Brave Pink, Hero Green: Saat Foto Profil Menjadi Kanvas Perlawanan Damai Generasi Digital Indonesia
Rabu, 03 September 2025 - 09:51 WIB
loading...
Foto profil hijau dan pink kini jadi simbol perlawanan generasi digital lewat media sosial. Foto: Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Jutaan layar ponsel tiba-tiba dihiasi oleh dua warna kontras namun harmonis: merah muda yang berani (brave pink) dan hijau yang heroik (hero green).
Ternyata, ini bukan sekadar tren estetika. Tapi, sebuah bahasa simbolik baru, deklarasi damai yang dipopulerkan oleh para kreator dan influencer Gen Z seperti Jerome Polin dan Ferry Irwandi, yang secara efektif mengubah dunia maya menjadi sebuah kanvas raksasa untuk solidaritas dan aspirasi.
Brave Pink: Warna ini adalah penghormatan bagi Ibu Ana, seorang ibu rumah tangga yang fotonya menjadi viral setelah dengan gagah berani, hanya berbalut daster dan hijab pink, berdiri tak gentar di hadapan barikade aparat saat demonstrasi. Ia menjadi simbol keberanian rakyat biasa.
Hero Green: Warna ini adalah simbol duka sekaligus penghormatan bagi almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis saat sedang bekerja di tengah kericuhan unjuk rasa. Jaket hijaunya kini menjadi lambang kepahlawanan kaum pekerja.
Dua warna ini dianggap mampu menyampaikan pesan, mengikat perasaan, dan pada akhirnya, menggerakkan aksi.
“Untuk meningkatkan awareness tentang 17+8 tuntutan dan perjuangan kita semua, bisa banget pasang profile picture pakai warna pink hijau,” tulis Jerome di unggahan Story Instagramnya.
Langkah mengubah foto profil menjadi pernyataan sikap, seolah cara untuk berkata, "Kami melihat, kami mendengar, dan kami berdiri bersama."
Poin-poin tuntutan ini, yang meliputi reformasi DPR, reformasi kepolisian, hingga kebijakan ekonomi yang lebih adil, ramai dibagikan ulang, mengubah tren visual menjadi sebuah gerakan edukasi massal.
Suara ini juga didukung oleh para akademisi. Lembaga think-tank seperti CORE Indonesia, INDEF, dan The Prakarsa menyuarakan hal yang sama.
“Pemerintah harus memahami bahwa investasi pada kesejahteraan rakyat, bukan pada aparatur koersif, adalah kunci pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Mohammad Faisal, Direktur CORE Indonesia, seperti dilansir Antara.
Seperti yang dicatat oleh Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), kepercayaan adalah elemen esensial bagi pertumbuhan sebuah negara.
Gerakan ini, dengan caranya yang damai dan kreatif, adalah upaya untuk membangun kembali jembatan kepercayaan yangsempatretak.
Ternyata, ini bukan sekadar tren estetika. Tapi, sebuah bahasa simbolik baru, deklarasi damai yang dipopulerkan oleh para kreator dan influencer Gen Z seperti Jerome Polin dan Ferry Irwandi, yang secara efektif mengubah dunia maya menjadi sebuah kanvas raksasa untuk solidaritas dan aspirasi.
Dua Warna, Dua Cerita, Satu Semangat
Di balik dua warna lembut ini, tersimpan dua cerita heroik yang menjadi pemantiknya:Brave Pink: Warna ini adalah penghormatan bagi Ibu Ana, seorang ibu rumah tangga yang fotonya menjadi viral setelah dengan gagah berani, hanya berbalut daster dan hijab pink, berdiri tak gentar di hadapan barikade aparat saat demonstrasi. Ia menjadi simbol keberanian rakyat biasa.
Hero Green: Warna ini adalah simbol duka sekaligus penghormatan bagi almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis saat sedang bekerja di tengah kericuhan unjuk rasa. Jaket hijaunya kini menjadi lambang kepahlawanan kaum pekerja.
Dua warna ini dianggap mampu menyampaikan pesan, mengikat perasaan, dan pada akhirnya, menggerakkan aksi.
Paduan Suara Digital Para Figur Publik
Gerakan ini dengan cepat diamplifikasi oleh “paduan suara” para figur publik. Mulai dari Jerome Polin yang secara terbuka mengajak pengikutnya untuk mengganti foto profil, hingga deretan artis dan kreator konten ternama seperti Titi DJ, Eva Celia, Ziva Magnolya, Ardit Erwandha, Kristo Immanuel, dan Reza Chandika, semuanya serempak "mengenakan" warna pink dan hijau di akun media sosial mereka.“Untuk meningkatkan awareness tentang 17+8 tuntutan dan perjuangan kita semua, bisa banget pasang profile picture pakai warna pink hijau,” tulis Jerome di unggahan Story Instagramnya.
Langkah mengubah foto profil menjadi pernyataan sikap, seolah cara untuk berkata, "Kami melihat, kami mendengar, dan kami berdiri bersama."
Lebih dari Sekadar Warna: '17+8 Tuntutan Rakyat'
Gerakan Brave Pink Hero Green dengan cepat menjadi kendaraan untuk menyebarkan sebuah pesan yang lebih besar dan lebih terstruktur: "17+8 Tuntutan Rakyat".Poin-poin tuntutan ini, yang meliputi reformasi DPR, reformasi kepolisian, hingga kebijakan ekonomi yang lebih adil, ramai dibagikan ulang, mengubah tren visual menjadi sebuah gerakan edukasi massal.
Suara ini juga didukung oleh para akademisi. Lembaga think-tank seperti CORE Indonesia, INDEF, dan The Prakarsa menyuarakan hal yang sama.
“Pemerintah harus memahami bahwa investasi pada kesejahteraan rakyat, bukan pada aparatur koersif, adalah kunci pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Mohammad Faisal, Direktur CORE Indonesia, seperti dilansir Antara.
Bentuk Cinta yang Baru
Pada akhirnya, gerakan Brave Pink Hero Green adalah lebih dari sekadar protes. Ini adalah perayaan solidaritas, bukti bahwa di era digital, kepedulian bisa menular secepat meme.Seperti yang dicatat oleh Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), kepercayaan adalah elemen esensial bagi pertumbuhan sebuah negara.
Gerakan ini, dengan caranya yang damai dan kreatif, adalah upaya untuk membangun kembali jembatan kepercayaan yangsempatretak.
(dan)
Lihat Juga :