Apakah Serangan 11 September 2001 Melibatkan Bom? Ini Penjelasannya
Sabtu, 13 September 2025 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pengakuan tahun 2002, Khalid Sheikh Mohammed dan Ramzi bin al-Shibh—perencana serangan—mengungkap bahwa target utama Penerbangan 93 adalah Gedung Capitol, bukan Gedung Putih.
Mereka juga menyebut bahwa instalasi nuklir awalnya sempat dipertimbangkan sebagai target, namun dibatalkan karena khawatir akan menimbulkan dampak di luar kendali.
Pascaserangan 11 September 2001
Beberapa jam setelah serangan, FBI berhasil mengidentifikasi para pembajak, berkat koper milik Muhammad Atta yang berisi dokumen penting tentang identitas dan rencana mereka. NSA dan intelijen Jerman juga mengaitkan serangan ini dengan Osama bin Laden.
Pada 27 September 2001, FBI merilis foto dan data ke-19 pembajak. Dari mereka, 15 berasal dari Arab Saudi, dua dari Uni Emirat Arab, satu dari Mesir, dan satu dari Lebanon.
Tidak seperti stereotip pelaku pada umumnya, mereka merupakan pria dewasa yang berpendidikan dan sudah memiliki pandangan ideologis yang matang.
Berdasarkan laporan resmi dari Komisi Penyelidik 9/11, sekitar 3.000 orang kehilangan nyawa, menjadikan insiden ini sebagai serangan teroris paling mematikan dalam sejarah modern.
M/GShofwatuzzahro
Mereka juga menyebut bahwa instalasi nuklir awalnya sempat dipertimbangkan sebagai target, namun dibatalkan karena khawatir akan menimbulkan dampak di luar kendali.
Pascaserangan 11 September 2001
![Apakah Serangan 11 September 2001 Melibatkan Bom? Ini Penjelasannya]()
Beberapa jam setelah serangan, FBI berhasil mengidentifikasi para pembajak, berkat koper milik Muhammad Atta yang berisi dokumen penting tentang identitas dan rencana mereka. NSA dan intelijen Jerman juga mengaitkan serangan ini dengan Osama bin Laden.
Pada 27 September 2001, FBI merilis foto dan data ke-19 pembajak. Dari mereka, 15 berasal dari Arab Saudi, dua dari Uni Emirat Arab, satu dari Mesir, dan satu dari Lebanon.
Tidak seperti stereotip pelaku pada umumnya, mereka merupakan pria dewasa yang berpendidikan dan sudah memiliki pandangan ideologis yang matang.
Berdasarkan laporan resmi dari Komisi Penyelidik 9/11, sekitar 3.000 orang kehilangan nyawa, menjadikan insiden ini sebagai serangan teroris paling mematikan dalam sejarah modern.
M/GShofwatuzzahro
(dan)
Lihat Juga :