Nepal Cabut Larangan Medsos setelah Aksi Demo Gen Z Tewaskan 19 Orang

Selasa, 09 September 2025 - 21:53 WIB
loading...
A A A
Pemerintah mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut gagal mendaftar dan berada di bawah kendali pemerintah.

Penembakan terjadi ketika pemerintah sedang berupaya menerapkan rancangan undang-undang baru untuk memastikan platform media sosial "dikelola dengan baik, bertanggung jawab, dan akuntabel."

Usulan tersebut telah banyak dikritik sebagai alat penyensoran dan hukuman bagi penentang pemerintah yang menyuarakan perbedaan pendapat mereka secara daring.

Menurut pemerintah, lebih dari dua lusin jaringan media sosial di Nepal telah berulang kali diberi pemberitahuan untuk mendaftar secara resmi di negara tersebut. Platform yang gagal mendaftar telah diblokir sejak pekan lalu.

Google, pemilik YouTube, dan Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, tidak menanggapi permintaan komentar dari The Associated Press. Platform X milik Elon Musk juga tidak berkomentar.

Namun, aplikasi berbagi video TikTok, Viber, dan tiga platform lainnya telah terdaftar dan beroperasi tanpa gangguan.

Pemerintah juga telah memberlakukan jam malam di sekitar gedung parlemen, sekretariat pemerintah, kediaman presiden, dan beberapa area penting di Kathmandu serta dua kota lainnya di Nepal.

Sementara itu, tujuh jenazah dan puluhan korban luka telah dikirim ke Pusat Trauma Nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Dulu Diremehkan, Kreator...
Dulu Diremehkan, Kreator Konten Ayu Selvia Kini Raup Ratusan Juta per Bulan dari Sosmed
Tak Cuma Jago Melukis!...
Tak Cuma Jago Melukis! RizkyAmom Sukses Padukan Seni Lukis, Ilustrasi, dan Clay Art Jadi Konten Edukatif
Dari Hobi Jadi Cuan!...
Dari Hobi Jadi Cuan! Begini Strategi Rizkyamom Menggaet Klien Pertama di Industri Seni
Rekomendasi
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Berita Terkini
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Infografis
Serangan Tewaskan 40...
Serangan Tewaskan 40 Orang Hanya Permulaan, AS Siap Lawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved