Gangguan Jaringan Optus Merenggut Tiga Nyawa di Australia
Minggu, 21 September 2025 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
Optus, yang dimiliki oleh Singapore Telecommunications, mengatakan kerusakan telah diperbaiki dan penyelidikan menyeluruh sedang dilakukan.
Insiden ini terjadi kurang dari setahun setelah Optus didenda USD12 juta oleh pihak berwenang karena gagal menyediakan layanan panggilan darurat selama pemadaman jaringan nasional pada tahun 2023.
Perusahaan telekomunikasi tersebut sebelumnya mengalami serangan siber pada tahun 2022 yang memengaruhi data sekitar 9,5 juta pengguna di Australia, serta pemadaman besar pada tahun 2023 yang menyebabkan pengunduran diri CEO saat itu, Kelly Bayer Rosmarin.
Insiden ini terjadi kurang dari setahun setelah Optus didenda USD12 juta oleh pihak berwenang karena gagal menyediakan layanan panggilan darurat selama pemadaman jaringan nasional pada tahun 2023.
Perusahaan telekomunikasi tersebut sebelumnya mengalami serangan siber pada tahun 2022 yang memengaruhi data sekitar 9,5 juta pengguna di Australia, serta pemadaman besar pada tahun 2023 yang menyebabkan pengunduran diri CEO saat itu, Kelly Bayer Rosmarin.
(wbs)
Lihat Juga :