AI Talent DNA ESQ, Petakan Bakat dan Kepribadian untuk Pembelajaran yang Sesuai Jati Diri

Minggu, 24 Agustus 2025 - 16:40 WIB
loading...
AI Talent DNA ESQ, Petakan...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
Untuk pertama kalinya di Indonesia seluruh unit Sekolah Rakyat, menggunakan AI Talent DNA ESQ, sebuah terobosan yang memadukan teknologi kecerdasan buatan dengan pendidikan karakter. Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan zaman, di mana setiap anak memiliki potensi unik yang perlu dikenali sejak dini. Melalui AI Talent DNA ESQ, setiap peserta didik dapat dipetakan bakat, minat, serta kepribadiannya secara lebih akurat, sehingga proses belajar tidak lagi bersifat seragam, melainkan sesuai dengan jati diri masing-masing.

Kehadiran teknologi ini bukan hanya menandai langkah maju bagi Sekolah Rakyat, tetapi juga membuka babak baru bagi dunia pendidikan Indonesia untuk mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto berpesan kepada kepala sekolah dan guru Sekolah Rakyat untuk dapat mendidik murid-murid dari Sekolah Rakyat dengan baik. Langkah para murid tersebut ke depan diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat dirinya, orang tua, dan keluarganya keluar dari jurang kemiskinan.

"Anda memiliki tugas yang sangat mulia. Anda sedang menyiapkan tunas-tunas bangsa. Anda sedang dalam rangka upaya kita bersama memutus rantai kemiskinan. Saya titip mereka kepada para guru Sekolah Rakyat, Anda sudah diseleksi melalui program yang ketat," ungkap Presiden Prabowo dalam Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Dengan pembinaan dan pendidikan yang baik dari para guru, akan memberikan harapan dan kegembiraan bagi murid Sekolah Rakyat. Upaya ini merupakan kerja bersama dalam membangun untuk mewujudkan kesejahteraan bagi Indonesia.

Sebelumnya, saat memulai sambutan dan menyapa para tamu undangan temasuk dari jajaran Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo secara khusus turut menyapa Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian sebagai sosok dibalik lahirnya Talent DNA (ESQ) “Saudara Ari Ginanjar, motivator dan penceramah dari ESQ yang saya hormati,” ungkap Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan tiga kunci untuk memahami Sekolah Rakyat; pertama memuliakan wong cilik dengan memberikan penghormatan, memberikan fasilitas sekolah unggulan, memberikan pelayanan terbaik dan menumbuhkan percaya diri bahwa mereka setara dan berdaya yang semua upaya ini difasilitasi oleh negara.

Sementara kunci kedua memahami Sekolah Rakyat, yakni menjangkau yang belum terjangkau. Saifullah menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Adapun kunci ketiga untuk memahami Sekolah Rakyat, yaitu memungkinkan yang tidak mungkin.

"Sekolah Rakyat memberikan harapan, menumbuhkan rasa, mengubah mimpi yang tidak mungkin menjadi mungkin. Sekolah rakyat melahirkan 'pemungkin-pemungkin' baru. Mereka tidak harus sama dengan nasib orang tuanya. Saya minta ini benar-benar dipahami dengan baik," tegasnya.

Sementara itu, menurut Ary Ginanjar, Sekolah Rakyat adalah konsep pendidikan yang sempurna. "Percaya, Tahun 2045, Sekolah Rakyatlah nukleus (inti sel) Indonesia Emas Tahun 2045," ujar dia.

Kata Ary Ginanjar, sebanyak 92 persen siswa SMA bingung menentukan jurusan dan jenjang karier setelah lulus. "Tapi itu tidak terjadi di Sekolah Rakyat, karena begitu (kelas) satu SMA, dia tahu mana Bahasa, mana IPA, mana dokter, mana pengusaha, dan mana nelayan," ungkapnya.

Di Sekolah Rakyat, guru-guru sudah tahu bagaimana nanti mengarahkan anak-anak ke depan melalui DNA talent mapping. Ketika talenta sudah dipetakan dan diasah, maka akan berpengaruh pada prestasi.

Masih kata Ary Ginanjar, bahwa ilmu paling penting dalam kehidupan adalah kenal diri, sehingga bisa menempatkan diri dan membawa diri di manapun berada. "Bagaimana cara kenal diri, hanya ada di Sekolah Rakyat, dengan manajemen talent DNA," tuturnya.

“Dengan manajemen talenta berbasis AI buatan Indonesia, para siswa tidak akan bingung lagi memilih jurusan. Mereka dapat mengenali bakat serta talentanya masing-masing. Ini adalah bentuk dukungan tulus ikhlas kepada program Presiden Prabowo sebagai inisiator Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial yang dipimpin Gus Ipul,” imbuhnya.

Diketahui, Sekolah Rakyat selain menawarkan konsep pendidikan komprehensif juga menjadi miniatur pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengolaborasikan beragam program prioritas seperti cek kesehatan gratis, makan bergizi gratis, jaminan kesehatan, Koperasi Desa Merah Putih, dan program 3 juta rumah.

Hingga kini Sekolah Rakyat telah dan akan beroperasi di 165 titik di seluruh Indonesia .Pada tahun ajaran 2025/2026 Kemensos menargetkan 165 Sekolah Rakyat beroperasi dengan kapasitas 15.895 siswa, didukung 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik.

Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, para Menteri Koordinator, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menko Politik dan Keamanan Jenderal Pol. (Purn) Budi Gunawan, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Pratikno yang saya hormati, Menko Hukum HAM Imigrasi dan Pemasyarakatan Prof. Yusril Ihza Mahendra, dan Mendikbud tahun 2009-2014, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, serta anggota Kabinet Merah Putih lainnya.
(aik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Kemajuan Teknologi Jadi...
Kemajuan Teknologi Jadi Tantangan Menguji Karakter Bangsa
Dari Google hingga LinkedIn,...
Dari Google hingga LinkedIn, Tren Vibe-Coding: Jabatan Product Manager Kini Jadi AI Builder
Kolaborasi Elitery-IPB...
Kolaborasi Elitery-IPB Hadirkan Transformasi Pendidikan Berbasis AI
Harmonisasi Spiritualitas...
Harmonisasi Spiritualitas dan Teknologi, UAI Bekali Sertifikasi AI hingga Penguasaan Bahasa Mandarin
Gubernur Khofifah Lantik...
Gubernur Khofifah Lantik Tujuh Pejabat Eselon II Pemprov Jatim Berbasis Talent DNA ESQ
Pentagon Kembangkan...
Pentagon Kembangkan AI Pembunuh Tanpa Pengawasan Manusia
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Berita Terkini
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved