Penjualan Cuma 4%! Samsung Resmi Kubur Galaxy S26 Edge, Nasib iPhone Air di Ujung Tanduk?

Jum'at, 17 Oktober 2025 - 11:17 WIB
loading...
Penjualan Cuma 4%! Samsung...
Galaxy S26 Edge resmi disuntik mati dan iPhone 17 Air sepi peminat, membuktikan konsumen lebih butuh baterai jumbo daripada bodi tipis! Foto: ist
A A A
JAKARTA - Galaxy S26 Edge resmi 'disuntik mati' dan iPhone 17 Air sepi peminat, membuktikan konsumen lebih butuh baterai jumbo daripada bodi tipis.

Pasar ponsel pintar segmen premium global mengirimkan sinyal koreksi tegas kepada dua raksasa industri, Samsung dan Apple.

Laporan terbaru dari Korea Selatan mengonfirmasi bahwa Samsung telah membatalkan rencana produksi untuk Galaxy S26 Edge, menyusul kinerja penjualan yang sangat mengecewakan dari pendahulunya, S25 Edge.

Fenomena serupa juga menghantui Apple, di mana varian iPhone 17 Air dilaporkan gagal menarik minat pasar, memicu pertanyaan fundamental tentang strategi diversifikasi produk kedua perusahaan.

Langkah drastis Samsung ini menjadi validasi data kuantitatif yang menunjukkan penolakan pasar terhadap model yang mengorbankan fungsionalitas demi estetika "tipis dan ringan".

Keputusan strategis Samsung untuk menghentikan lini "Edge" didasarkan pada data penjualan.

Menurut laporan Hana Investment & Securities, pengiriman unit Galaxy S25 Edge hingga Agustus 2025 hanya mencapai 1,31 juta unit secara global.

Angka ini menjadi anomali jika dibandingkan dengan model lain dalam seri yang sama:

Galaxy S25 (standar): 8,28 juta unit

Galaxy S25+: 5,05 juta unit

Galaxy S25 Ultra: 12,18 juta unit

Secara agregat, Galaxy S25 Edge hanya berkontribusi sekitar 4,8% dari total penjualan lini S25 yang mencapai 26,82 juta unit. Rasio kontribusi di bawah 5% ini secara efektif mengklasifikasikan S25 Edge sebagai produk gagal secara komersial.

Alokasi sumber daya untuk riset, produksi, dan pemasaran menjadi tidak efisien, memaksa manajemen untuk mengambil keputusan pembatalan S26 Edge.

Seorang pejabat internal Samsung yang tidak disebutkan namanya memberikan pernyataan tegas mengenai masa depan lini ini.

"Saya tidak yakin apakah lini tipis (lini Edge) akan kembali, tetapi untuk saat ini, sepertinya tidak mungkin. Secara praktis, lini itu sudah hilang," ungkap sumber tersebut kepada media Korea Selatan, NewsPim.

Sebagai respons, Samsung diperkirakan akan kembali ke strategi tiga pilar yang terbukti berhasil, dengan meluncurkan Galaxy S26 Pro, S26 Plus, dan S26 Ultra pada Januari mendatang.

Sentimen Serupa Menimpa iPhone 17 Air

Di kubu rival, Apple menghadapi tantangan serupa dengan iPhone 17 Air. Meskipun seri iPhone 17 secara keseluruhan dilaporkan melampaui ekspektasi penjualan, analis dari Morgan Stanley mencatat adanya "relative weakness" atau "kelemahan relatif" pada permintaan untuk model Air.

Berbeda dengan Samsung, data penjualan spesifik untuk iPhone 17 Air belum dirilis secara resmi. Namun, kritik pasar menyoroti beberapa kompromi teknis yang dinilai sebagai penyebab utama rendahnya minat konsumen:

Sistem Kamera: Hanya dilengkapi dengan satu lensa kamera utama, sebuah spesifikasi yang dianggap tertinggal untuk perangkat di segmen harga premium.

Kapasitas Baterai: Kapasitas baterai yang lebih rendah dibandingkan model iPhone 17 lainnya menjadi titik lemah yang signifikan bagi pengguna aktif.

Meskipun peluncuran yang tertunda di pasar krusial seperti China disebut sebagai salah satu faktor, analis meyakini bahwa proposisi nilai produk itu sendiri adalah masalah intinya.

Konsumen di segmen ini terbukti tidak bersedia menukar performa kamera dan daya tahan baterai—dua fitur paling vital—hanya untuk mendapatkan desain yang lebih tipis.

Konsumen Menolak Gimmick, Menuntut Nilai Fungsional

Kegagalan Samsung Galaxy S25 Edge dan lemahnya permintaan iPhone 17 Air memberikan pelajaran berharga bagi industri. Sentimen konsumen di pasar premium telah bergeser.

Mereka menuntut inovasi yang memberikan nilai fungsional nyata, bukan sekadar diferensiasi estetika yang bersifat kosmetik.

Pembatalan Galaxy S26 Edge adalah langkah logis dari Samsung untuk merespons sinyal pasar secara efisien.

Sementara itu, Apple kini berada di persimpangan jalan: apakah akan mempertahankan iPhone Air dengan perbaikan signifikan di generasi berikutnya, atau menghentikan lini tersebut dan mengalihkan fokus ke inovasi yang lebih menjanjikan, seperti potensi peluncuran iPhone lipat. Pasar telah berbicara, dan kini bola ada di tangan para insinyur dan ahli strategidiCupertino.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
iPhone Terancam DarkSword:...
iPhone Terancam DarkSword: Sekali Klik Website, Data Bisa Dikuras Habis
Update Harga iPhone...
Update Harga iPhone Februari 2026, Diskon Imlek dan Jelang Ramadan!
Pasar Ponsel China Anjlok...
Pasar Ponsel China Anjlok 23 Persen di Awal 2026, tapi Penjualan iPhone 17 Justru Meroket
Pendapatan Apple Tembus...
Pendapatan Apple Tembus Rp 2.300 Triliun! iPhone 17 Laris Manis, China dan India Jadi Penyelamat
Siap-siap Kecewa, iPhone...
Siap-siap Kecewa, iPhone 18 Tak Muncul di 2026! Apple Siapkan Ponsel Lipat Sebagai Gantinya
iPhone 17 Pro Dilaporkan...
iPhone 17 Pro Dilaporkan Mengeluarkan Suara Bersiul saat Dicas
Nagita Slavina Keciduk...
Nagita Slavina Keciduk Pakai iPhone 17 Pro Meski Belum Resmi Masuk Indonesia
Rekomendasi
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved