Para Miliarder Teknologi Melawan Kematian, Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Senin, 08 September 2025 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
1. Memutar Balik Waktu: Ini adalah jalan paling ambisius dan spekulatif, dengan fokus pada "pemrograman ulang" sel untuk mengembalikannya ke kondisi yang lebih muda. Jalan ini telah menarik investasi sekitar Rp80 triliun.
2. Memerangi Penyakit Tua: Pendekatan yang lebih pragmatis ini berfokus pada pengembangan obat untuk penyakit yang identik dengan usia tua, seperti obesitas dan penurunan fungsi otot. Namun, risikonya tetap tinggi. Sebuah uji coba obat obesitas oleh BioAge Labs sempat dihentikan pada 2024 karena masalah keamanan.
3. Optimasi Masa Kini: Ini adalah pasar yang paling komersial. Sekitar Rp 41,6 triliun (USD2.6 miliar) telah diinvestasikan ke perusahaan yang menjual pelacak kesehatan, suplemen, program nutrisi, hingga kosmetik anti-penuaan.
Namun, di balik fasad kemajuan ilmu pengetahuan, pertanyaan kritis mengemuka. Ketika dunia menghadapi krisis iklim, kelaparan, dan penyakit menular, apakah menggelontorkan dana setara PDB negara kecil untuk ambisi segelintir orang kaya melawan takdir adalah penggunaan sumber daya yang bijak?
Baca Juga: Mikrofon Bocor, Putin dan Xi Jinping Ketahuan Bahas Transplantasi Organ dan Hidup Abadi
Perlombaan ini berisiko menciptakan masa depan distopia: sebuah dunia dua kasta di mana kaum super kaya bisa "membeli" dekade tambahan kehidupan yang sehat dan produktif, sementara masyarakat umum tetap menua dan matisepertibiasa.
2. Memerangi Penyakit Tua: Pendekatan yang lebih pragmatis ini berfokus pada pengembangan obat untuk penyakit yang identik dengan usia tua, seperti obesitas dan penurunan fungsi otot. Namun, risikonya tetap tinggi. Sebuah uji coba obat obesitas oleh BioAge Labs sempat dihentikan pada 2024 karena masalah keamanan.
3. Optimasi Masa Kini: Ini adalah pasar yang paling komersial. Sekitar Rp 41,6 triliun (USD2.6 miliar) telah diinvestasikan ke perusahaan yang menjual pelacak kesehatan, suplemen, program nutrisi, hingga kosmetik anti-penuaan.
Kritik di Balik Ambisi
Gerakan ini dipopulerkan oleh para "nabi" awet muda seperti penulis Peter Attia dan biohacker Bryan Johnson, yang rela menghabiskan Rp16 miliar (USD1 juta) setahun untuk eksperimen pada tubuhnya sendiri.Namun, di balik fasad kemajuan ilmu pengetahuan, pertanyaan kritis mengemuka. Ketika dunia menghadapi krisis iklim, kelaparan, dan penyakit menular, apakah menggelontorkan dana setara PDB negara kecil untuk ambisi segelintir orang kaya melawan takdir adalah penggunaan sumber daya yang bijak?
Baca Juga: Mikrofon Bocor, Putin dan Xi Jinping Ketahuan Bahas Transplantasi Organ dan Hidup Abadi
Perlombaan ini berisiko menciptakan masa depan distopia: sebuah dunia dua kasta di mana kaum super kaya bisa "membeli" dekade tambahan kehidupan yang sehat dan produktif, sementara masyarakat umum tetap menua dan matisepertibiasa.
(dan)
Lihat Juga :