Mutasi Sempurna COVID-19 Terjadi di Indonesia, Dunia Keluarkan Tanda Bahaya

Minggu, 13 September 2020 - 20:33 WIB
loading...
Mutasi Sempurna COVID-19...
Gambar virus corona. FOTO/ DAILY
A A A
JAKARTA - Penelitian terbaru menemukan bahwa virus COVID-19 yang merajalela di seluruh dunia, telah mengalami mutasi. Bahkan Ilmuwan dunia mengatakan mutasi corona paling mengerikan telah terjadi di Indonesia dan Malaysia.

BACA JUGA - Ketakutan Dunia dan Gates Foundation Jika 3 Bulan Lagi Vaksin COVID-19 Belum Ada

Seperti dilansir dari Daily, Mutasi bernama “D614G itu akan membuat virus lebih mudah menyerang tubuh manusia, mengakibatkan infektivitas virus meningkat beberapa kali lipat. BACA JUGA - Bajaj Siap Gempur Vespa Matik dengan Husqvarna E-01

Ahli terkait mengingatkan masyarakat untuk tidak melonggarkan kewaspadaan karena epidemi telah berlangsung selama lebih dari setengah tahun. Corona virus gelombang kedua sama menakutkan dan “sangat, sangat mengerikan.”

(Baca juga : Viral Surati Jokowi Terkait PSBB, Budi Hartono Miliki Kekayaan Rp260 Triliun )

Hingga 7 Juli 2020, sekitar 11.748.985 orang di seluruh dunia terinfeksi, 540.860 orang meninggal dunia dan jumlah infeksi baru terus mencatat rekor tertinggi setiap hari.

Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal terkenal “Cell” pada 2 Juli, varian dari coronavirus yang saat ini beredar secara global lebih rentan menginfeksi sel manusia daripada virus dari daratan China. Ini juga salah satu sebab meningkatnya pandemi di Amerika Serikat, Amerika Selatan bahkan Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia.

BahkanAmerika Serikat memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia sementara ini, kecuali kepentingan mendesak. Peringatan level 3 itu dikeluarkan Central Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di negara tersebut.

Para peneliti dari Los Alamos National Laboratory, New Mexico, AS, dan Duke University, North Carolina bekerja sama dengan tim peneliti dari University of Sheffield, Inggris untuk bersama-sama meneliti urutan genom dari coronavirus- COVID-19.

Penelitian tersebut menemukan bahwa 29% dari sampel virus corona menunjukkan mutasi D614G. Dilihat dari bentuknya, virus D614G memiliki jumlah mahkota yang menonjol empat hingga lima kali lebih banyak ketimbang Covid-19.

Mutasi pada protein S-spike yang mengikat virus ke tubuh manusia ini meningkatkan jumlah ‘tonjolan’ pada coronavirus.

Para peneliti berpendapat, banyaknya jumlah tonjolan inilah yang membuat virus lebih cepat menginfeksi sel manusia, sehingga lebih mudah menginfeksi orang.

Sejak awal April lalu, para peneliti menemukan bahwa mutasi D614G di bawah kondisi laboratorium dapat menginfeksi lebih banyak sel berdasarkan perubahan Enzim protease atau peptidase, dan mutasi virus meningkatkan infektivitas 3 hingga 6 kali lipat.

Para peneliti kemudian menambahkan materi penelitian lainnya. Mereka menganalisis data 999 pasien Inggris yang dirawat di rumah sakit. Hasilnya menemukan bahwa pasien dengan mutasi virus D614G membawa lebih banyak strain, yaitu jumlah virus dalam tubuh lebih banyak, tetapi patogenisitasnya tidak meningkat.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, mengatakan, mutasi pada virus Corona tidak akan mengganggu upaya pengembangan vaksin yang saat ini tengah dilakukan.

Bambang juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik berlebih terhadap mutasi, seperti D614G. “Namun harus tetap waspada penuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, ” saran Bambang.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Rekomendasi
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved