Instagram Punya 3 Miliar Pengguna Bulanan, tapi Mengapa Rasanya Semakin Sepi?
Senin, 13 Oktober 2025 - 19:07 WIB
loading...
Di usianya yang ke-15, Instagram dari Meta mengklaim 3 miliar pengguna aktif bulanan, namun data menunjukkan waktu penggunaan harian yang stagnan. Foto: Sindonews/Gemini
A
A
A
JAKARTA - Di ambang ulang tahunnya yang ke-15, Instagram kembali mengukir sejarah. Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms (META), mengumumkan bahwa aplikasi berbagi foto yang ia akuisisi seharga USD1 miliar (Rp16 triliun) pada 2012 itu kini telah mencapai lebih dari 3 miliar Pengguna Aktif Bulanan (MAU).
Ini pencapaian spektakuler, mengingat saat akuisisi, Instagram hanya memiliki 30 juta MAU.
Angka 3 miliar ini menempatkan Instagram di puncak hierarki jejaring sosial, setara dengan 37% populasi Bumi.
Jika Instagram adalah sebuah negara, populasinya akan melampaui gabungan India, China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Inilah "kekaisaran digital" yang terbentuk dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan mengungguli "kakak tertua" nya, Facebook, yang baru mencapai 3 miliar MAU pada usia 21 tahun.
Namun, di balik angka-angka yang memukau ini, muncul pertanyaan krusial dari para analis: bagaimana Meta menghitung "pengguna aktif"? Dan seberapa relevankah metrik ini dalam menggambarkan kondisi kesehatan platform yang sebenarnya?
Meta sendiri mengakui perubahan dalam metrik pelaporan. Pada Juli lalu, perusahaan hanya menyatakan bahwa 3,48 miliar orang menggunakan "keluarga aplikasi" Meta setiap hari. Kini, Zuckerberg kembali mengacu pada MAU untuk Instagram.
Definisi ini menimbulkan spekulasi. Apakah ini adalah hitung-hitungan untuk memperindah laporan keuangan, ataukah memang ada pergeseran fokus internal?
Sebagai contoh, Chris Taylor dari Mashable mengakui bahwa secara teknis ia adalah "Pengguna Aktif Bulanan" Instagram.
Namun, praktiknya, ia hanya membuka aplikasi satu atau dua kali sebulan, memposting total dua foto pada 2024 dan 15 foto pada 2023. Penggunaan Instagram-nya kini rata-rata hanya 18 detik per hari.
Ini menunjukkan kritik fundamental: metrik MAU, meskipun besar, tidak lagi mencerminkan tingkat engagement atau loyalitas pengguna.
Seorang "pengguna aktif" bisa jadi hanya seseorang yang sesekali membuka aplikasi untuk memeriksa pesan atau melihat kiriman teman, bukan pengguna yang secara mendalam terlibat dengan konten.
Meta tidak merilis data ini untuk Instagram, namun berbagai layanan data online mengestimasikan rata-rata penggunaan global sekitar 32 menit per hari.
Yang mengkhawatirkan adalah angka ini stagnan sejak 2022. Sebelumnya, waktu penggunaan Instagram terus meningkat dari tahun ke tahun.
Stagnasi ini adalah sinyal bahaya. Sementara itu, TikTok, pesaing terberat Instagram, meskipun baru memiliki 1,6 miliar pengguna aktif, berhasil membuat penggunanya menghabiskan rata-rata 56 menit setiap hari di aplikasinya.
Ini adalah pertempuran sengit untuk "waktu layar" pengguna. Meskipun Instagram mungkin memiliki jumlah pengguna yang lebih banyak di atas kertas, TikTok jelas memenangkan perang engagement.
Mengalikan jumlah MAU dengan rata-rata waktu penggunaan harian, Instagram masih unggul tipis dengan 96 poin (3 miliar MAU x 32 menit), dibandingkan TikTok yang mencapai 89 poin (1,6 miliar MAU x 56 menit). Namun, margin yang semakin menipis ini adalah peringatan keras bagi Meta.
Meta harus berhadapan dengan kritik bahwa feed Instagram kini terlalu dipenuhi iklan dan rekomendasi algoritmik yang mengganggu, serta desain aplikasi baru yang kurang intuitif.
Kecuali Instagram dapat merebut kembali hati pengguna dan memenangkan perang "waktu layar" dari TikTok, klaim 3 miliar pengguna mereka mungkin hanya akan menjadi hype di atas kertas, bukan dominasi riil di lanskap mediasosialglobal.
Ini pencapaian spektakuler, mengingat saat akuisisi, Instagram hanya memiliki 30 juta MAU.
Angka 3 miliar ini menempatkan Instagram di puncak hierarki jejaring sosial, setara dengan 37% populasi Bumi.
Jika Instagram adalah sebuah negara, populasinya akan melampaui gabungan India, China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Inilah "kekaisaran digital" yang terbentuk dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan mengungguli "kakak tertua" nya, Facebook, yang baru mencapai 3 miliar MAU pada usia 21 tahun.
Namun, di balik angka-angka yang memukau ini, muncul pertanyaan krusial dari para analis: bagaimana Meta menghitung "pengguna aktif"? Dan seberapa relevankah metrik ini dalam menggambarkan kondisi kesehatan platform yang sebenarnya?
Meta sendiri mengakui perubahan dalam metrik pelaporan. Pada Juli lalu, perusahaan hanya menyatakan bahwa 3,48 miliar orang menggunakan "keluarga aplikasi" Meta setiap hari. Kini, Zuckerberg kembali mengacu pada MAU untuk Instagram.
Definisi ini menimbulkan spekulasi. Apakah ini adalah hitung-hitungan untuk memperindah laporan keuangan, ataukah memang ada pergeseran fokus internal?
Sebagai contoh, Chris Taylor dari Mashable mengakui bahwa secara teknis ia adalah "Pengguna Aktif Bulanan" Instagram.
Namun, praktiknya, ia hanya membuka aplikasi satu atau dua kali sebulan, memposting total dua foto pada 2024 dan 15 foto pada 2023. Penggunaan Instagram-nya kini rata-rata hanya 18 detik per hari.
Ini menunjukkan kritik fundamental: metrik MAU, meskipun besar, tidak lagi mencerminkan tingkat engagement atau loyalitas pengguna.
Seorang "pengguna aktif" bisa jadi hanya seseorang yang sesekali membuka aplikasi untuk memeriksa pesan atau melihat kiriman teman, bukan pengguna yang secara mendalam terlibat dengan konten.
Perang Screen Time: Ancaman Diam-diam dari TikTok
Meskipun Instagram membanggakan angka MAU yang tinggi, ada metrik lain yang jauh lebih kritis dan mengkhawatirkan: waktu yang dihabiskan pengguna di aplikasi per hari.Meta tidak merilis data ini untuk Instagram, namun berbagai layanan data online mengestimasikan rata-rata penggunaan global sekitar 32 menit per hari.
Yang mengkhawatirkan adalah angka ini stagnan sejak 2022. Sebelumnya, waktu penggunaan Instagram terus meningkat dari tahun ke tahun.
Stagnasi ini adalah sinyal bahaya. Sementara itu, TikTok, pesaing terberat Instagram, meskipun baru memiliki 1,6 miliar pengguna aktif, berhasil membuat penggunanya menghabiskan rata-rata 56 menit setiap hari di aplikasinya.
Ini adalah pertempuran sengit untuk "waktu layar" pengguna. Meskipun Instagram mungkin memiliki jumlah pengguna yang lebih banyak di atas kertas, TikTok jelas memenangkan perang engagement.
Mengalikan jumlah MAU dengan rata-rata waktu penggunaan harian, Instagram masih unggul tipis dengan 96 poin (3 miliar MAU x 32 menit), dibandingkan TikTok yang mencapai 89 poin (1,6 miliar MAU x 56 menit). Namun, margin yang semakin menipis ini adalah peringatan keras bagi Meta.
Mahkota yang Terancam
Instagram memang telah membangun kekaisaran digital yang luar biasa dalam 15 tahun. Namun, mahkota mereka kini terancam oleh dinamika pasar yang berubah. Angka MAU yang besar, meskipun impresif, mulai terasa kosong jika tidak diimbangi dengan engagement yang mendalam dan berkelanjutan.Meta harus berhadapan dengan kritik bahwa feed Instagram kini terlalu dipenuhi iklan dan rekomendasi algoritmik yang mengganggu, serta desain aplikasi baru yang kurang intuitif.
Kecuali Instagram dapat merebut kembali hati pengguna dan memenangkan perang "waktu layar" dari TikTok, klaim 3 miliar pengguna mereka mungkin hanya akan menjadi hype di atas kertas, bukan dominasi riil di lanskap mediasosialglobal.
(dan)
Lihat Juga :