NASA Larang Warga China ke Bulan, Persaingan Antariksa Kian Memanas
Jum'at, 12 September 2025 - 07:14 WIB
loading...
A
A
A
Langkah terbaru NASA ini dipandang meningkatkan ketegangan dalam persaingan teknologi antara dua negara adidaya dunia, terutama di sektor sains dan antariksa.
Dalam beberapa tahun terakhir, mahasiswa China, terutama di bidang sains dan teknologi, juga menghadapi kesulitan dalam mendapatkan visa, dan beberapa bahkan diblokir untuk memasuki Amerika Serikat meskipun mereka telah mendapatkan visa.
Lebih parah lagi, beberapa kasus spionase yang melibatkan warga negara China juga telah dilaporkan di Amerika Serikat, yang menyebabkan para ilmuwan di negara tersebut sering berada di bawah pengawasan pihak berwenang.
Juru bicara NASA, Bethany Stevens, mengonfirmasi tindakan internal tersebut, termasuk membatasi akses fisik dan siber warga negara Tiongkok ke fasilitas-fasilitas badan tersebut.
Dalam konferensi pers terpisah, Penjabat Administrator NASA, Sean Duffy, menekankan bahwa Amerika Serikat kini berada dalam "perlombaan antariksa kedua" dengan China.
.
"China ingin kembali ke bulan sebelum kita. Itu tidak akan terjadi," tegasnya.
Tiongkok sebelumnya telah menepis kekhawatiran Amerika sebagai "tidak perlu", dan justru menggambarkan eksplorasi antariksa sebagai misi kolektif untuk kemanusiaan universal.
Namun, di Washington, kekhawatiran tentang aspirasi Beijing semakin jelas. AS, melalui program Artemis, menargetkan pendaratan pada tahun 2027, tetapi menghadapi penundaan dan biaya yang melonjak.
Dalam beberapa tahun terakhir, mahasiswa China, terutama di bidang sains dan teknologi, juga menghadapi kesulitan dalam mendapatkan visa, dan beberapa bahkan diblokir untuk memasuki Amerika Serikat meskipun mereka telah mendapatkan visa.
Lebih parah lagi, beberapa kasus spionase yang melibatkan warga negara China juga telah dilaporkan di Amerika Serikat, yang menyebabkan para ilmuwan di negara tersebut sering berada di bawah pengawasan pihak berwenang.
Juru bicara NASA, Bethany Stevens, mengonfirmasi tindakan internal tersebut, termasuk membatasi akses fisik dan siber warga negara Tiongkok ke fasilitas-fasilitas badan tersebut.
Dalam konferensi pers terpisah, Penjabat Administrator NASA, Sean Duffy, menekankan bahwa Amerika Serikat kini berada dalam "perlombaan antariksa kedua" dengan China.
.
"China ingin kembali ke bulan sebelum kita. Itu tidak akan terjadi," tegasnya.
Tiongkok sebelumnya telah menepis kekhawatiran Amerika sebagai "tidak perlu", dan justru menggambarkan eksplorasi antariksa sebagai misi kolektif untuk kemanusiaan universal.
Namun, di Washington, kekhawatiran tentang aspirasi Beijing semakin jelas. AS, melalui program Artemis, menargetkan pendaratan pada tahun 2027, tetapi menghadapi penundaan dan biaya yang melonjak.
Lihat Juga :