Eropa Chaos! Tiga Bandara Raksasa Tumbang Seketika, Peringatan Keras untuk Keamanan Bandara di Indonesia
Senin, 22 September 2025 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
"Insiden teknis pada satu penyedia layanan dapat dengan cepat merambat ke beberapa bandara, itulah sebabnya ketahanan, keamanan, dan visibilitas sangat penting."
Dengan kata lain, peretas tidak perlu menyerang setiap bandara satu per satu. Mereka hanya perlu menemukan satu celah pada sistem pihak ketiga yang digunakan bersama, dan efek dominonya akan meruntuhkan yang lain.
"Para penyerang memahami bahwa menargetkan layanan teknologi yang digunakan secara luas dapat menghasilkan dampak yang luar biasa besar, seperti yang ditunjukkan dalam serangan supply chain yang tak terhitung jumlahnya," tambah Guccione.
Model Keamanan Zero Trust: Sederhananya, ini adalah prinsip "jangan pernah percaya, selalu verifikasi."
Dalam model ini, tidak ada pengguna atau sistem yang secara otomatis dipercaya, bahkan jika mereka sudah berada di dalam jaringan. Setiap permintaan akses harus diautentikasi dan diotorisasi secara ketat.
Dengan kata lain, peretas tidak perlu menyerang setiap bandara satu per satu. Mereka hanya perlu menemukan satu celah pada sistem pihak ketiga yang digunakan bersama, dan efek dominonya akan meruntuhkan yang lain.
"Para penyerang memahami bahwa menargetkan layanan teknologi yang digunakan secara luas dapat menghasilkan dampak yang luar biasa besar, seperti yang ditunjukkan dalam serangan supply chain yang tak terhitung jumlahnya," tambah Guccione.
Benteng Pertahanan Baru: Zero Trust dan AI
Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh infrastruktur sepenting bandara untuk membangun benteng pertahanan yang lebih kuat? Menurut Guccione, paradigma keamanan lama sudah tidak relevan. Solusinya terletak pada dua konsep kunci: Zero Trust (Nol Kepercayaan) dan Privileged Access Management (Manajemen Akses Istimewa).Model Keamanan Zero Trust: Sederhananya, ini adalah prinsip "jangan pernah percaya, selalu verifikasi."
Dalam model ini, tidak ada pengguna atau sistem yang secara otomatis dipercaya, bahkan jika mereka sudah berada di dalam jaringan. Setiap permintaan akses harus diautentikasi dan diotorisasi secara ketat.
Lihat Juga :