Pakar Sebut Robot Humanoid Belum Berguna, tapi Sudah Disuntik Dana Triliunan
Selasa, 14 Oktober 2025 - 11:50 WIB
loading...
Pendiri iRobot Rodney Brooks memperingatkan bahwa teknologi humanoid belum siap, sementara startup seperti Figure yang bervaluasi USD39 miliar terus menyedot dana ventura. Foto: ist
A
A
A
AMERIKA - Peringatan keras datang dari salah satu figur paling dihormati di dunia robotika, Rodney Brooks, pendiri iRobot.
Dalam esai terbarunya, Brooks membunyikan alarm mengenai potensi gelembung investasi (investment bubble) di sektor robot humanoid.
Miliaran dolar dana ventura yang digelontorkan ke startup seperti Figure dinilai sebagai pertaruhan yang sangat berisiko, didasarkan pada hype alih-alih realita teknis.
Menurut Brooks, masalah fundamental yang belum terpecahkan adalah ketangkasan (dexterity)—kemampuan robot untuk melakukan gerakan motorik halus dengan tangan.
Tanpa kemampuan ini, Brooks berargumen bahwa robot humanoid pada dasarnya tidak akan berguna untuk sebagian besar pekerjaan yang ditargetkan.
Peringatan dari "Bapak Robot" ini bukanlah suara tunggal di tengah padang gurun.
Sejumlah investor ventura (VC) dan ilmuwan AI yang diwawancarai TechCrunch dalam beberapa bulan terakhir mengamini skeptisisme ini, memprediksi bahwa adopsi luas robot humanoid masih membutuhkan waktu beberapa tahun, jika bukan lebih dari satu dekade.
Antara Visi Futuristik dan Mimpi Buruk Keamanan
Di balik demo-demo memukau, para ahli menyoroti serangkaian masalah fundamental yang sering diabaikan investor yang terbuai oleh hype.
Fady Saad, mitra umum di VC khusus robotika Cybernetix Ventures, secara blak-blakan meragukan kasus penggunaan komersialnya.
"Orang-orang yang belum pernah melihat humanoid mungkin terkesan, tapi kami tetap konservatif dan skeptis tentang kasus penggunaan aktual dan pendapatan nyata yang akan dihasilkan," ujar Saad.
Lebih jauh, Saad mengangkat isu keamanan yang mengerikan, terutama jika robot-robot ini masuk ke dalam rumah.
“Jika benda ini jatuh menimpa hewan peliharaan atau anak-anak, itu akan melukai mereka,” kata Saad. “Bagaimana jika diretas? Bagaimana jika ia mengamuk di malam hari dan mulai menghancurkan barang-barang?”
Kritik paling tajam datang dari perbandingan dengan mobil otonom. Sanja Fidler, Wakil Presiden Riset AI di Nvidia, mengingatkan publik pada antusiasme berlebihan terhadap mobil otonom pada tahun 2016-2017.
"Rasanya seperti sudah nyata, bukan? Tapi ternyata butuh bertahun-tahun untuk benar-benar terwujud, dan bahkan sekarang, belum ada yang benar-benar mencapai otonomi penuh di seluruh dunia. Ini sulit. Sangat sulit," ujar Fidler.
Hype Tesla vs. Realita Produksi
Kesenjangan antara janji dan realita terekspos dengan jelas pada kasus Tesla. Perusahaan mengumumkan robot humanoid Optimus pada 2021 dan berjanji akan memperkenalkannya pada 2023. Hal itu tidak terjadi.
Ketika akhirnya didemonstrasikan pada 2024, terungkap bahwa robot tersebut sebagian besar dikendalikan oleh manusia di belakang layar. Kini, Tesla mengklaim akan mulai menjualnya pada 2026.
Startup Figure, yang dalam penggalangan dana bulan September lalu berhasil mencapai valuasi fantastis USD39 miliar, juga menuai skeptisisme mengenai berapa banyak robot yang sebenarnya telah mereka terapkan di lapangan.
Hugging Face juga mencatatkan penjualan senilai USD1 juta untuk robot desktop versi mininya, Reachy Mini, dalam lima hari setelah pra-pesan dibuka.
Rodney Brooks sendiri tidak meragukan bahwa robot humanoid akan ada di masa depan. Namun, ia memprediksi bentuknya mungkin tidak seperti yang dibayangkan—bisa jadi menggunakan roda—dan tidak akan siap untuk pasar massal dalam lebih dari satu dekade.
Secara keseluruhan, pasar robot humanoid saat ini menampilkan diskoneksi yang berbahaya: valuasi finansial yang meroket dan hype media yang masif, berhadapan dengan realita pengembangan teknologi mendalam yang lambat, mahal, dan penuh tantangan fundamental yang belum terpecahkan.
Ini adalah pertaruhan miliaran dolar di mana garis waktu pengembalian modal investor ventura mungkin tidak akan pernah bertemu dengan garis waktu kematanganteknologi.
Dalam esai terbarunya, Brooks membunyikan alarm mengenai potensi gelembung investasi (investment bubble) di sektor robot humanoid.
Miliaran dolar dana ventura yang digelontorkan ke startup seperti Figure dinilai sebagai pertaruhan yang sangat berisiko, didasarkan pada hype alih-alih realita teknis.
Menurut Brooks, masalah fundamental yang belum terpecahkan adalah ketangkasan (dexterity)—kemampuan robot untuk melakukan gerakan motorik halus dengan tangan.
Tanpa kemampuan ini, Brooks berargumen bahwa robot humanoid pada dasarnya tidak akan berguna untuk sebagian besar pekerjaan yang ditargetkan.
Peringatan dari "Bapak Robot" ini bukanlah suara tunggal di tengah padang gurun.
Sejumlah investor ventura (VC) dan ilmuwan AI yang diwawancarai TechCrunch dalam beberapa bulan terakhir mengamini skeptisisme ini, memprediksi bahwa adopsi luas robot humanoid masih membutuhkan waktu beberapa tahun, jika bukan lebih dari satu dekade.
Antara Visi Futuristik dan Mimpi Buruk Keamanan
![Pakar Sebut Robot Humanoid Belum Berguna, tapi Sudah Disuntik Dana Triliunan]()
Di balik demo-demo memukau, para ahli menyoroti serangkaian masalah fundamental yang sering diabaikan investor yang terbuai oleh hype.
Fady Saad, mitra umum di VC khusus robotika Cybernetix Ventures, secara blak-blakan meragukan kasus penggunaan komersialnya.
"Orang-orang yang belum pernah melihat humanoid mungkin terkesan, tapi kami tetap konservatif dan skeptis tentang kasus penggunaan aktual dan pendapatan nyata yang akan dihasilkan," ujar Saad.
Lebih jauh, Saad mengangkat isu keamanan yang mengerikan, terutama jika robot-robot ini masuk ke dalam rumah.
“Jika benda ini jatuh menimpa hewan peliharaan atau anak-anak, itu akan melukai mereka,” kata Saad. “Bagaimana jika diretas? Bagaimana jika ia mengamuk di malam hari dan mulai menghancurkan barang-barang?”
Kritik paling tajam datang dari perbandingan dengan mobil otonom. Sanja Fidler, Wakil Presiden Riset AI di Nvidia, mengingatkan publik pada antusiasme berlebihan terhadap mobil otonom pada tahun 2016-2017.
"Rasanya seperti sudah nyata, bukan? Tapi ternyata butuh bertahun-tahun untuk benar-benar terwujud, dan bahkan sekarang, belum ada yang benar-benar mencapai otonomi penuh di seluruh dunia. Ini sulit. Sangat sulit," ujar Fidler.
Hype Tesla vs. Realita Produksi
![Pakar Sebut Robot Humanoid Belum Berguna, tapi Sudah Disuntik Dana Triliunan]()
Kesenjangan antara janji dan realita terekspos dengan jelas pada kasus Tesla. Perusahaan mengumumkan robot humanoid Optimus pada 2021 dan berjanji akan memperkenalkannya pada 2023. Hal itu tidak terjadi.
Ketika akhirnya didemonstrasikan pada 2024, terungkap bahwa robot tersebut sebagian besar dikendalikan oleh manusia di belakang layar. Kini, Tesla mengklaim akan mulai menjualnya pada 2026.
Startup Figure, yang dalam penggalangan dana bulan September lalu berhasil mencapai valuasi fantastis USD39 miliar, juga menuai skeptisisme mengenai berapa banyak robot yang sebenarnya telah mereka terapkan di lapangan.
Sinyal Positif di Tengah Skeptisisme
Meskipun demikian, bukan berarti tidak ada harapan. Permintaan pasar terbukti ada. Startup K-Scale Labs menerima lebih dari 100 pra-pesan untuk robot humanoidnya hanya dalam lima hari pertama.Hugging Face juga mencatatkan penjualan senilai USD1 juta untuk robot desktop versi mininya, Reachy Mini, dalam lima hari setelah pra-pesan dibuka.
Rodney Brooks sendiri tidak meragukan bahwa robot humanoid akan ada di masa depan. Namun, ia memprediksi bentuknya mungkin tidak seperti yang dibayangkan—bisa jadi menggunakan roda—dan tidak akan siap untuk pasar massal dalam lebih dari satu dekade.
Secara keseluruhan, pasar robot humanoid saat ini menampilkan diskoneksi yang berbahaya: valuasi finansial yang meroket dan hype media yang masif, berhadapan dengan realita pengembangan teknologi mendalam yang lambat, mahal, dan penuh tantangan fundamental yang belum terpecahkan.
Ini adalah pertaruhan miliaran dolar di mana garis waktu pengembalian modal investor ventura mungkin tidak akan pernah bertemu dengan garis waktu kematanganteknologi.
(dan)
Lihat Juga :