Terbongkar 4 Rahasia Larry Ellison Raup Rp1.600 Triliun dalam Sehari
Rabu, 17 September 2025 - 09:49 WIB
loading...
Larry Ellison mendadak lebih kaya Rp1.600 triliun dalam sehari dan menjadi sorotan dunia. Foto: ist
A
A
A
AMERIKA - Dalam satu hari, kekayaan seorang pria bertambah USD100 miliar atau setara dengan Rp1.600 triliun. Angka yang begitu astronomis hingga sulit dibayangkan, lebih besar dari anggaran tahunan banyak negara di dunia.
Pria itu adalah Larry Ellison, pendiri raksasa teknologi Oracle. Pada hari Rabu pekan lalu, ia secara resmi menjadi manusia kedua dalam sejarah yang berhasil menembus kekayaan bersih USD400 miliar.
Namun, keajaiban finansial ini terjadi di tengah anomali membingungkan. Momen lonjakan kekayaan ini terjadi tepat setelah perusahaannya, Oracle, melaporkan kinerja pendapatan dan laba yang justru mengecewakan dan tidak memenuhi ekspektasi para analis.
Lantas, bagaimana mungkin kabar buruk perusahaan justru menjadi pesta pora bagi kekayaan pendirinya?
Jawabannya adalah kisah rumit tentang janji-janji masa depan bombastis, manuver finansial agresif, serta kebijakan perusahaan yang kontroversial selama bertahun-tahun. Ini bukan keajaiban; tapi resep yang telah diracik dengan sangat cermat.
Inilah 4 Pilar yang Menciptakan Kekayaan Rp1.600 Triliun Larry Ellison
"Kami akan membangun dan mengoperasikan lebih banyak data infrastruktur awan daripada gabungan semua pesaing kami," gembar-gembor Larry Ellison, yang kini berusia 81 tahun. Janji inilah yang dibeli oleh pasar, yang membuat nilai sahamnya melambung tinggi.
Tindakan ini, yang terkadang didanai oleh "pinjaman kontroversial," secara efektif mengurangi jumlah total saham yang beredar hingga separuhnya. Karena Ellison hampir tidak pernah menjual saham miliknya, kepemilikannya secara otomatis membengkak hampir dua kali lipat, dari 22% menjadi 41%. Jadi, ketika nilai perusahaan naik, lonjakan kekayaan pribadinya menjadi berlipat ganda.
Ini memungkinkan dia untuk mendapatkan miliaran dolar uang tunai untuk mendanai gaya hidupnya yang mewah tanpa harus menjual selembar saham pun, sehingga kepemilikan 41%-nya tetap utuh.
Tumpukan utangnya mencapai USD92 miliar, dan yang paling ironis, bulan ini mereka dilaporkan baru saja mem-PHK sekitar 3.000 karyawan.
Kisah keuntungan Rp1.600 triliun dalam sehari ini adalah sebuah potret yang gamblang sekaligus meresahkan dari kapitalisme modern.
Sebuah cerita tentang bagaimana janji-janji futuristik dan rekayasa finansial yang cerdik dapat menciptakan kekayaan pribadi yang tak terhingga, bahkan di saat perusahaan yang menjadi sumbernya sedang mengetatkan ikat pinggang dan para karyawannya menghadapiketidakpastian.
Pria itu adalah Larry Ellison, pendiri raksasa teknologi Oracle. Pada hari Rabu pekan lalu, ia secara resmi menjadi manusia kedua dalam sejarah yang berhasil menembus kekayaan bersih USD400 miliar.
Namun, keajaiban finansial ini terjadi di tengah anomali membingungkan. Momen lonjakan kekayaan ini terjadi tepat setelah perusahaannya, Oracle, melaporkan kinerja pendapatan dan laba yang justru mengecewakan dan tidak memenuhi ekspektasi para analis.
Lantas, bagaimana mungkin kabar buruk perusahaan justru menjadi pesta pora bagi kekayaan pendirinya?
Jawabannya adalah kisah rumit tentang janji-janji masa depan bombastis, manuver finansial agresif, serta kebijakan perusahaan yang kontroversial selama bertahun-tahun. Ini bukan keajaiban; tapi resep yang telah diracik dengan sangat cermat.
Inilah 4 Pilar yang Menciptakan Kekayaan Rp1.600 Triliun Larry Ellison
1. 'Jualan Mimpi' AI yang Mengguncang Wall Street
Pemicu utama dari lonjakan saham Oracle sebesar 38% dalam semalam bukanlah kinerja masa lalunya, melainkan sebuah janji masa depan yang luar biasa optimistis. Di hadapan para investor, Oracle memproyeksikan bahwa pendapatan dari infrastruktur komputasi awan mereka—yang sebagian besar untuk mendukung AI—akan meroket dari USD18 miliar tahun ini menjadi USD144 miliar dalam empat tahun ke depan."Kami akan membangun dan mengoperasikan lebih banyak data infrastruktur awan daripada gabungan semua pesaing kami," gembar-gembor Larry Ellison, yang kini berusia 81 tahun. Janji inilah yang dibeli oleh pasar, yang membuat nilai sahamnya melambung tinggi.
2. Jurus 'Sihir' Pembelian Kembali Saham (Stock Buyback)
Inilah rahasia sesungguhnya di balik mengapa Ellison mendapat porsi kue yang begitu besar. Selama 15 tahun terakhir, Oracle secara agresif menghabiskan USD142 miliar untuk membeli kembali sahamnya sendiri dari pasar.Tindakan ini, yang terkadang didanai oleh "pinjaman kontroversial," secara efektif mengurangi jumlah total saham yang beredar hingga separuhnya. Karena Ellison hampir tidak pernah menjual saham miliknya, kepemilikannya secara otomatis membengkak hampir dua kali lipat, dari 22% menjadi 41%. Jadi, ketika nilai perusahaan naik, lonjakan kekayaan pribadinya menjadi berlipat ganda.
3. Mesin Uang Pribadi Bernama Dividen
Sambil terus memupuk kepemilikan sahamnya, Ellison juga menikmati aliran uang tunai yang luar biasa dari dividen. Saat ini, ia menerima USD500 juta (sekitar Rp8 triliun) setiap tiga bulan. Hanya dalam setahun terakhir, ia telah mengantongi sekitar USD2 miliar (sekitar Rp32 triliun) dari dividen saja.4. 'Bank Pribadi' Bernama Saham Gadai
Inilah trik terakhir yang paling cerdik. Ellison adalah satu-satunya eksekutif di Oracle yang diizinkan untuk menggadaikan sahamnya demi mendapatkan pinjaman pribadi. Ia telah menggadaikan 277 juta lembar saham miliknya, yang bernilai sekitar USD93 miliar.Ini memungkinkan dia untuk mendapatkan miliaran dolar uang tunai untuk mendanai gaya hidupnya yang mewah tanpa harus menjual selembar saham pun, sehingga kepemilikan 41%-nya tetap utuh.
Pesta Sang Miliarder di Tengah Badai Perusahaan
Namun, di balik pesta pora pribadi Larry Ellison, kondisi Oracle sendiri justru mengkhawatirkan. Perusahaan ini memproyeksikan akan mengalami arus kas negatif selama tiga tahun ke depan karena belanja besar-besaran untuk membangun pusat data AI.Tumpukan utangnya mencapai USD92 miliar, dan yang paling ironis, bulan ini mereka dilaporkan baru saja mem-PHK sekitar 3.000 karyawan.
Kisah keuntungan Rp1.600 triliun dalam sehari ini adalah sebuah potret yang gamblang sekaligus meresahkan dari kapitalisme modern.
Sebuah cerita tentang bagaimana janji-janji futuristik dan rekayasa finansial yang cerdik dapat menciptakan kekayaan pribadi yang tak terhingga, bahkan di saat perusahaan yang menjadi sumbernya sedang mengetatkan ikat pinggang dan para karyawannya menghadapiketidakpastian.
(dan)
Lihat Juga :