Bitcoin Rebound Setelah Pembantaian Likuidasi USD19 Miliar: Geopolitik Picu Volatilitas Ekstrem Pasar Kripto
Senin, 13 Oktober 2025 - 17:35 WIB
loading...
Harga BTC melonjak 4,24% menjadi USD121.750 pasca meredanya tensi AS-China, namun pasar masih mencermati divergensi inflow institusional antara Bitcoin dan Ethereum. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Pasar kripto kembali menunjukkan karakteristik fluktuatif ekstrem. Setelah mengalami "pembantaian" likuidasi terbesar dalam sejarah senilai lebih dari USD19 Miliar (sekitar Rp 304 triliun) pada akhir pekan lalu, Bitcoin (BTC) berhasil mencatat rebound signifikan sebesar +4,24%, bertengger di level USD121.750 (setara Rp 2.019.102.000) pada pukul 08:00 WIB, Senin. Kenaikan dramatis ini dipicu oleh meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Pernyataan dari kedua belah pihak pada Minggu (12/10/2025) yang mengindikasikan kesiapan untuk melanjutkan negosiasi telah menyuntikkan optimisme baru ke pasar global, termasuk aset digital. Ini adalah respons cepat pasar terhadap kondisi geopolitik yang belakangan ini menjadi katalisator utama pergerakan harga.
Menurut data Coinglass, keputusan ini menyebabkan likuidasi crypto terbesar yang pernah tercatat, menghapus lebih dari USD19 Miliar posisi leveraged hanya dalam 24 jam.
Sekitar 1,6 juta trader menjadi korban.
Bitcoin memimpin kerugian dengan anjlok lebih dari 12% dari All-Time High (ATH) di atas USD125.000 menjadi di bawah USD113.000, menanggung likuidasi sebesar USD5,34 Miliar. Disusul Ethereum dengan USD4,39 Miliar, dan Solana USD2 Miliar.
Peristiwa likuidasi masif ini secara objektif menegaskan betapa rentannya pasar kripto, terutama aset berisiko tinggi dengan leverage, terhadap gejolak geopolitik dan kebijakan makroekonomi.
Klaim desentralisasi dan independensi kripto menjadi kurang relevan ketika sentimen pasar tradisional yang didorong oleh politik global mendominasi. Volatilitas ekstrem semacam ini menjadi tantangan serius bagi adopsi kripto yang lebih luas sebagai aset investasi yang stabil.
Bitcoin Spot ETF mencatat total net inflow positif sebesar USD2,31 Miliar, meskipun ada outflow ringan sebesar USD4,5 Juta pada penutupan sesi 10 Oktober. Konsistensi inflow ini menunjukkan kepercayaan institusional yang lebih kuat terhadap Bitcoin sebagai "emas digital".
Ethereum Spot ETF mengalami pergeseran yang lebih drastis; setelah inflow kuat di awal minggu, dua hari terakhir diwarnai net outflow.
Alhasil, total bersih Ethereum ETF selama periode ini hanya mencapai USD280,3 Juta, menegaskan sentimen hati-hati investor yang mulai merealisasikan keuntungan di akhir pekan perdagangan.
Divergensi ini mengindikasikan bahwa investor institusional mulai membedakan risiko antara Bitcoin dan Ethereum.
Sementara Bitcoin masih dianggap sebagai aset yang lebih aman dalam portofolio kripto, sentimen terhadap Ethereum mulai menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian, mungkin terkait dengan realisasi keuntungan jangka pendek atau kekhawatiran terhadap regulasi mendatang.
Secara keseluruhan, pasar kripto masih berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik, namun menunjukkan resiliensi yang menarik setelah tekanan ekstrem. Kehati-hatian dan manajemen risiko yang ketat tetap menjadi kunci bagi investor di tengah volatilitas yangtinggiini.
Pernyataan dari kedua belah pihak pada Minggu (12/10/2025) yang mengindikasikan kesiapan untuk melanjutkan negosiasi telah menyuntikkan optimisme baru ke pasar global, termasuk aset digital. Ini adalah respons cepat pasar terhadap kondisi geopolitik yang belakangan ini menjadi katalisator utama pergerakan harga.
Guncangan Geopolitik: Likuidasi Terbesar Sepanjang Sejarah
Sebelum rebound ini, pasar kripto mengalami guncangan hebat pada Jumat (10/10). Pengumuman Presiden Donald Trump mengenai kenaikan tarif 100% pada impor China dan kontrol ekspor perangkat lunak memicu gejolak geopolitik ekstrem.Menurut data Coinglass, keputusan ini menyebabkan likuidasi crypto terbesar yang pernah tercatat, menghapus lebih dari USD19 Miliar posisi leveraged hanya dalam 24 jam.
Sekitar 1,6 juta trader menjadi korban.
Bitcoin memimpin kerugian dengan anjlok lebih dari 12% dari All-Time High (ATH) di atas USD125.000 menjadi di bawah USD113.000, menanggung likuidasi sebesar USD5,34 Miliar. Disusul Ethereum dengan USD4,39 Miliar, dan Solana USD2 Miliar.
Peristiwa likuidasi masif ini secara objektif menegaskan betapa rentannya pasar kripto, terutama aset berisiko tinggi dengan leverage, terhadap gejolak geopolitik dan kebijakan makroekonomi.
Klaim desentralisasi dan independensi kripto menjadi kurang relevan ketika sentimen pasar tradisional yang didorong oleh politik global mendominasi. Volatilitas ekstrem semacam ini menjadi tantangan serius bagi adopsi kripto yang lebih luas sebagai aset investasi yang stabil.
Inflow Institusional: Divergensi Sentimen di Akhir Pekan
Selama periode perdagangan lima hari (6–10 Oktober 2025), data inflow institusional ke instrumen ETF menunjukkan adanya koreksi dan divergensi yang signifikan, mencerminkan sentimen hati-hati investor.Bitcoin Spot ETF mencatat total net inflow positif sebesar USD2,31 Miliar, meskipun ada outflow ringan sebesar USD4,5 Juta pada penutupan sesi 10 Oktober. Konsistensi inflow ini menunjukkan kepercayaan institusional yang lebih kuat terhadap Bitcoin sebagai "emas digital".
Ethereum Spot ETF mengalami pergeseran yang lebih drastis; setelah inflow kuat di awal minggu, dua hari terakhir diwarnai net outflow.
Alhasil, total bersih Ethereum ETF selama periode ini hanya mencapai USD280,3 Juta, menegaskan sentimen hati-hati investor yang mulai merealisasikan keuntungan di akhir pekan perdagangan.
Divergensi ini mengindikasikan bahwa investor institusional mulai membedakan risiko antara Bitcoin dan Ethereum.
Sementara Bitcoin masih dianggap sebagai aset yang lebih aman dalam portofolio kripto, sentimen terhadap Ethereum mulai menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian, mungkin terkait dengan realisasi keuntungan jangka pendek atau kekhawatiran terhadap regulasi mendatang.
Outlook Pasar dan Rekomendasi Altcoin
Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 59,48%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto turun +5,55% menjadi USD3,86 triliun. Panji Yudha, Financial Expert Ajaib, memprediksi pergerakan Bitcoin hari ini berpotensi di sekitar USD113.000 - USD 116.000, dan Ethereum di sekitar USD4.100 - USD 4.300.Secara keseluruhan, pasar kripto masih berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik, namun menunjukkan resiliensi yang menarik setelah tekanan ekstrem. Kehati-hatian dan manajemen risiko yang ketat tetap menjadi kunci bagi investor di tengah volatilitas yangtinggiini.
(dan)
Lihat Juga :