Penduduk Swedia Dipasangi Microchip ke dalam Tubuh demi Biohacker

Minggu, 05 Oktober 2025 - 00:05 WIB
loading...
Penduduk Swedia Dipasangi...
Microchip ke dalam Tubuh demi Biohacker. FOTO/ WATE
A A A
STOCKHOLM - Penduduk Swedia telah dipasangi microchip ke dalam tubuh mereka, yang dapat berfungsi sebagai kartu kredit nirkontak, kartu kunci, bahkan tiket kereta.



Ketika chip sudah berada di bawah kulit, kita pun tak perlu lagi cemas ketinggalan atau kehilangan dompet. Tapi banyak orang merasa, membawa-bawa microchip di dalam tubuh adalah mimpi buruk, ketimbang sebuah hal yang praktis.

Ada yang bilang, tren ini disebabkan oleh kuatnya negara kesejahteraan (welfare state) Swedia. Chip yang ditanamkan ini, biasanya ditempatkan di antara ibu jari dan jari telunjuk, menggunakan teknologi RFID (Radio-Frequency Identification) atau NFC (Near-Field Communication) pasif.

Karena sifatnya yang pasif, chip ini tidak memiliki GPS dan tidak memancarkan data secara aktif; ia hanya dapat dipindai (dibaca) oleh perangkat pembaca dari jarak sangat dekat.

Setelah dipindai, microchip dapat menjalankan berbagai fungsi, mulai dari membuka kunci pintu, melakukan pembayaran tanpa kontak, hingga menyimpan informasi darurat atau bahkan menghubungkan ke kartu bisnis digital.

Padahal, penyebab sesungguhnya lebih rumit dari itu. Fenomena 3500 orang Swedia punya microchip dalam tubuh mereka mencerminkan arena “biohacking” yang khas.

Kalau kita cermati, hubungan kedekatan antara Swedia dan hal-hal digital sudah terjalin jauh, tidak semata-mata persoalan microchip.

Istilah “biohacker” merujuk pada ahli biologi amatir yang melakukan eksperimen biomedik, tetapi tidak di lembaga tradisional seperti universitas, perusahaan kesehatan atau lingkungan yang terkendali secara ilmiah lainnya.

Kalau peretas menyasar komputer, maka biohacker (peretas biologis) menyasar hal apa pun yang biologis.

Biohacking juga merupakan sebuah budaya yang luas, memiliki banyak subkelompok dengan ideologi, tujuan, dan kepentingan yang berbeda-beda. Tapi ada dua kelompok utama: “wetware hacker” dan transhumanis.

Peretas wetware adalah ilmuwan atau ahli biologi warga yang membangun laboratorium dari peralatan rumah tangga. Mereka melakukan “sains hemat”, di mana mereka menemukan solusi murah yang akan memperbaiki standar kehidupan masyarakat di negara membangun.

Mereka juga melakukan eksperimen riang seperti memodifikasi tanaman agar dapat menyala dalam gelap, atau membuat jenis bir baru dari ganggang.

Kelompok satu lagi, transhumanis, berfokus pada meningkatkan kemampuan tubuh manusia dengan tujuan jangka panjang memperbaiki ras manusia. Hanya melalui peningkatan kemampuan itulah dan melompati batasan biologismanusia mampu menandingi kecerdasan buatan (AI) di masa depan.

Kerap kali, arena biohacking yang berbeda timbul akibat perbedaan masyarakat serta budaya tempat mereka berkembang. Sebagai contoh, biohacker di Eropa secara umum berbeda dengan rekan mereka di Amerika Utara.

Kelompok yang berada di Amerika Utara memberi perhatian pada pengembangan praktik layanan kesehatan alternatif. Sementara itu, kelompok Eropa lebih memusatkan perhatian pada pencarian cara untuk menolong masyarakat di dunia membangun atau terlibat dalam bioproyek pagi.

Tetapi budaya biohacking di Swedia sebenarnya berbeda dengan Eropa. Di Swedia, mereka umumnya bagian dari gerakan transhumanis. Dan para transhumanis inilah (atau lebih persisnya, subkelompok “grinders”) yang telah memasukkan chip NFC di antara jempol dan telunjuk ribuan orang Swedia.

Mengapa orang Swedia amat senang menanam microchip ke dalam tubuh mereka? Salah satu teori mengatakan, orang Swedia memang cenderung berbagi hal-hal personal akibat cara sistem keamanan sosial di Swedia dibentuk.

Mitos “naive Swede” (orang Swedia lugu), yang percaya begitu saja pada pemerintah dan lembaga nasional Swedia, adalah sebuah hal yang berlebihan—yang bahkan dicatat oleh kementerian luar negeri Swedia. Mitos itu tidak menjelaskan kebenaran seluruhnya.

Penjelasan yang lebih meyakinkan adalah fakta bahwa di Swedia, orang punya kepercayaan kuat terhadap hal-hal terkait digital. Orang Swedia punya kepercayaan mendalam terhadap potensi positif teknologi.

Selama 20 tahun terakhir, pemerintah Swedia telah berinvestasi banyak di infrastruktur teknologi—dan sekarang hasilnya mulai tampak. Ekonomi Swedia sekarang sebagian besar berbasis ekspor digital, layanan digital dan inovasi teknologi digital.

Dan Swedia telah menjadi salah satu negara paling berhasil sedunia dalam menciptakan dan mengekspor produk digital. Perusahaan kenamaan, seperti Skype dan Spotify, didirikan di Swedia.

Sebuah keyakinan terhadap teknologi digital dan sebuah keyakinan dalam potensinya telah berdampak kuat pada budaya Swedia. Dan ini menjadi fondasi gerakan transhumanis.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
Harga RAM untuk Router...
Harga RAM untuk Router Melonjak 600% karena Lonjakan Permintaan AI
Valve Tunda Peluncuran...
Valve Tunda Peluncuran Steam Machine dan Frame Akibat Krisis Komponen Global
Claude Opus 4.6 Dirilis,...
Claude Opus 4.6 Dirilis, Kemampuan Pemrograman Lebih Komprehensif
NVIDIA Pastikan Akan...
NVIDIA Pastikan Akan Meluncurkan GPU Baru di Tahun 2026
AMD Pastikan Steam Machine...
AMD Pastikan Steam Machine Akan Mulai Dikirim Awal Tahun Ini
Tesla dan SpaceX Siap...
Tesla dan SpaceX Siap Bangun Pabrik Chip Terbesar
Suami Bejat, Terbukti...
Suami Bejat, Terbukti Bantu 120 Pria Beli Layanan Seks Istrinya
Negara NATO Ini Ingin...
Negara NATO Ini Ingin Beli Rudal yang Mampu Menghancurkan Rusia
Rekomendasi
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
PTPN III Gandeng KPK...
PTPN III Gandeng KPK Bangun Integritas dan Cegah Korupsi
Berita Terkini
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved