapa yang paling bisa dipercaya," tutur Fifi. "Karena di era banjir informasi, yang paling berharga bukan klik, tapi kredibilitas."
Secara objektif, model bisnis inti platform media sosial saat ini masih sangat bergantung pada engagement yang didorong algoritma, yang seringkali justru mengamplifikasi konten sensasional—fenomena yang diakui sendiri oleh Kemkomdigi.
Fifi mengakui adanya "harga mahal" dari strategi monetisasi berbasis sensasi (clickbait) yang mendewakan volume.
"Berita buruk memang cepat menyebar, tapi harga dari sensasi itu mahal. Rusaknya kepercayaan publik akibat hoaks dan misinformasi," ucapnya.
Kritik: Pergeseran Aset dari 'Klik' ke 'Kredibilitas'
Secara gamblang, Kemkomdigi menyatakan bahwa lanskap kompetisi telah berubah. Jika sebelumnya industri didorong oleh traffic dan engagement (volume klik), kini pasar disebut sedang melakukan koreksi, menempatkan 'kepercayaan' sebagai aset premium."Masalahnya sekarang bukan siapa yang paling cepat menyebar, tapi siapa yang paling bisa dipercaya," tutur Fifi. "Karena di era banjir informasi, yang paling berharga bukan klik, tapi kredibilitas."
Secara objektif, model bisnis inti platform media sosial saat ini masih sangat bergantung pada engagement yang didorong algoritma, yang seringkali justru mengamplifikasi konten sensasional—fenomena yang diakui sendiri oleh Kemkomdigi.
Fifi mengakui adanya "harga mahal" dari strategi monetisasi berbasis sensasi (clickbait) yang mendewakan volume.
"Berita buruk memang cepat menyebar, tapi harga dari sensasi itu mahal. Rusaknya kepercayaan publik akibat hoaks dan misinformasi," ucapnya.
Lihat Juga :