Cara Suku Maya Menghitung Fenomena Alam yang Akan Terjadi Terungkap!

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:31 WIB
loading...
A A A
Kalender 260 hari tidak hanya memungkinkan prediksi fase-fase Bulan, tetapi juga prediksi gerhana yang mungkin terjadi di mana pun di dunia. Meskipun gerhana bulan dapat disaksikan oleh banyak orang dalam waktu yang bersamaan, gerhana matahari terkadang terjadi di tempat yang hanya dapat disaksikan oleh beberapa orang saja .

Namun, muncul masalah. Jika tabel kalender lunar digunakan sebagaimana adanya, kemampuan prediksi gerhananya akan semakin memburuk setelah beberapa siklus. Namun, para "penjaga hari", spesialis kalender Maya, belajar untuk mengatur ulang tabel kalender lunar pada interval tertentu.

"Yang saya temukan adalah ada dua titik di tabel yang paling dekat dengan kesejajaran Bumi, Bulan, dan Matahari, yang akan menjadi tanggal terjadinya gerhana. Salah satunya pada 358 bulan dengan kesalahan sepersekian hari yang sangat kecil. Ada satu lagi pada 223 bulan dengan kesalahan sekitar empat kali lebih besar," ujar penulis utama Profesor John Justeson kepada IFLScience.

Angka 358 dan 223 mungkin tampak seperti dua angka acak lainnya, tetapi sebenarnya tidak. Keduanya mewakili siklus gerhana. Siklus inex berlangsung selama 358 bulan sinodis, sedangkan siklus saros berlangsung selama 223 bulan sinodis. Menyetel ulang kalender lunar menggunakan dua titik spesifik tersebut akan memungkinkan prediksi tetap akurat selama ratusan tahun.

Para peneliti menyarankan bahwa kalender tersebut kemungkinan besar dirancang untuk tahun 1083-1116 atau 1116-1140 M, sehingga mungkin saja dapat digunakan untuk memprediksi semua gerhana hingga hari ini, termasuk dua gerhana yang melintasi Meksiko dalam beberapa tahun terakhir.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Berita Terkini
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved