Di Tengah Kepungan Banjir Bali, Ribuan Menara BTS Bertahan Jaga Denyut Nadi Komunikasi
Sabtu, 13 September 2025 - 11:41 WIB
loading...
Di tengah kegelapan dan isolasi, sinyal telekomunikasi menjelma menjadi satu-satunya denyut nadi yang menghubungkan para korban dengan dunia luar. Foto: XLSMART
A
A
A
BALI - Saat air bah menerjang sejumlah wilayah di Bali pada Selasa (9/9) lalu, memutuskan akses jalan dan memadamkan aliran listrik, satu hal menjadi tak ternilai harganya: satu bar sinyal di layar ponsel.
Di tengah kegelapan dan isolasi, sinyal telekomunikasi menjelma menjadi satu-satunya "denyut nadi" yang menghubungkan para korban dengan dunia luar, antara keluarga yang cemas dan tim penyelamat yang berpacu dengan waktu.
Kini, setelah berhari-hari kerja keras di lapangan, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) pada hari Sabtu (13/9) mengumumkan bahwa denyut nadi itu telah berhasil dijaga. Jaringan telekomunikasi mereka di seluruh Bali dipastikan dalam kondisi aman dan kini telah beroperasi normal.
Musuh utamanya bukanlah air bah itu sendiri, melainkan dampaknya: padamnya pasokan listrik yang menjadi nyawa bagi menara-menara tersebut.
"Banjir di beberapa wilayah Bali menyebabkan akses jalan terhambat dan pasokan listrik terputus di beberapa titik," ungkap Dodik Ariyanto, Regional Group Head XLSMART East Region. "Namun, tim teknis kami sigap mengaktifkan genset dan melakukan perbaikan sehingga layanan tetap terjaga."
Langkah cepat ini menjadi krusial. Dodik menekankan betapa vitalnya peran jaringan di saat darurat, "mengingat layanan telekomunikasi saat ini sangat dibutuhkan masyarakat terdampak dan pihak berwenang yang menangani bencana."
Setelah tiga hari berpacu dengan waktu, upaya mereka membuahkan hasil. Pada hari Jumat (12/9), XLSMART secara resmi menyatakan bahwa jaringan di area yang paling terdampak, termasuk Kabupaten Jembrana, Tabanan, dan Badung, telah kembali normal.
Bantuan berupa kebutuhan pokok darurat ini akan didistribusikan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga kemanusiaan DT Peduli, UMKM lokal, serta mitra diler dan aparat setempat. Langkah ini menunjukkan sebuah pergeseran dalam standar tanggung jawab korporat di era modern: tidak cukup hanya memperbaiki aset perusahaan, tetapi juga wajib membantu komunitas yang terdampak.
Fakta bahwa gangguan utama disebabkan oleh padamnya listrik menyoroti sebuah ketergantungan kritis. Penggunaan genset adalah solusi darurat yang efektif, namun ia membuka pertanyaan yang lebih besar tentang ketangguhan jangka panjang dari jaringan listrik yang menopang seluruh "denyut nadi" komunikasi kita.
Meskipun XLSMART telah berhasil melewati ujian kali ini, bencana ini memberikan sebuah pelajaran berharga bagi seluruh penyedia layanan infrastruktur di Indonesia akan pentingnya membangun sistem yang lebih tangguh dan tahan bencanadimasadepan.
Di tengah kegelapan dan isolasi, sinyal telekomunikasi menjelma menjadi satu-satunya "denyut nadi" yang menghubungkan para korban dengan dunia luar, antara keluarga yang cemas dan tim penyelamat yang berpacu dengan waktu.
Kini, setelah berhari-hari kerja keras di lapangan, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) pada hari Sabtu (13/9) mengumumkan bahwa denyut nadi itu telah berhasil dijaga. Jaringan telekomunikasi mereka di seluruh Bali dipastikan dalam kondisi aman dan kini telah beroperasi normal.
Pertarungan Melawan Waktu di Jembrana, Tabanan, dan Badung
Tantangan yang dihadapi tidaklah mudah. Bencana banjir menghantam wilayah-wilayah di mana XLSMART memiliki sekitar 2.700 menara BTS (dari total lebih dari 7.200 BTS di seluruh Bali).Musuh utamanya bukanlah air bah itu sendiri, melainkan dampaknya: padamnya pasokan listrik yang menjadi nyawa bagi menara-menara tersebut.
"Banjir di beberapa wilayah Bali menyebabkan akses jalan terhambat dan pasokan listrik terputus di beberapa titik," ungkap Dodik Ariyanto, Regional Group Head XLSMART East Region. "Namun, tim teknis kami sigap mengaktifkan genset dan melakukan perbaikan sehingga layanan tetap terjaga."
Langkah cepat ini menjadi krusial. Dodik menekankan betapa vitalnya peran jaringan di saat darurat, "mengingat layanan telekomunikasi saat ini sangat dibutuhkan masyarakat terdampak dan pihak berwenang yang menangani bencana."
Setelah tiga hari berpacu dengan waktu, upaya mereka membuahkan hasil. Pada hari Jumat (12/9), XLSMART secara resmi menyatakan bahwa jaringan di area yang paling terdampak, termasuk Kabupaten Jembrana, Tabanan, dan Badung, telah kembali normal.
Lebih dari Sekadar Sinyal: Bantuan untuk Korban
Di tengah kesibukan memulihkan infrastruktur, XLSMART juga menegaskan bahwa tanggung jawab mereka lebih dari sekadar menjaga sinyal. Perusahaan ini mengumumkan akan segera menyalurkan bantuan "XLSMART Peduli Bencana" bagi para korban.Bantuan berupa kebutuhan pokok darurat ini akan didistribusikan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga kemanusiaan DT Peduli, UMKM lokal, serta mitra diler dan aparat setempat. Langkah ini menunjukkan sebuah pergeseran dalam standar tanggung jawab korporat di era modern: tidak cukup hanya memperbaiki aset perusahaan, tetapi juga wajib membantu komunitas yang terdampak.
Sebuah Ujian Ketangguhan Infrastruktur Digital
Keberhasilan XLSMART menjaga jaringannya tetap beroperasi adalah sebuah kabar baik. Namun, insiden banjir Bali ini juga menjadi sebuah pengingat yang gamblang tentang betapa rapuhnya infrastruktur digital kita.Fakta bahwa gangguan utama disebabkan oleh padamnya listrik menyoroti sebuah ketergantungan kritis. Penggunaan genset adalah solusi darurat yang efektif, namun ia membuka pertanyaan yang lebih besar tentang ketangguhan jangka panjang dari jaringan listrik yang menopang seluruh "denyut nadi" komunikasi kita.
Meskipun XLSMART telah berhasil melewati ujian kali ini, bencana ini memberikan sebuah pelajaran berharga bagi seluruh penyedia layanan infrastruktur di Indonesia akan pentingnya membangun sistem yang lebih tangguh dan tahan bencanadimasadepan.
(dan)
Lihat Juga :