Donald Trump Sukses Bikin Pendapatan TikTok Melorot

Minggu, 13 September 2020 - 10:11 WIB
loading...
Donald Trump Sukses...
Pangsa pasar TikTok di AS menyusut secara signifikan karena larangan AS. Pada bulan Januari tahun ini, TikTok menyumbang sekitar 76% dari penginstalan, dan aplikasi yang tersisa di 5 teratas menyumbang 24% dari total penginstalan. Foto/Ist
A A A
BEIJING - Pada Agustus lalu, Presiden AS , Donald Trump menandatangani perintah yang melarang TikTok beroperasi dari Amerika Serikat. Pendapatan TikTok pun melorot. Satu-satunya cara jaringan sosial itu dapat bekerja di Amerika Serikat adalah dengan menjualnya kepada perusahaan AS. (Baca juga: Covid-19 Bikin Belanja Pemerintah Membengkak, Tapi Pajak Loyo )

Sejak menandatangani perintah Trump, TikTok telah melakukan pembicaraan dengan perusahaan seperti Microsoft. Presiden AS memerintahkan kesepakatan itu harus diselesaikan pada 20 September.

Reuters melaporkan pada hari Jumat kemarin, meskipun negosiasi sedang berlangsung, para pejabat di Beijing percaya penjualan paksa akan membuat ByteDance dan Pemerintah China tampak menjadi lawan yang tidak diunggulkan.

Sumber mengatakan China sedang mempertimbangkan untuk menggunakan pembatasan ekspor teknologi untuk menunda keputusan apa pun. TikTok, pada gilirannya, mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan tidak memperhatikan tekanan dari Beijing.

Laman Giz China melaporkan, ketika ditanya oleh wartawan tentang TikTok dan larangan yang akan datang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan Trump menyalahgunakan konsep keamanan nasional untuk menindas perusahaan asing.

Pada bulan Agustus, TikTok mengajukan gugatan ke pemerintahan Trump, dengan alasan kurangnya proses hukum. Beberapa hari lalu, rumor mulai muncul bahwa ByteDance sedang dalam pembicaraan dengan Pemerintah AS untuk menghindari penjualan penuh.

Meskipun ada langkah alternatif, ByteDance masih dalam pembicaraan dengan perusahaan AS untuk dijual. Beberapa kandidat yang mungkin termasuk Oracle, atau kemitraan Microsoft-Walmart.
Donald Trump Sukses Bikin Pendapatan TikTok Melorot

Menurut statistik terbaru dari Sensor Tower, pendapatan global TikTok pada bulan Agustus turun banyak dari bulan sebelumnya. Menurut laporan tersebut, meskipun mengalami penurunan, TikTok masih menjadi aplikasi non-game tertinggi di dunia.

Data menunjukkan bahwa total pendapatan TikTok di Apple Store dan Google Store melebihi USD88,1 juta pada bulan Agustus. Ini adalah penurunan 14% dari bulan sebelumnya yang USD102 juta. Angka untuk aplikasi dari April hingga Juni tahun ini masing-masing adalah USD78 juta, USD95,7 juta, dan USD90,7 juta.

Selain itu, sekitar 85% pendapatan TikTok di bulan Agustus berasal dari China (TikTok), sedangkan pendapatan dari Amerika Serikat hanya menyumbang 7,8%. Selanjutnya, pasar Turki menyumbang sekitar 1,4%.

Pangsa pasar TikTok di AS juga menyusut secara signifikan karena larangan AS. Pada bulan Januari tahun ini, TikTok menyumbang sekitar 76% dari penginstalan, dan aplikasi yang tersisa di 5 teratas menyumbang 24% dari total penginstalan.

Namun, pada bulan Agustus, pangsa pasar dari empat pesaing terbesar Bytedance telah naik menjadi 44%. Sedangkan pangsa pasar TikTok menyusut 20%. (Baca juga: Lima Fenomena Astronomi yang akan Terjadi di Pekan Kedua September 2020 )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Rekomendasi
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Massa Mahasiswa Gelar...
Massa Mahasiswa Gelar Demo di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto Ditutup
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
Berita Terkini
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Apakah iPhone 18 Pro...
Apakah iPhone 18 Pro Max Akan Jadi Lompatan Terbesar Teknologi Kamera
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved