Jomplang! Biaya Bikin AI DeepSeek di China cuma Rp4,7 Miliar, ChatGPT Butuh Rp1,6 Triliun
Jum'at, 19 September 2025 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
Ia memunculkan dua pertanyaan yang sangat meresahkan bagi Amerika: Bagaimana mungkin mereka bisa melakukannya dengan begitu murah? Dan yang lebih penting, dari mana mereka mendapatkan perangkat keras untuk melakukannya?
Namun, di sinilah letak misterinya. Banyak pihak di Amerika yang tidak percaya begitu saja.
Para pejabat AS, dalam sebuah laporan Reuters pada bulan Juni, menuduh DeepSeek memiliki akses ke "volume besar" chip H100—versi super kuat yang sebenarnya dilarang untuk diekspor ke China. Ini mengisyaratkan adanya jalur pasar gelap atau penyelundupan.
Kecurigaan ini semakin menguat setelah DeepSeek, dalam dokumen tambahan untuk jurnal Nature mereka, untuk pertama kalinya mengakui bahwa mereka memang memiliki dan menggunakan chip A100 (versi lain yang juga dilarang) dalam "tahap persiapan" pengembangan AI mereka.
"Pengakuan" ini, meskipun parsial, seolah jadi konfirmasi atas rumor yang telah lama beredar: bahwa salah satu alasan DeepSeek mampu merekrut talenta-talenta terbaik di China adalah karena mereka memiliki akses ke "senjata" superkomputer yang seharusnya tidak mereka miliki.
'Resep' Ajaib dan Misteri Chip Ilegal
Menurut keterangan resmi DeepSeek, resep mereka sangat sederhana. DeepSeek melatih model AI R1 selama 80 jam dengan menggunakan klaster 512 chip Nvidia H800. Chip H800 sendiri adalah "versi sunat" yang sengaja dibuat Nvidia untuk pasar China, agar tidak melanggar aturan larangan ekspor AS yang diberlakukan sejak Oktober 2022.Namun, di sinilah letak misterinya. Banyak pihak di Amerika yang tidak percaya begitu saja.
Para pejabat AS, dalam sebuah laporan Reuters pada bulan Juni, menuduh DeepSeek memiliki akses ke "volume besar" chip H100—versi super kuat yang sebenarnya dilarang untuk diekspor ke China. Ini mengisyaratkan adanya jalur pasar gelap atau penyelundupan.
Kecurigaan ini semakin menguat setelah DeepSeek, dalam dokumen tambahan untuk jurnal Nature mereka, untuk pertama kalinya mengakui bahwa mereka memang memiliki dan menggunakan chip A100 (versi lain yang juga dilarang) dalam "tahap persiapan" pengembangan AI mereka.
"Pengakuan" ini, meskipun parsial, seolah jadi konfirmasi atas rumor yang telah lama beredar: bahwa salah satu alasan DeepSeek mampu merekrut talenta-talenta terbaik di China adalah karena mereka memiliki akses ke "senjata" superkomputer yang seharusnya tidak mereka miliki.
Lihat Juga :