Takhta Apple Memanas: Siapakah John Ternus, Atlet Renang yang Digadang Gantikan Tim Cook?
Kamis, 09 Oktober 2025 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Dari Kolam Renang ke Puncak Silicon Valley
![Takhta Apple Memanas: Siapakah John Ternus, Atlet Renang yang Digadang Gantikan Tim Cook?]()
Siapakah John Ternus? Jauh sebelum sidik jarinya terukir di setiap produk ikonik Apple—mulai dari iPad, iPhone terbaru, AirPods, hingga transisi Mac ke Apple Silicon—ia adalah seorang atlet renang.
Lulus dari University of Pennsylvania pada tahun 1997 dengan gelar sarjana teknik mesin, Ternus bukan sekadar mahasiswa biasa.
Laporan tahun 1994 di Daily Pennsylvanian mencatat kehebatannya saat ia memenangkan nomor gaya bebas 50 meter dan gaya ganti perorangan 200 meter.
Lebih dari itu, namanya terukir sebagai "peraih penghargaan sepanjang masa" untuk tim renang putra universitas, bukti disiplin dan daya saing yang kelak ia bawa ke dunia korporat.
Sebelum bergabung dengan Apple pada 2001, Ternus sempat bekerja selama empat tahun di Virtual Research Systems, perusahaan yang menjadi bagian dari gelombang awal virtual reality (VR) pada era 1990-an.
Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang teknologi layar dan antarmuka manusia-komputer, keahlian yang terbukti sangat berharga dalam pengembangan produk ambisius seperti Apple Vision Pro.
Kariernya di Apple adalah pendakian yang metodis. Dimulai dari mengerjakan monitor eksternal Mac, ia dipromosikan menjadi Wakil Presiden Teknik Perangkat Keras pada 2013, mengawasi AirPods, Mac, dan iPad.
Pada 2020, ia mengambil alih divisi perangkat keras iPhone, dan puncaknya pada Januari 2021, ia diangkat menjadi Senior Vice President, menjadikannya bagian dari tim eksekutif inti Apple.
Krisis di Tengah Peralihan Kekuasaan
![Takhta Apple Memanas: Siapakah John Ternus, Atlet Renang yang Digadang Gantikan Tim Cook?]()
Namun, penunjukan Ternus bukanlah sekadar regenerasi biasa. Ini adalah pertaruhan di tengah badai yang mulai menerpa Apple. Perusahaan yang pernah menjadi simbol inovasi tanpa henti kini menghadapi kritik atas stagnasi produk dan ketertinggalannya dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI).

Lihat Juga :