Fosil 4,4 Juta Tahun Mengguncang Teori Evolusi, Nenek Moyang Manusia 100% Kera Afrika?

Rabu, 22 Oktober 2025 - 19:15 WIB
loading...
Fosil 4,4 Juta Tahun...
Studi baru Washington University merilis data pergelangan kaki fosil Ardi (4,4 juta tahun) dengan sudut 14,5°, mengoreksi teori lama dan membuktikan nenek moyang manusia berevolusi dari kera Afrika. Foto: ist
A A A
WASHINGTON - Sebuah studi dari Washington University di St. Louis merilis analisis data baru terhadap fosil Ardipithecus ramidus ("Ardi") berumur 4,4 juta tahun.

Temuan ini menghidupkan kembali debat ilmiah selama satu abad dan menyajikan data kuat yang menunjukkan bahwa manusia berevolusi dari nenek moyang mirip kera Afrika.

Studi ini mengoreksi interpretasi awal penemuan Ardi, yang sebelumnya dianggap terlalu "menjauhkan" Ardi dari kera modern.

Analisis Metrik Kaki 4,4 Juta Tahun

Peneliti memfokuskan analisis pada tulang pergelangan kaki (talus) dan tulang tumit (calcaneus) Ardi, membandingkannya dengan kera, monyet, dan manusia purba lainnya.

Hasil data kuantitatif menunjukkan:

Sudut Talar (Talar Angle): Metrik kunci ini—mengukur kemiringan sendi pergelangan kaki—mencapai 14,5°.

Signifikansi Data: Angka 14,5° ini adalah yang tertinggi dari semua fosil hominin yang pernah dipelajari dan "tepat berada dalam rentang" primata non-manusia, seperti gorila dan bonobo.

Data Anatomi Tambahan: Ditemukan alur yang dalam untuk tendon flexor hallucis longus (fleksor ibu jari kaki) dan permukaan sendi yang menonjol.

Kombinasi data ini (sudut 14,5° dan struktur tendon) mengindikasikan anatomi "mosaik": pergelangan kaki yang kuat untuk memanjat vertikal (mirip kera) sekaligus memiliki adaptasi untuk "mendorong" (push off) saat berjalan tegak (bipedal).

Thomas (Cody) Prang, asisten profesor antropologi biologi, menyoroti temuan ini sebagai koreksi atas narasi sebelumnya.

"Salah satu kejutan dalam penemuan ini adalah Ardi berjalan tegak, namun tetap mempertahankan banyak karakteristik mirip kera, termasuk kaki penggenggam," jelas Prang.

Temuan ini juga menantang pandangan lama bahwa nenek moyang bersama kita dengan simpanse memiliki bentuk tubuh penghuni pohon yang lebih umum. Sebaliknya, data Ardi menunjukkan nenek moyang kita sudah mahir dalam memanjat dan berjalan di darat.

Kritik Terhadap Interpretasi Awal (Data Lama vs Data Baru)

Studi ini secara kritis mengevaluasi kembali interpretasi awal penemuan Ardi, yang kini dianggap "cacat" (flawed) oleh banyak ahli di lapangan.

"Tidak ada yang membantah pentingnya penemuan (Ardi), tentu saja, tetapi banyak orang di lapangan akan mengatakan interpretasi awal mungkin cacat. Jadi, makalah ini adalah koreksi atas gagasan awal yang menjauhkan Ardi dari simpanse dan gorila," tegas Prang.

Interpretasi awal, menurut Prang, keliru menyimpulkan bahwa "kera Afrika yang hidup—seperti simpanse dan gorila—adalah seperti jalan buntu... evolusi, bukannya tahapan kemunculan manusia." Studi baru ini menolak kesimpulan tersebut.

Meskipun tim peneliti mengakui adanya "tumpang tindih" (overlap) dalam bentuk pergelangan kaki antar spesies—sehingga "tidak ada satu pengukuran pun yang 'membuktikan' satu perilaku"—pola keseluruhan dari data yang ada sangat kuat mendukung model nenek moyang miripkeraAfrika.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bekas Kutukan Berusia...
Bekas Kutukan Berusia 200 Juta Tahun Terlihat di Gurun Amerika
Temuan Fosil Raksasa...
Temuan Fosil Raksasa Misterius Setinggi 8 Meter yang Tak BIsa Dibantah
Fosil Nenek Moyang Manusia...
Fosil Nenek Moyang Manusia Berusia 1 Juta Tahun Ditemukan
Misteri Dinosaurus Cakar...
Misteri Dinosaurus Cakar Maut di Jurrasic World Terpecahkan: Ternyata Suka Lalapan!
Seperti Ular, Fosil...
Seperti Ular, Fosil Berusia 240 Tahun Ini Diklaim Naga China Asli
Dibekali Teknologi Snapdragon,...
Dibekali Teknologi Snapdragon, Fossil Hadirkan Gen 6
Misteri Dinosaurus Cakar...
Misteri Dinosaurus Cakar Maut di Jurrasic World Terpecahkan
Misteri Monster Laut...
Misteri Monster Laut Kuno Mosasaurus Maroko: Fosil Asli atau Hanya Rekayasa?
Teliti Bangkai Bayi...
Teliti Bangkai Bayi Mamut Berusia 50 Ribu Tahun, Ilmuwan Beberkan Hal Ini
Rekomendasi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved