Apakah Serangan 11 September 2001 Melibatkan Bom? Ini Penjelasannya
Sabtu, 13 September 2025 - 13:28 WIB
loading...
Pada pukul 08.46 pagi, 11 September 2001, American Airlines Penerbangan 11 menabrak Menara Utara World Trade Center (WTC) di New York. Foto: ist
A
A
A
NEW YORK - Serangan 11 September 2001, yang juga dikenal sebagai Peristiwa Selasa Kelabu atau 9/11, merupakan rangkaian empat aksi serangan bunuh diri terkoordinasi yang terjadi pada tanggal 11 September 2001, dengan sasaran utama di New York City dan Washington, D.C.
Kronologi Serangan 11 September 2001
Pada pagi hari 11 September 2001, sebanyak 19 pembajak dari kelompok militan al-Qaeda mengambil alih empat pesawat komersial yang sedang menuju San Fransisco dan Los Angeles, setelah lepas landas dari Boston, Newark, dan Washington, D.C.
Mereka memilih pesawat jarak jauh karena membawa bahan bakar dalam jumlah besar yang bisa menyebabkan kerusakan besar saat ditabrakkan.
Pada pukul 08.46 pagi, American Airlines Penerbangan 11 menabrak Menara Utara World Trade Center (WTC) di New York. Selang 17 menit kemudian, pada pukul 09.03 pagi, United Airlines Penerbangan 175 menghantam Menara Selatan.
Serangan berlanjutke Washington, D.C., ketika American Airlines Penerbangan 77 ditabrakkan ke Gedung Pentagon pada pukul 09.37 pagi.
Sementara itu, United Airlines Penerbangan 93, yang juga dibajak, jauh di sebuah ladang dekat Shanksville, Pennsylvania, pada pukul 10.03 pagi, setelah para penumpangnya berusaha merebut kembali kendali pesawat. Target awal pesawat ini diduga adalah Gedung Capitol Amerika Serikat.
Beberapa penumpang sempat melakukan panggilan telepon, memberi informasi tentang jumlah pembajak, penggunaan gas air mata atau semprotan merica, serta adanya senjata tajam.
Ada juga laporan bahwa para pembajak membawa bom, namun setelah penyelidikan, FBI tidak menemukan bukti bahan peledak, dan 9/11 Commission menyimpulkan bom tersebut kemungkinan palsu.
Setelah Penerbangan 11 dikonfirmasi dibajak, jet tempur F-15 dari otis Air National Guard diterbangkan, namun karena koordinasi yang buruk antara FAA dan NORAD, banyak pesawat temput tidak mendapat instruksi yang jelas atau datang terlambat.
Beberapa bahkan terbang tanpa amunisi, dan dalam skenario terburuk, pilot diperintahkan untuk menabrakkan diri ke pesawat yang dibajak jika diperlukan.
Tiga bangunan di komplek WTC runtuh akibat kerusakan struktural dan kebakaran, diantaranya:
Menara Selatan runtuh pukul 09.59 pagi setelah terbakar 56 menit.
Menara Utara runtuh pukul 10.28 pagi setelah terbakar 102 menit.
Gedung 7 WTC ikut runtuh pada pukul 17.21 sore setelah rusak dan terbakar akibat tertimpa reruntuhan dari Menara Utara.
Pasca serangan, semua penerbangan di AS dihentikan, dan pesawat mengudara diperintahkan mendarat secepat mungkin. Penerbangan internasional dialihkan ke Kanada atau Meksiko, dan pelarangan masuk pesawat ke wilayah AS berlaku selama tiga hari.
Dalam pengakuan tahun 2002, Khalid Sheikh Mohammed dan Ramzi bin al-Shibh—perencana serangan—mengungkap bahwa target utama Penerbangan 93 adalah Gedung Capitol, bukan Gedung Putih.
Mereka juga menyebut bahwa instalasi nuklir awalnya sempat dipertimbangkan sebagai target, namun dibatalkan karena khawatir akan menimbulkan dampak di luar kendali.
Pascaserangan 11 September 2001
Beberapa jam setelah serangan, FBI berhasil mengidentifikasi para pembajak, berkat koper milik Muhammad Atta yang berisi dokumen penting tentang identitas dan rencana mereka. NSA dan intelijen Jerman juga mengaitkan serangan ini dengan Osama bin Laden.
Pada 27 September 2001, FBI merilis foto dan data ke-19 pembajak. Dari mereka, 15 berasal dari Arab Saudi, dua dari Uni Emirat Arab, satu dari Mesir, dan satu dari Lebanon.
Tidak seperti stereotip pelaku pada umumnya, mereka merupakan pria dewasa yang berpendidikan dan sudah memiliki pandangan ideologis yang matang.
Berdasarkan laporan resmi dari Komisi Penyelidik 9/11, sekitar 3.000 orang kehilangan nyawa, menjadikan insiden ini sebagai serangan teroris paling mematikan dalam sejarah modern.
M/GShofwatuzzahro
Kronologi Serangan 11 September 2001
![Apakah Serangan 11 September 2001 Melibatkan Bom? Ini Penjelasannya]()
Pada pagi hari 11 September 2001, sebanyak 19 pembajak dari kelompok militan al-Qaeda mengambil alih empat pesawat komersial yang sedang menuju San Fransisco dan Los Angeles, setelah lepas landas dari Boston, Newark, dan Washington, D.C.
Mereka memilih pesawat jarak jauh karena membawa bahan bakar dalam jumlah besar yang bisa menyebabkan kerusakan besar saat ditabrakkan.
Pada pukul 08.46 pagi, American Airlines Penerbangan 11 menabrak Menara Utara World Trade Center (WTC) di New York. Selang 17 menit kemudian, pada pukul 09.03 pagi, United Airlines Penerbangan 175 menghantam Menara Selatan.
Serangan berlanjutke Washington, D.C., ketika American Airlines Penerbangan 77 ditabrakkan ke Gedung Pentagon pada pukul 09.37 pagi.
Sementara itu, United Airlines Penerbangan 93, yang juga dibajak, jauh di sebuah ladang dekat Shanksville, Pennsylvania, pada pukul 10.03 pagi, setelah para penumpangnya berusaha merebut kembali kendali pesawat. Target awal pesawat ini diduga adalah Gedung Capitol Amerika Serikat.
Beberapa penumpang sempat melakukan panggilan telepon, memberi informasi tentang jumlah pembajak, penggunaan gas air mata atau semprotan merica, serta adanya senjata tajam.
Ada juga laporan bahwa para pembajak membawa bom, namun setelah penyelidikan, FBI tidak menemukan bukti bahan peledak, dan 9/11 Commission menyimpulkan bom tersebut kemungkinan palsu.
Setelah Penerbangan 11 dikonfirmasi dibajak, jet tempur F-15 dari otis Air National Guard diterbangkan, namun karena koordinasi yang buruk antara FAA dan NORAD, banyak pesawat temput tidak mendapat instruksi yang jelas atau datang terlambat.
Beberapa bahkan terbang tanpa amunisi, dan dalam skenario terburuk, pilot diperintahkan untuk menabrakkan diri ke pesawat yang dibajak jika diperlukan.
Tiga bangunan di komplek WTC runtuh akibat kerusakan struktural dan kebakaran, diantaranya:
Menara Selatan runtuh pukul 09.59 pagi setelah terbakar 56 menit.
Menara Utara runtuh pukul 10.28 pagi setelah terbakar 102 menit.
Gedung 7 WTC ikut runtuh pada pukul 17.21 sore setelah rusak dan terbakar akibat tertimpa reruntuhan dari Menara Utara.
Pasca serangan, semua penerbangan di AS dihentikan, dan pesawat mengudara diperintahkan mendarat secepat mungkin. Penerbangan internasional dialihkan ke Kanada atau Meksiko, dan pelarangan masuk pesawat ke wilayah AS berlaku selama tiga hari.
Dalam pengakuan tahun 2002, Khalid Sheikh Mohammed dan Ramzi bin al-Shibh—perencana serangan—mengungkap bahwa target utama Penerbangan 93 adalah Gedung Capitol, bukan Gedung Putih.
Mereka juga menyebut bahwa instalasi nuklir awalnya sempat dipertimbangkan sebagai target, namun dibatalkan karena khawatir akan menimbulkan dampak di luar kendali.
Pascaserangan 11 September 2001
![Apakah Serangan 11 September 2001 Melibatkan Bom? Ini Penjelasannya]()
Beberapa jam setelah serangan, FBI berhasil mengidentifikasi para pembajak, berkat koper milik Muhammad Atta yang berisi dokumen penting tentang identitas dan rencana mereka. NSA dan intelijen Jerman juga mengaitkan serangan ini dengan Osama bin Laden.
Pada 27 September 2001, FBI merilis foto dan data ke-19 pembajak. Dari mereka, 15 berasal dari Arab Saudi, dua dari Uni Emirat Arab, satu dari Mesir, dan satu dari Lebanon.
Tidak seperti stereotip pelaku pada umumnya, mereka merupakan pria dewasa yang berpendidikan dan sudah memiliki pandangan ideologis yang matang.
Berdasarkan laporan resmi dari Komisi Penyelidik 9/11, sekitar 3.000 orang kehilangan nyawa, menjadikan insiden ini sebagai serangan teroris paling mematikan dalam sejarah modern.
M/GShofwatuzzahro
(dan)
Lihat Juga :