3 Jurus Pamungkas LG, Targetkan Dominasi di Hotel, Sekolah, dan Perkantoran
Sabtu, 27 September 2025 - 11:08 WIB
loading...
LG meluncurkan serangkaian produk baru yang dirancang khusus untuk kebutuhan spesifik, bukan lagi produk satu-untuk-semua. Foto: LGEIN
A
A
A
JAKARTA - Saat publik mengenal LG dari televisi dan kulkas yang menghiasi rumah, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini ternyata tengah mempersiapkan gempuran besar di medan perang yang berbeda: pasar bisnis-ke-bisnis (B2B).
Menjelang akhir tahun, LG mengumumkan tiga jurus pamungkas untuk mendominasi layar-layar yang kita lihat di ruang publik, mulai dari TV di kamar hotel, papan tulis digital di sekolah, hingga layar raksasa di ruang rapat korporat.
Ini adalah sinyal kuat bahwa LG tak lagi puas hanya menjadi raja di ruang keluarga. Mereka kini mengincar dominasi di setiap sudut ruang komersial di Indonesia.
“Ketiga langkah besar ini menjadi kunci utama LG dalam memperkuat sekaligus memperluas dominasi di pasar ini,” tegas Agustian Yusetia, Business Head of Information Display LG Electronics Indonesia.
Jurus #1: Gempuran Lini Produk Super Spesifik
LG meluncurkan serangkaian produk baru yang dirancang khusus untuk kebutuhan spesifik, bukan lagi produk satu-untuk-semua.
Untuk Hotel dan Resor: LG memperkenalkan TV Hotel UK760H dengan resolusi 4K NanoCell. Uniknya, TV ini dilengkapi sistem manajemen terpusat Pro:Centric, dukungan streaming (Netflix, dll), dan yang terpenting, lapisan anti karat untuk melindunginya dari korosi—sebuah fitur krusial bagi hotel-hotel di tepi pantai.
Untuk Ruang Publik dan Bisnis: Jajaran Commercial TV diperluas dengan ukuran 75 inci, 86 inci (NanoCell), hingga 100 inci (QNED EVO MiniLED). Dibuat dengan komponen kelas industri, TV ini dirancang untuk menyala non-stop dan didukung garansi purna jual selama 3 tahun.
Untuk Ruang Rapat 'Sultan': Di segmen premium, LG memamerkan LG MAGNIT All-in-One, sebuah layar Micro LED seluas 136 inci buatan Korea. Dengan teknologi Micro Pixel Pitch dan Coating On Board (COB), layar ini menjanjikan kualitas visual superior untuk ruang dewan direksi.
Untuk Kelas dan Kantor Cerdas: LG juga mendorong LG CreateBoard, papan tulis interaktif pintar berukuran 55 hingga 86 inci. Papan tulis futuristik ini dapat mengenali hingga 40 titik sentuh secara bersamaan, dirancang untuk merevolusi cara mengajar dan presentasi.
Jurus #2: Janji 'Merah Putih' dengan TKDN 40%
Langkah LG bukan sekadar mengimpor teknologi. Mereka memperkuat basis produksi di pabrik Cibitung dan pusat Riset & Pengembangan (R&D) seluas 40.000 meter persegi di Indonesia. Ini adalah langkah strategis untuk mempercepat distribusi ke seluruh nusantara yang didukung oleh 198 titik Service Center.
Lebih dari itu, LG menargetkan pencapaian nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga minimal 40% untuk seluruh lini produk Information Display. Secara obyektif, target ini bukan hanya soal nasionalisme, tetapi juga syarat krusial untuk memenangkan proyek-proyek besar pemerintah dan BUMN.
“Dengan capaian pada tingkatan tersebut, LG akan semakin mempererat kemitraan dengan berbagai industri pendukung yang pada gilirannya juga akan memajukan perdagangan dalam negeri,” tambah Agustian.
Ini adalah pengakuan bahwa untuk menaklukkan pasar B2B yang kompleks, mereka butuh jaringan distribusi yang kuat dan mengakar. Ingram Micro akan menjadi jembatan untuk menyalurkan produk-produk LG ke seluruh pelosok negeri.
Dengan tiga jurus pamungkas ini—produk inovatif, komitmen produksi lokal, dan aliansi distribusi yang kuat—LG secara agresif memposisikan diri untuk menjadi "rujukan utama", seperti kata Agustian, bagi setiap kebutuhan layar komersialdiIndonesia.
Menjelang akhir tahun, LG mengumumkan tiga jurus pamungkas untuk mendominasi layar-layar yang kita lihat di ruang publik, mulai dari TV di kamar hotel, papan tulis digital di sekolah, hingga layar raksasa di ruang rapat korporat.
Ini adalah sinyal kuat bahwa LG tak lagi puas hanya menjadi raja di ruang keluarga. Mereka kini mengincar dominasi di setiap sudut ruang komersial di Indonesia.
“Ketiga langkah besar ini menjadi kunci utama LG dalam memperkuat sekaligus memperluas dominasi di pasar ini,” tegas Agustian Yusetia, Business Head of Information Display LG Electronics Indonesia.
Jurus #1: Gempuran Lini Produk Super Spesifik
![3 Jurus Pamungkas LG, Targetkan Dominasi di Hotel, Sekolah, dan Perkantoran]()
LG meluncurkan serangkaian produk baru yang dirancang khusus untuk kebutuhan spesifik, bukan lagi produk satu-untuk-semua.
Untuk Hotel dan Resor: LG memperkenalkan TV Hotel UK760H dengan resolusi 4K NanoCell. Uniknya, TV ini dilengkapi sistem manajemen terpusat Pro:Centric, dukungan streaming (Netflix, dll), dan yang terpenting, lapisan anti karat untuk melindunginya dari korosi—sebuah fitur krusial bagi hotel-hotel di tepi pantai.
Untuk Ruang Publik dan Bisnis: Jajaran Commercial TV diperluas dengan ukuran 75 inci, 86 inci (NanoCell), hingga 100 inci (QNED EVO MiniLED). Dibuat dengan komponen kelas industri, TV ini dirancang untuk menyala non-stop dan didukung garansi purna jual selama 3 tahun.
Untuk Ruang Rapat 'Sultan': Di segmen premium, LG memamerkan LG MAGNIT All-in-One, sebuah layar Micro LED seluas 136 inci buatan Korea. Dengan teknologi Micro Pixel Pitch dan Coating On Board (COB), layar ini menjanjikan kualitas visual superior untuk ruang dewan direksi.
Untuk Kelas dan Kantor Cerdas: LG juga mendorong LG CreateBoard, papan tulis interaktif pintar berukuran 55 hingga 86 inci. Papan tulis futuristik ini dapat mengenali hingga 40 titik sentuh secara bersamaan, dirancang untuk merevolusi cara mengajar dan presentasi.
Jurus #2: Janji 'Merah Putih' dengan TKDN 40%
![3 Jurus Pamungkas LG, Targetkan Dominasi di Hotel, Sekolah, dan Perkantoran]()
Langkah LG bukan sekadar mengimpor teknologi. Mereka memperkuat basis produksi di pabrik Cibitung dan pusat Riset & Pengembangan (R&D) seluas 40.000 meter persegi di Indonesia. Ini adalah langkah strategis untuk mempercepat distribusi ke seluruh nusantara yang didukung oleh 198 titik Service Center.
Lebih dari itu, LG menargetkan pencapaian nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga minimal 40% untuk seluruh lini produk Information Display. Secara obyektif, target ini bukan hanya soal nasionalisme, tetapi juga syarat krusial untuk memenangkan proyek-proyek besar pemerintah dan BUMN.
“Dengan capaian pada tingkatan tersebut, LG akan semakin mempererat kemitraan dengan berbagai industri pendukung yang pada gilirannya juga akan memajukan perdagangan dalam negeri,” tambah Agustian.
Jurus #3: Gandeng Raksasa Distribusi Global
Menyadari luasnya pasar Indonesia, LG mengambil langkah pragmatis dengan menjalin kemitraan strategis bersama Ingram Micro, salah satu distributor produk teknologi global terkemuka.Ini adalah pengakuan bahwa untuk menaklukkan pasar B2B yang kompleks, mereka butuh jaringan distribusi yang kuat dan mengakar. Ingram Micro akan menjadi jembatan untuk menyalurkan produk-produk LG ke seluruh pelosok negeri.
Dengan tiga jurus pamungkas ini—produk inovatif, komitmen produksi lokal, dan aliansi distribusi yang kuat—LG secara agresif memposisikan diri untuk menjadi "rujukan utama", seperti kata Agustian, bagi setiap kebutuhan layar komersialdiIndonesia.
(dan)
Lihat Juga :